Selasa, 13 Agustus 2013

10 Hormon Penting Tubuh Kita

Agustus 2013 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2013, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kependidikan, Artikel Kepribadian, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : 10 Hormon Penting Tubuh Kita
link : 10 Hormon Penting Tubuh Kita

Baca juga


Agustus 2013


Seperti dilansir dari Ehow, NLM, medicinenet, dan netdoctor, Senin (19/4/2010), dari ratusan hormon yang ada berikut 10 macam hormon terpenting dalam tubuh manusia, yaitu:

1. Melatonin
Hormon ini diproduksi di kelenjar pineal dan berfungsi sebagai antioksidan dan mengontrol tidur. Meskipun hormon ini diproduksi secara alami oleh tubuh, tapi kelebihan maupun kekurangan hormon dapat berakibat buruk bagi tubuh.

Kelebihan hormon melatonin dapat menyebabkan lesu, gangguan hati, gangguan mata, kelelahan, disorientasi, pikiran dan perilaku psikotik, kebingungan, mengantuk, gangguan berbicara, gemetar, sakit kepala dan pusing.

Sedangkan defisiensi atau kekurangan hormon melatonin akan menyebabkan kesulitan tidur atau insomnia, tidur tidak nyenyak, pembesaran prostat, depresi, kelelahan, siklus haid tidak teratur, gelisah, sindrom premenstruasi (PMS), katarak, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung (aritmia).

2. Serotonin
Hormon serotonin diproduksi di saluran pencernaan. Hormon ini berfungsi mengontrol mood atau suasana hati, nafsu makan dan tidur.

Kelebihan hormon serotonin bisa menyebabkan kegelisahan, kebingungan, peningkatan denyut jantung, pupil melebar, kehilangan koordinasi otot, berkeringat, diare, sakit kepala, menggigil, mual, muntah, kejang, demam tinggi, detak jantung tak teratur, gerakan tidak terkendali dan hilangnya kesadaran.

Kekurangan hormon serotonin dapat menyebabkan kecemasan, tertekan, fobia, pesimistis, gelisah, tidak percaya diri, mudah marah, gangguan tidur, PMS, sakit kepala dan sakit punggung.

3. Tiroid
Hormon tiroid diproduksi di kelenjar tiroid. Hormon ini berfungsi untuk peningkatan tingkat metabolisme basal dan mempengaruhi sintesis protein.

Kelebihan hormon tiroid dapat menyebabkan diare, denyut jantung tidak teratur, sakit kepala, menggigil, gugup, kejang perut, demam, sakit dada, atau kesulitan tidur.

Sedangkan kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan lelah, lesu, sembelit, nyeri sendi dan otot, ramput atau kuku tipis dan rapuh, kurang dorongan seksual, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung lambat, gangguan konsentrasi dan memori. Bahkan beberapa dapat menyebabkan depresi dan gangguan jiwa lainnya.

4. Adrenalin
Hormon adrenalin diproduksi di medula adrenal. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan pasokan oksigen dan glukosa ke otak dan otot (dengan meningkatkan denyut jantung), meningkatkan katalisis dari glikogen dalam hati, kerusakan lipid dalam sel lemak, serta menekan sistem kekebalan.

Kekurangan hormon adrenalin dapat menyebabkan pening, pusing, kelelahan, penurunan berat badan. Beberapa mengalami gangguan usus, peningkatan pigmentasi kulit, depresi, nyeri otot dan sakit pinggang akut.

5. Dopamin
Hormon ini diproduksi di ginjal dan hipotalamus. Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, menghambat pelepasan prolaktin dan TRH dari hipofisis anterior.

Kelebihan dopamin dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, detak jantung tidak teratur, sakit dada, kesulitan bernapas, perubahan jumlah urin, perubahan warna kulit, sakit di kaki dan lengan.

Kekurangan hormon dopamin dapat menyebabkan tertekan, motivasi rendah, kesulitan memberikan perhatian dan berkonsentrasi, berpikir lambat, rendah libido dan impotensi, mudah lelah, berat badan cepat naik, dan mengalami gangguan tidur.

6. Gastrin
Hormon ini diproduksi di duodenum (usus 12 jari), yang befungsi untuk sekresi asam lambung oleh sel parietal.
Kelebihan gastrin dapat menyebabkan penyakit gastrinoma yaitu tumor jinak.

7. Hormon pertumbuhan (HGH)
Hormon ini diproduksi di pituitari anterior, dan berfungsi merangsang pertumbuhan dan reproduksi sel, melepaskan faktor pertumbuhan 1 mirip insulin dari hati.

Kelebihan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan tumor hipofisis yang jinak dan tumbuh secara perlahan. Juga dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan penglihatan, tekanan saraf optik, kelebihan tulang rahang, jari tangan dan kaki, kelemahan otot, resistensi insulin. Bahkan dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan berkurangnya fungsi seksual.

Kekurangan hormon ini pada anak-anak dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan tubuh pendek dan tertundanya kematangan seksual. Sedangkan pada orang dewasa kekurangan hormon pertumbuhan jarang terjadi, tapi dalam beberapa kasus dapat menyebabkan obesitas, penurunan massa otot dan pengurangan energi dan kualitas hidup.

8. Insulin
Hormon ini diproduksi di pankreas dan berfungsi untuk pengambilan glukosa, glikogenesis dan glikolisis di hati dan otot dari darah.

Kelebihan insulin dapat menyebabkan kadar gula darah sangat rendah, detak jantung tidak teratur, berkeringat, gemetaran, mual, kelaparan berat dan kecemasan. Kadang-kadang juga menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah).

kekurangan insulin dapat menyebabkan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang dapat mengakibatkan penyakit diabetes mellitus.

9. Testosteron
Hormon ini diproduksi di testis dan berfungsi sebagai hormon seks pria. Hormon ini merangsang pematangan organ-organ seks pria, skrotum, pertumbuhan jenggot, pertumbuhan massa otot dan kekuatan, dan peningkatan kepadatan tulang.

Kelebihan hormon ini dapat menyebabkan peningkatan libido berlebihan dan mudah marah. Kekurangan testosteron dapat menyebabkan penyakit atau kerusakan pada hipotalamus (kelenjar di bawah otak) atau testis yang menghambat sekresi hormon dan produksi testosteron (hipogonadisme).

Kekurangan testoreton juga dapat membuat kerutan di wajah, kehilangan otot tubuh, pinggang menggendut, kelelahan yang kronis, penurunan libido, disfungsi ereksi dan kesulitan mencapai orgasme ini bisa terjadi pada pria juga wanita.

10. Progesteron
Hormon ini diproduksi di ovarium, kelenjar adrenal dan plasenta (saat hamil). Hormon progesteron berfungsi menaikkan faktor pertumbuhan epidermal, meningkatkan temperatur inti selama ovulasi, mengurangi kejang dan rileks otot polos (memperluas saluran pernapasan dan mengatur lendir), anti-inflamasi, mengurangi kandung empedu kegiatan, normalisasi darah dan pembekuan pembuluh darah.

Hormon progesteron juga membantu fungsi tiroid dan pertumbuhan tulang dengan osteoblast Relsilience di tulang, gigi, gusi, sendi, tendon, ligamen dan kulit. Penyembuhan dengan mengatur fungsi kolagen saraf dan penyembuhan dengan mengatur mielin, serta mencegah kanker endometrium dengan mengatur efek estrogen.

Kekurangan progesteron bisa membuat kecemasan, susah tidur, susah beristirahat, panik, gelisah, kekurangan cairan dan payudara membengkak.



Kamis, 01 Agustus 2013

Sekolah dan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Agustus 2013 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2013, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kependidikan, Artikel Tulisanku, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Sekolah dan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar
link : Sekolah dan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar

Baca juga


Agustus 2013


Sebuah teori Bloom tentang mastery learning, beliau menolak anggapan adanya murid pintar dan bodoh. Murid hanya dapat dibedakan dari yang cepat dan lambat. Selain itu menurut teori mastery learning tersebut bahwa “semua yang dapat dipelajari oleh orang lain, bisa dipelajari oleh siapapun” (J. Galen Saylor et. al, h. 303). Dari kedua konsep tersebut dapat ditafsirkan bahwa sesungguhnya setiap orang bisa dan mempunyai kemampuan untuk mempelajari apa pun, dan hanya waktu yang bisa membedakan.

Prinsip mastery learning ini melahirkan berbagai bentuk belajar mandiri, salah satunya adalah sistem belajar jarak jauh (SBJJ). Malcolm Knowles (1975, h. 180) menggambarkan bahwa belajar mandiri menekankan pendidikan pada “inisiatif individu dalam belajar”. Bruce Miller (1989, h. 226) menjelaskan bahwa “belajar mandiri adalah cara belajar yang sepenuhnya atau sebagian besar di bawah kendali murid-murid itu sendiri”.

Konsep ini ada kaitannya dengan perkembangan filsafat pendidikan yang mulai berkembang tahun 1987, yang pada mulanya ditokohi oleh Peter dan Hirst, kemudian dikembangkan oleh Cornell Ham yang mengemukakan bahwa “belajar tidak lagi tergantung pada mengajar, karena ada atau tidak ada proses mengajar, proses belajar tetap berlangsung” (Cornell Ham, 1987, h. 88).

Makna yang terkandung dari filsafat tersebut ada kaitannya dengan konsep belajar mandiri, yaitu murid-murid pada PKR harus dapat belajar secara independen (tidak tergantung pada guru saja). Dengan menugaskan murid atau kelompok belajar untuk mengerjakan sesuatu, akan memberi kesempatan kepada guru untuk bisa bekerja dengan murid lain. Cara seperti ini dapat mengembangkan keterampilan “mempelajari bagaimana cara belajar” (learning how to learn). Dengan cara ini, guru menggunakan motto “lebih baik memberi kail daripada memberi ikan”. Ini akan jauh bermanfaat bagi murid seumur hidupnya.

Untuk lebih produktif dalam belajarnya, murid ini harus dilengkapi dengan berbagai perlengkapan belajar, sumber belajar, dan sumber lingkungan lainnya. Dengan bahan dan perlengkapan seperti ini murid-murid dapat belajar untuk mengamati, meneliti, dan menganalisis sesuatu. Untuk ini, perlu adanya suatu usaha untuk menciptakan kondisi sekolah agar mendukung proses belajar mandiri, serta dimanfaatkan untuk kepentingan belajar mandiri. Usaha ini dapat direalisasikan dengan cara mengadakan, mempersiapkan, dan memprogramkan bahan dan perlengkapan tersebut untuk dimanfaatkan dalam proses pembentukan kebiasaan belajar mandiri.

Berdasarkan uraian tersebut dapat diketahui bahwa belajar mandiri merupakan salah satu prinsip dasar dalam PKR. Tanpa belajar maka PKR tidak akan terlaksana secara efektif. Guru tidak mungkin ada pada satu kelas secara terus-menerus dan mengabaikan kelas lainnya. Oleh karena itu, agar PKR dapat dilaksanakan secara efektif, guru harus mampu menciptakan “kondisi” agar murid dapat belajar mandiri. Kondisi yang dimaksud adalah melengkapi pembelajaran dengan perlengkapan dan sumber belajar yang memadai.

Menciptakan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar
 
Untuk menunjang proses belajar mandiri, perlu adanya suatu suasana yang mendorong murid dan guru untuk memanfaatkan bahan dan perlengkapan yang ada. Suasana tersebut adalah adanya persiapan alat atau bahan sebagai sumber belajar dan terciptanya lingkungan belajar untuk menunjang proses belajar mandiri.

Negeri kita terkenal sebagai negeri yang kaya raya dengan lingkungan alamnya yang indah. Dari pengamatan di SD yang selama ini mengadakan perangkapan kelas, jarang ditemukan guru yang mengajar dengan menggunakan alat peraga pelajaran atau usaha lain yang membangun iklim yang berusaha untuk membelajarmandirikan murid-murid.

Kasus 1
Ketika saya berkunjung ke SD di daerah terpencil yang gurunya mengajar merangkap kelas, di setiap dinding ruang kelas dihiasi dengan ruas bambu yang diisi dengan berbagai jenis daun warna-warni yang diperoleh dari sekitar sekolah. Daun-daun ini dikumpulkan oleh murid-murid dan guru, kemudian dipasang sebagai hiasan kelas. Saya tidak mengetahui secara pasti apakah hiasan tersebut ada setiap hari atau hanya karena akan dikunjungi. Ketika saya bertanya kepada salah satu murid apakah hiasan tersebut digunakan untuk belajar, mereka menjawab “tidak”.

Kasus 2
Di suatu SD yang termasuk masih baru dan mempunyai kepala sekolah yang termasuk berfikiran modern. Dalam waktu yang relatif singkat SD tersebut sudah memiliki kebun sekolah, kolam ikan, dan peternakan kambing. Semua ini dikelola oleh murid-murid dari seluruh kelas dibagi tugas piket secara bergiliran, misalnya bulan pertama yang mengurus kolam ikan adalah kelas 6 dan kelas 1, kelas 5 dan kelas 2 mengurus kebun, kelas 3 dan kelas 4 mengurus peternakan kambing.

Setiap harinya juga diatur piket per kelas, rata-rata 3 orang murid yang harus mengurus kekayaan sekolah itu, antara lain memberi makan ternak dan ikan, membersihkan kandang dan kolam, serta memelihara kebun. Dari sini murid-murid belajar berkebun, beternak, dan memelihara ikan. Dengan demikian, SD tersebut menjadi lebih terkenal sehingga hampir tiap minggu dikunjungi oleh instansi dan pejabat dari kota.

Bagaimana di sekolah Anda, apakah sudah Anda lakukan usaha-usaha seperti pada kasus-kasus tersebut?

Kalau jawaban “sudah”, syukurlah tetapi bagaimana komentar Anda terhadap kasus tersebut? Bandingkan dengan uraian berikut ini.
 
Kasus-kasus tersebut menunjukkan kepada kita bahwa sesungguhnya sekolah mempunyai potensi dan keinginan yang besar untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolahnya sebagai sumber belajar. Usaha-usaha tersebut perlu kita hargai, namun dari kasus di atas masih banyak yang dapat kita tingkatkan terutama bagi Anda yang mengajar merangkap kelas.

Pada kasus 1, murid-murid dilibatkan hanya saat mengumpulkan daun-daun dan meletakkannya pada dinding. Ini disebabkan guru belum mempunyai program yang jelas untuk memanfaatkan daun-daun tersebut bagi kepentingan belajar murid-murid.

Pada kasus 2, murid banyak terlibat dalam belajar, yaitu belajar cara ternak, berkebun, dan cara memelihara ikan, tetapi masih belum banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran, misalnya alat peraga pelajaran IPA, matematika, dan mata pelajaran yang lainnya.

PKR merupakan model pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan kualitas belajar murid-murid dengan memanfaatkan sumber belajar semaksimal mungkin. Oleh karena itu, usaha yang dilakukan oleh guru tersebut harus dikaitkan dengan proses pembelajaran. Ada 2 cara untuk meningkatkan usaha yang sudah dirintis oleh sekolah seperti pada kasus-kasus di atas, yaitu seperti berikut:

Pertama, menciptakan lingkungan di sekolah yang memudahkan murid-murid untuk belajar mandiri. Usaha menciptakan lingkungan sekolah seperti itu dapat dilakukan dengan melengkapi sekolah dengan berbagai sumber belajar.

Kedua, memanfaatkan sumber belajar yang ada secara maksimal untuk menunjang belajar mandiri.