Sabtu, 29 September 2012

Definisi Negara

September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel PPKN, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Definisi Negara
link : Definisi Negara

Baca juga


September 2012

Definisi Negara - Negara adalah suatu badan atau organisasi tertinggi yang mempunyai wewenang untuk mengatur hal-hal yang berkaitan untuk kepentingan orang banyak serta mempunyai kewajiban-kewajiban untuk melindungi, mensejahterakan masyarakatnya dan sebagainya. Dapat dikatakan menjadi suatu negara bila terdapat wilayah, rakyat dan pemerintahan. Unsur pelengkap suatu negara ialah diakui kedaulatannya oleh negara lain. definisi lain dari negara yaitu dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang menyatakan bahwa negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah, dan di taati oleh rakyat, definisi negara lainnya yang di definisikan oleh KBBI negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang di organisasi dibawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya.

Definisi Negara menurut para ahli:
Definisi Negara
  • Menurut John Locke(1632-1704) dan Rousseau(1712-1778), negara adalah suatu badan atau organisasi hasil dari pada perjanjian masyarakat.
  • Menurut Max Weber, negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.
  • Menurut Mac Iver, suatu negara harus mempunyai tiga unsur pokok, yaitu wilayah, rakyat dan pemerintahan.
  • Menurut Roger F. Soleau, negara merupakan alat atau wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama yang diatasnamakan masyarakat.
Unsur-unsur Pokok terbentuknya suatu negara:

1. Penduduk
Penduduk adalah warga negara yang mempunyai tempat tinggal serta mempunyai kesepakatan diri untuk bersatu. Yang dimaksud dengan warga negara adalah penduduk asli Indonesia (pribumi) dan penduduk negara lain yang sedang berada di Indonesia untuk bisnis, wisata dan sebagainya.

2. Wilayah
Wilayah adalah sebuah daerah yang dikuasai atau menjadi teritorial dari sebuah kedaulatan. Dapat dikatakan menjadi unsur utama pembentuk negara apabila wilayah tersebut mempunyai batas atau teritorial yang jelas atas darat, laut dan udara.

3. Pemerintah
Pemerintah adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang-undang di wilayah tertentu. 


Sifat-sifat Negara

1. Sifat memaksa
Tiap-tiap negara dapat memaksakan kehendaknya, baik melalui jalur hukum maupun melalui jalur kekuasaan.


2. Sifat monopoli
Setiap negara menguasai hal-hal tertentu demi tujuan negara tersebut tanpa ada saingan.


3. Sifat totalitas
Segala hal tanpa terkecuali menjadi kewenangan negara. Contoh : semua orang harus membayar pajak, semua orang sama di hadapan hukum dan lainnya.



    Jumat, 28 September 2012

    Definisi Pemimpin

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Umum, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Pemimpin
    link : Definisi Pemimpin

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Pemimpin - Konsep Pemimpin berasal dari kata asing leader dan kepemimpinan leadership, Kartono mengatakan bahwa pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki superioritas tertentu, sehingga dia memiliki kewibawaan dan kekuasaan untuk menggerakan orang lain melakukan usaha bersama guna mencapai sasaran tertentu. sedangkan Kouzes menjelaskan bahwa pemimpin adalah vionir sebagai orang yang bersedia melangkah kedalam situasi yang tidak diketahui, pemimpin yang mempunya visi yang jelas dapat menjadi penuntun dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin. lain lagi dengan Rukmana yang mendefinisikan pemimpin sebagai orang yang melakukan atau menjalankan kepemimpinan leadership sedangkan pimpinan adalah mencerminkan kedudukan seseorang atau kelompok orang pada hierarki tertentu dalam suatu birkrasi formal maupun informal. adapun definisi lain dari pemimpin yaitu sebagai berikut:

    Definisi Pemimpin
    1. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)
    Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

    2. Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255)
    Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.

    3. Kartini Kartono (1994 . 33)
    Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.

    4. C. N. Cooley (1902)
    Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara cermat akan akan ditemukan kecenderungan yang memiliki titik pusat.

    5. Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994 : 33)
    Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.

    6. Sam Walton
    Pemimpin besar akan berusaha menanamkan rasa percaya diri pada para pendukung. Jika orang memiliki percaya diri tinggi, maka kita akan terkejut pada hasil luar biasa yang akan mereka raih.

    7. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)
    Pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.

    8. Rosalynn Carter
    “Seorang pemimpin biasa membawa orang lain ke tempat yang ingin mereka tuju”. Seorang pemimpin yang luar biasa membawa para pendukung ke tempat yang mungkin tidak ingin mereka tuju, tetapi yang harus mereka tuju.

    9. John Gage Allee
    Leader…a guide;a conductor; a commander” (pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun; komandan).

    10. Jim Collin
    Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.

    11. Modern Dictionary Of Sociology (1996)
    Pemimpin (leader) adalah seseorang yang menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person who occupies a central role or position of dominance and influence in a group).

    12. C.N. Cooley dalam “ The Man Nature and the Social Order’
    Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan sebaliknya, semua gerakan sosial, kalau diamat-amati secara cermat, akan ditemukan didalamnya kecenderungan-kecenderungan yang mempunyai titik pusat.

    13. I. Redl dalam “Group Emotion and Leadership”.
    Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok.

    14. J.I. Brown dalam “ Psychology and the Social Order”.
    Pemimpin tidak dapat dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat dipandang sebagai suatu posisi yang memiliki potensi yang tinggi dibidangnya.

    15. Kenry Pratt Fairchild dalam “Dictionary of Sociologi and Related Sciences”.
    Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti :
    - Pemimpin arti luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau kedudukan.
    - Pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela.

    16. Dr. Phil. Astrid S. Susanto
    Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.

    17. Ensiklopedia Administrasi (disusun oleh staf Dosen Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada)
    Pemimpin (Leader) adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan tertentu.

    Kita dapat saja berbeda dari beberapa pandangan di atas dalam memaknai konsep pemimpin, namun yang dapat penulis simpulkan bahwa dari rumusan diatas secara umum, pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu dan/atau sekelompok orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.


    Lelaki Sejati

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kepribadian, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Lelaki Sejati
    link : Lelaki Sejati

    Baca juga


    September 2012


    Aku bertanya pada Bunda, bagaimana memilih Lelaki Sejati ?
    Bunda menjawab, Nak..........

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
    Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
    Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
    Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
    Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
    Tetapi dari hati yang ada dibalik itu

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja,
    Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,
    Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan

    Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
    Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca

    So,, Jangan sampai salah memilih yach !!!


    Kamis, 27 September 2012

    Definisi Organisasi

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Umum, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Organisasi
    link : Definisi Organisasi

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Organisasi - Organisasi identik dengan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis yang berada dalam sebuah sistem. definisi lain dari organisasi adalah wadah untuk sekelompok individu berinteraksi dalam wewenang tertentu. Secara umum, organisasi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang terdiri dari sekelompok individu yang melalui suatu hierarki sistematis dalam pembagian kerja dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara structural dan sistematis. Beradasarkan definisi tersebut, organisasi memiliki beberapa batasab-batasan yang dapat di gambarkan dalam sebuah organisasi.

    Definisi Organisasi Menurut Ahli
    Definisi Organisasi
    1. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan orang-orang yang ada dibawah pengawasan dan pengarahan atasan untuk mengejar tujuan bersama.
    2. Menurut Stephen P. Robbins, organisasi merupakan kesatuan social yang dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relative dapat diidentifikasi dan bekerja atas dasar yang relative terus=menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
      Jadi, dalam sebuah organisasi, terdapat beberapa pola hubungan antar individu yang memiliki tanggung jawab masing-masing dalam mewujudkan tujuan organisasi. Dengan demikian,pola hubungan ini membentuk suatu budaya organisasi, komitmen organisasi, serta perilaku organisasi yang dapat dilihat dan dikaji.
    Definisi Organisasi Formal dan Informal
    1. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
    2. Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak SD, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.


    Definisi Bangsa

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel IPS, Artikel Pengetahuan, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Bangsa
    link : Definisi Bangsa

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Bangsa - Bangsa adalah sekelompok manusia yang di takdirkan untuk bersama, senasib sepenanggungan dalam suatu negara, secara umum Bangsa dapat diartikan sebagai “Kesatuan orang-orang yang sama asal keturunan, adat, agama, dan historisnya”. Bangsa adalah sekelompok besar manusia yang memiliki cita-cita moral dan hukun yang terikat menjadi satu karena keinginan dan pengalaman sejarah di masa lalu serta mendiami wilayah suatu Negara. Menurut Otto bauer ( German ) bangsa adalah suatu persatuan karakter atau perangai yang timbul karena persamaan nasib. Sedangkan menurut Ernest Renant ( filsuf Perancis ), bangsa adalah sekelompok manusia yang memiliki kehendak bersatu sehingga merasa dirinya adalah satu.
    Definisi Bangsa
    Sementara itu menurut Hans Kohn ( German ) bangsa diartikan sebagai buah hasil tenaga hidup dalam sejarah, dan karena itu selalu bergelombang dan tak pernah membeku. Kebanyakan bangsa memiliki faktor objektif tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain. Faktor – faktor itu berupa persamaan keturunan, wilayah, bahasa, adat istiadat, kesamaan politik, perasaan, dan agama. berbeda dengan Jalobsen dan lipman yang mengartikan bangsa sebagai kesatuan budaya dan suatu kesatuan politik. Secara sosiologis – antropologis bangsa diartikan sebagai persekutuan hidup masyarakat yang berdiri sendiri. Setiap anggota persekutuan yang hidup merasa satu kesatuan ras, bahasa, dan adat istiadat. Persekutuan hidup semacam itu dalam suatu Negara dapat merupakan persekutuan hidup yang mayoritas dan persekutuan hidup minoritas.

    Unsur-unsur Terbentuknya Bangsa
    Menurut Hans Kohn, kebanyakan bangsa terbentuk karena adanya faktor2 objektif tertentu yg membedakannya dari bangsa lain, yakni kesamaan keturunan, wilayah, bahasa, adat-istiadat, kesamaan politik, perasaan, dan agama. Dengan demikian, faktor objektif terpenting bagi terbentuknya suatu bangsa ialah adanya kehendak atau kemauan bersama ("nasionalisme").
    Contoh: Terbentuknya bangsa Indonesia dgn kebhinekaan suku, agama, ras, dan golongan yg terbentang dari Sabang sampai Merauke telah teruji dlm kurun waktu lebih dari 3 abad. Pada masa penjajahan Belanda selama 350 thn dan Jepang 3,5 tahun, meskipun dgn berbagai politik pecah-belah dan adu domba, namun tdk mampu dipisahkan niat, tekad, jiwa, dan semangat bangsa Indonesia dlm membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. 

    Friedrich Hertz (Jerman) dalam bukunya 'Nationality in History and Politic' mengemukakan bahwa ada empat unsur yg berpengaruh bagi terbentuknya suatu bangsa, yaitu: 
    1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yg terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas.
    2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu bebas dr dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dlm negerinya.
    3. Keinginan akan kemandirian, keunggulan, individualitas, keaslian/kekhasan. Contoh: menjunjung tinggi bahasa nasional yg mandiri.
    4. Keinginan untuk menonjol di antara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh, dan prestise. 


    Definisi Planet Bumi

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Astronomi, Artikel Planet, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Planet Bumi
    link : Definisi Planet Bumi

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Planet Bumi  - Planet Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Beda dengan venus dan merkurius, di bumi terdapat satelit alam yaitu bulan. Bulan selalu mengelilingi bumi dalam berevolusi mengelilingi matahari. Bumi berotasi dalam waktu 23,9 Jam, dan berevolusi selama 365,3 Hari. Bumi merupakan satu-satunya planet yang sampai saat ini diketahui oleh manusia terdapat kehidupan makhluk hidup. Diameter bumi ini adalah 12.756 Km (di khatulistiwa). Jarak bumi dari matahari sekitar 150 Juta Km. Jarak tersebut dikenal dengan satu Satuan Astronomis (SA). Bumi diperkirakan tersusun atas inti dalam bumi yang terdiri dari besi nikel beku setebal 1.370 kilometer dengan suhu 4.500°C, diselimuti pula oleh inti luar yang bersifat cair setebal 2.100 kilometer, lalu diselimuti pula oleh mantel silika setebal 2.800 kilometer membentuk 83% isi bumi, dan akhirnya sekali diselimuti oleh kerak bumi setebal kurang lebih 85 kilometer.

    Definisi Planet Bumi menurut para ahli:
    Definisi Planet Bumi

    1. Christi Wardani & Dodo Hermana - Bumi merupakan satu - satunya planet pada sistem tata surya yang dihuni oleh makhluk hidup
    2. Hartono - Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga dari matahari
    3. Ahmad Yani & Mamat Ruhimat - Bumi merupakan salah satu dari empat planet berbatu selain merkurius, venus, dan mars
    4. H. P. Blavatsky - Bumi adalah suatu tubuh magnetis; dalam kenyataan, seperti ditemukan oleh beberapa ilmuan, ini suatu magnet yang sangat luas seperti yang ditegaskan Paracelcus 300 tahun lampau
    5. Umberto Eco - Bumi adalah sebuah magnet raksasa, dan kekuatan dan arah arusnya dipengaruhi bidang angkasa itu, siklus musimnya, perubahan siang - malam, dan silus kosmk itu.
    6. Lela Fony Sulistyowati & Dodo Hermana - Bumi merupakan satu-satunya planet pada sistem tata surya yang dihuni oleh mahluk hidup, karena bumi mengandung air dan udara.
    7. Tim Pena Cendekia - Bumi merupakan sebuah bola batu besar di alam yang menjadi tempat tinggal manusia dan mahluk hidup lainnya
    8. Bumi merupakan bagian dari alam semesta yang memiliki unsur-unsur alam yaitu litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer
    9. Chris Oxlade & Anita Ganeri - Bumi adalah satu-satunya planet di tata surya yang dapat dihuni tumbuhan dan binatang
    10. Neil Morris - Bumi merupakan planet yang mengelilingi matahari di salah satu bagian alam semesta yang dinamakan Galaksi Bimasakti.


    Definisi Integritas

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Pengetahuan, Artikel Sosiologi, Artikel Umum, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Integritas
    link : Definisi Integritas

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Integritas - Integritas adalah adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hipocrisy (hipokrit atau munafik).  Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya (Wikipedia). Mudahnya, ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang mempunyai integritas akan mendapatkan kepercayaan (trust) dari pegawainya. Pimpinan yang berintegritas  dipercayai karena apa yang menjadi ucapannya juga menjadi  tindakannya.

    Dari selancar di internet saya menemukan ungkapan yang menarik tentang integritas :

    “When you are looking at the characteristics on how to build your personal life, first comes integrity; second, motivation; third, capacity; fourth, understanding; fifth, knowledge; and last and least, experience.

    Without integrity, motivation is dangerous; without motivation, capacity is impotent; without capacity, understanding is limited; without understanding, knowledge is meaningless; without knowledge, experience is blind. Experience is easy to provide and quickly put to good use by people with all other qualities.

    Make absolute integrity the compass that guides you in everything you do. And surround yourself only with people of flawless integrity.”


    Ungkapan yang saya cetak tebal menurut saya sangat inspirasional : Tanpa integritas , motivasi menjadi berbahaya; tanpa motivasi, kapasitas menjadi tak berdaya; tanpa kapasitas, pemahaman menjadi terbatas; tanpa pemahaman pengetahuan tidak ada artinya; tanpa pengetahuan, pengalaman menjadi buta.

    Kesimpulannya, integritas adalah kompas yang mengarahkan perilaku seseorang. Integritas adalah gambaran keseluruhan pribadi seseorang (integrity is who you are).

    Definisi Integritas
    Setelah membaca tentang makna integritas, saya berpendapat kriteria integritas sebagai persyaratan pertama dalam memilih pimpinan, baru berikutnya menyusul syarat kapabilitas intelektual dan manajerial. Semakin banyak tipe manusia dengan integritas yang tinggi akan menentukan maju mundurnya suatu lembaga dan lebih luas lagi akan menentukan masa depan suatu Negara. Jika demikian halnya, saya jadi bertanya-tanya kalau Indonesia sampai saat ini masih berkutat dalam upaya  melepaskan diri dari jerat korupsi yang sedemikian sistemik, apakah ini ada kaitannya dengan integritas para pemegang jabatan Negara ya? Di antara begitu banyaknya pemimpin Negara di kelembagaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif, siapa-siapa saja  yang menunjukkan seorang pemimpin yang berkarakter dan berintegritas tinggi sehingga mampu menumbuhkankan trust di hati banyak warga bangsa Indonesia?  Kalau mencari pemimpin yang berpendidikan tinggi , yang ahli atau pakar di bidangnya tentunya kita tidak akan kesulitan menemukannya. Indonesia berlimpah dengan sarjana. Magister, doctor, dan professor setiap tahun juga semakin bertambah jumlahnya. Namun, siapa pemimpin yang betul-betul berintegritas tentunya tidaklah sebanyak jumlah para pakar.

    Sungguh celaka kalau ternyata pemimpin yang berintegritas itu sulit ditemukan, dan sebaliknya yang banyak justru tipe sebaliknya yakni tipe hipocricy . Jika begitu maka Indonesia sungguh-sungguh dalam ancaman bahaya.  Bahaya yang mengancam ini bukan main-main. Karena pemimpin yang tidak jujur, lebih mengutamakan kepentingan pribadi , kelompok dan golongan akan cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Lembaga atau Negara  yang mengalami krisis  integritas akan mengalami kemerosotan akibat proses pembusukan dari dalam unsur-unsur organisasi atau Negara itu sendiri.

    Saya berdoa agar Indonesia tercinta ini tidak akan menghadapi ancaman bahaya krisis integritas. Kalau pun kita tidak dapat berharap banyak pada generasi saat ini, kita masih bisa meletakkan harapan dan impian kita di pundak generasi mendatang. Kuncinya ada di pendidikan. Nilai-nilai apa yang ditanamkan di benak generasi mendatang dan teladan apa yang dicontohkan akan membentuk karakter mereka. Bicara integritas, maka nilai kejujuran dan pentingnya meletakkan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan menjadi nilai yang utama. Sudahkah nilai-nilai ini kita tanamkan dan kita contohkan pada anak-anak Indonesia saat ini ?  Jika belum atau bahkan yang ditanamkan adalah nilai-nilai yang mengunggulkan dan mengutamakan kepentingan diri dan kelompoknya sendiri dan yang dicontohkan adalah perilaku yang tidak konsisten dengan yang diucapkan dan dikotbahkan, maka jangan berharap akan banyak lahir manusia-manusia berintegritas di bumi Indonesia.


    Sabtu, 22 September 2012

    Definisi Gizi

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kesehatan, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Gizi
    link : Definisi Gizi

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Gizi - Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi. tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan; kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. Bagi bayi 0-4 bulan, ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan sehat. makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur. makanan sumber zat tenaga antara lain: beras, jagung, gandum, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sagu, roti dan mi. Minyak, margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga.
    Definisi Gizi
     Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari. makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan, tempe, tahu. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur, ikan, ayam, daging, susu serta hasil olahan, seperti keju. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral, yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh.

    Macam-macam Gizi Dan Fungsinya


    Dalam kehidupan manusia sehari-hari, orang tidak terlepas dari makanan, karena makanan adalah salah satu persyaratan pokok untuk manusia, disamping udara (oksigen). Empat fungsi pokok makanan bagi kehidupan manusia adalah untuk :

    a. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan / perkembangan serta mengganti
    jaringan tubuh yang rusak.

    b. Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari.

    c. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral dan
    cairan tubuh yang lain.

    d. Berperan didalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit.
    Agar makanan dapat berfungsi seperti itu maka makanan yang kita makan sehari-hari tidak hanya sekedar makanan. Makanan harus mengandung zat-zat tertentu sehingga memenuhi fungsi tersebut, dan zat-zat gizi ini disebut gizi. Dengan perkataan lain makanan yang kita makan sehari-hari harus dapat memelihara dan meningkatkan kesehatan.

    Ilmu yang mempelajari atau mengkaji masalah makanan yang dikaitkan dengan kesehatan ini disebut ilmu gizi. Batasan klasik mengatakan bahwa ilmu gizi ialah ilmu yang mempelajari nasib makanan sejak ditelah sampai diubah menjadi bagian tubuh dan energi serta diekskresikan sebagai sisa. (Achmad Djaeni, 1987).
    Dalam perkembangan selanjutnya ilmu gizi mulai dari pengadaan, pemilihan, pengolahan sampai dengan penyajian makanan tersebut. Dari batasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu gizi itu mencakup 2 komponen penting yaitu makanan dan kesehatan. untuk mencapai kesehatan yang optimal diperlukan makanan bukan sekedar makanan tetapi makanan yang mengandung gizi atau zat-zat gizi. Zat-zat makanan yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan ini dikelompokkan menjadi 5 macam, yakni protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Fungsi-fungsi zat makanan itu antara lain sebagai berikut :

    a. Protein
    Protein diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (protein nabati) dan makanan dari hewan (protein hewani). Fungsi protein bagi tubuh antara lain :
    - membangun sel-sel yang rusak.
    - membentuk zat-zat pengatur seperti enziim dan hormon.
    - membentuk zat inti energi (1 gram proteein kira-kira menghasilkan 4,1 kalori).

    b. Lemak
    Lemak berasal dari minyak goreng, daging, margarin, dan sebagainya. Fungsi pokok lemak bagi tubuh ialah :
    - menghasilkan kalori terbesar dalam tubuuh manusia (1 gram lemak menghasilkan
    9,3 kalori).
    - sebagai pelarut vitamin A,D,E,K.
    - sebagai pelindung terhadap bagian-bagiaan tubuh tertentu dan pelindung bagian
    tubuh pada temperatur rendah.

    c. Karbohidrat
    Karbohidrat berdasarkan gugus penyusun gulanya dapat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Fungsi karbohidrat adalah juga salah satu pembentuk energi yang paling murah, karena pada umumnya sumber karbohidrat ini berasal dari tumbuh-tumbuhan (beras, jagung, singkong, dan sebagainya) yang merupakan makanan pokok.

    d. Vitamin-vitamin
    Vitamin dibedakan menjadi 2, yakni vitamin yang larut dalam air (vitamin A dan B) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E,K).
    Fungsi masing-masing vitamin ini antara lain :
    1. Vitamin A berfungsi bagi pertumbuhan sel-sel epitel dan sebagai pengatur
    kepekaan rangsang sinar pada saraf dan mata.
    2. Vitamin B1 berfungsi untuk metabolisme karbohidrat, keseimbangan air dalam
    tubuh dan membantu penyerapan zat lemak oleh usus.
    3. Vitamin B2 berfungsi dalam pemindahan rangsang sinar ke saraf mata dan enzim
    dan berfungsi dalam proses oksidasi dalam sel-sel.
    4. Vitamin B6 berfungsi dalam pembuatan sel-sel darah dan dalam proses
    pertumbuhan dan dalam proses pertumbuhan serta pekerjaan urat saraf.
    5. Vitamin C berfungsi sebagai aktivator macam-macam fermen perombak protein
    dan lemak, dalam oksidasi dan dehidrasi dalam sel, penting dalam
    pembentukan trombosit.
    6. Vitamin D berfungsi mengatur kadar kapur dan fosfor dalam bersama-sama
    kelenjar anak gondok, memperbesar penyerapan kapur dan fosfor dari usus, dan
    mempengaruhi kerja kelenjar endokrin.
    7. Vitamin E berfungsi mencegah perdarahan bagi wanita hamil serta mencegah
    keguguran dan diperlukan pada saat sel sedang membelah.
    8. Vitamin K berfungsi dalam pembentukan protrombin, yang berarti penting dalam
    proses pembekuan darah.

    e. Mineral
    Mineral terdiri dari zat kapur (Ca), zat besi (Fe), zat fluor (F), natrium (Na) dan chlor (Cl), kalium (K) dan iodium (I). Secara umum fungsi mineral adalah sebagai bagian dari zat yang aktif dalam metabolisme atau sebagai bagian penting dari struktur sel dan jaringan.


    Definisi Masyarakat

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel IPS, Artikel Pendidikan, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Masyarakat
    link : Definisi Masyarakat

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Masyarakat - Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama.Seperti; sekolah, keluarga,perkumpulan, Negara semua adalah masyarakat definisi lain dari Masyarakat juga merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.Dalam ilmu sosiologi kita kit mengenal ada dua macam masyarakat, yaitu masyarakat paguyuban dan masyarakat petambayan.Masyarakat paguyuban terdapat hubungan pribadi antara anggota- anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka.Kalau pada masyarakat patambayan terdapat hubungan pamrih antara anggota-angota nya.

    Definisi Masyarakat Menurut Para Ahli
    Definisi Masyarakat
    a. Menurut Selo Sumarjan (1974) masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang
    menghasilkan kebudayaan

    b. Menurut Koentjaraningrat (1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi
    menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

    c. Menurut Ralph Linton (1968) masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

    d. Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi

    e. Menurut Emile Durkheim, masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

    f. Menurut Paul B. Horton & C. Hunt, masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut

    Unsur-unsur suatu masyarakat

    a.Harus ada perkumpulan manusia dan harus banyak

    b.Telaah bertempat tinggal dalam waktu lama disuatu daerah tertentu.

    c.adanya aturan atau undang-undang yang mengatur masyarakat untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

    Bila dipandang cara terbentuk nya masyaraka:

    1.Masyarakat paksaan,misalnya negara, masyarakat tawanan

    2.Masyarakat mardeka

    a).Masyarakat natur,yaitu masyarakat yang terjadi dengan sendiri nya, seperti: geromboklan (harde), suku (stam), yang bertalian karena hubungan darah atau keturunan.

    b).Masyarakat kultur,yaitu masyarakat yang terjadi karena kapantingn kedunian atau kepercayaan.

    Masyarakat dipandang dari sudut Antropologi terdapat dua type masyarakat:

    1)Masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal tulisan, dan tehknologi nya sederhana.

    2).Masyarakat sudah kompleks, yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala

    barmasyarakat bidang, kerena pengetahuan modern sudah maju,tehknologi pun sudah berkembang,dan

    sudah mengenaltulisan.

    Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup


    a). Hasrat sosial

    Adalah merupakan hasrat yang ada pada setiap individu untuk menghubungkan dirinya kepada individu lain atau kelompok

    b).Hasrat untuk mempertahankan diri Adalah hasrat untuk mempertahan kan diri dari berbagai pengaruh luar yang mungkin datang kepada nya, sehingga individu tersebut Faktor-faktor yang mendorong manusia untuk hidup bermasyarakat perlu bergabung dangan individu lain atau kelompok. c).Hasrat berjuang Hasrat ini dapat kita lihat pada adanya persaingan, keingina membantah pendapat orang lain. Sehingga mereka mengadakan persatuan untuk mencapai tajuan, yaitu tujuan bersama.

    d).Hasrat harga diri

    Rasa harga diri merupakan hasrat pada seseorang untuk menganggap atau bertindak atas diri nya lebih tinggi dari pada orang lain, karena mereka ingin mendapat penghargaan yang selayaknya.

    e).Hasrat meniru Adalah hasrat untuk menyatakan secara diam-diam atau terang-terangan sebagian dari salah satu gajala atau tindakan.

    f).Hasrat bergaul Hasrat untuk bergabung dengan orang-orang tertentu, kelompok tertentu, atau masyarakat tertentu dalam suatu masyarakat.

    g). Hasrat untuk mendapat kan kebebasan

    Hasrat ini tampak jelas pada tindakan-tindakan manusia bila mendapat kekangan-kekagan atau pembatasan-pembatasan.

    h)Hasrat untuk memberitahukan

    Hasrat untuk menyampaikan perasaan-perasaan kepada orang lain biasanya disampaikan dengan suara atau isyarat

    i).Hasrat simpati

    Kesanggupan untuk dengan langsung turut merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain

    B. bagaimana mastarakat masa depan yang baik?

    Masyarakat merupakan gabungan dari individu-individu, oleh karena itu setiap idividu harus bisa menjadi masyarakat yang modern, dalam arti tanggap akan perubahan-perubahan zaman, untuk itu masyarakat harus bisa menguasai IPTEK yang semangkin hari semakin berkembang pesat.

    Untuk lebih jelas modernisasi adalah peroses perubahan masyarakat dan kebudayaan dalam seluruh aspeknya, dari sitem tradisional menuju ke sistem yang modern.

    Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain :

        perkembangan ilmu
        perkembangan teknologi
        perkembangan industri
        perkembangan ekonomi

    social change saat ini adalah gejala sosial yang dijumpai diseluruh dunia da tidak terbatas pada negara-negara berkembag saja, social change adalah perubahan sosial dalam pergaulan hidup manusia dan akibat-akibatnya terhadap pergaula hidup manusia itu sendiri. Perubahan tersebut telah menjadi fakta kehidupan manusia sejak dahulu kala, serta merupakan reaksi atas ransangan dari luar, perubahan tersebut dapat menimbulkan efek yang positif dan negatif.

    Kalua berbicara social change maka yang terpikirkan adalah social change abad ke 20 ini, yaitu akibat kelanjutan perubahan kemajuan ilmu-ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengunaannya oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pengunaanya telah mengakibatkan serta pengaruhnya terhadap sosial politik, eknomi, tetapi juga pada fsikis san susila terhadap masyarakat. Inti dari social change adalah demi kemajuan anggota-anggota masyarakat yang bersangkutan dan realisasi perubahan-perubahan tersebut memerlukan penyesuaian dan penguasaan angota dalam pergaulan hidup, terhadap keadaan yang baru itu.

    Proses perubahan masyarakat dan kebudayaan yang dikehendaki dan direncanakan, biasanya dinamakan modernisasi. Proses ini pada intinya berarti meningkatkan kemampuan dari masyarakat yang bersangkutan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya yang mencakup :

        kenutuhan akan sandang
        keselamatan terhadap harta benda dan jiwa
        kesempatan yang wajar untuk dihargai
        mendapat kasih sayang dari sesamanya
        kesempatan untuk dapat mengembangkan kemampuan atau potensi

    pada dasarnya, dalam pengertian modernisasi mencakup suatu transformasi total dari kehidupan yang tradisional atau pra modern dalam arti teknologi serta organisasi sosial kearah pola-pola ekonomis dan politis yang menandai negara-negara barat yang setabil. Modernisasi juga merupak bentuk sari perubahan sosial biasaya merupakan perubahan sosial yang terarah yang didasar pada suatu perencanaan yang biassanya dinamakan ’social planing’.


    Jumat, 21 September 2012

    Definisi Guru

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Pendidikan, Artikel Pengetahuan, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Guru
    link : Definisi Guru

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Guru - Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid, baik secara individual maupun klasikal, baik di sekolah maupun luar sekolah”. Ini berarti bahwa seorang guru, minimal harus memiliki dasar-dasar kompetensi sebagai wewenang dan kemampuan dalam menjalankan tugas. Berdasarkan uraian di atas, dapatlah dipahami bahwa kompetensi guru merupakan suatu kemampuan yang mutlak dimiliki oleh seorang guru, baik dari segi pengetahuan, keterampilan dan kemampuan serta tanggung jawab terhadap murid-murid yang di asuhnya,sehingga tugasnya sebagai seorang pendidik dapat terlaksana dengan baik.

    Definisi Guru menurut para ahli:

    Definisi Guru
    Definisi Guru menurut Noor Jamaluddin (1978: 1) - Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial dan individu yang sanggup berdiri sendiri.

    Definisi Guru menurut Peraturan Pemerintah - Guru adalah jabatan fungsional, yaitu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang PNS dalam suatu organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan keahlian atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri.

    Definisi Guru menurut Keputusan Men.Pan - Guru adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah.

    Definisi Guru menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 - Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.


    Kamis, 20 September 2012

    Definisi Kepribadian

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Ilmu, Artikel Pengetahuan, Artikel Sosiologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Definisi Kepribadian
    link : Definisi Kepribadian

    Baca juga


    September 2012

    Definisi Kepribadian - Setiap individu memiliki sifat yang unik. Satu orang dengan orang yang lain memiliki kepribadian yang berbeda. Kepribadian menunjuk pada pengaturan sikap-sikap seseorang untuk bertindak, berpikir, merasakan, cara berhubungan dengan orang lain, dan cara seseorang menghadapi masalah. Kepribadian sendiri terbentuk melalui proses sosialisasi yang panjang sejak kita dilahirkan. Kepribadian mencakup kebiasaan, sikap, dan sifat seseorang yang bisa berubah dan berkembang seiring proses sosialisasi yang dilakukan individu tersebut.

    A. Definisi Kepribadian Menurut Para Ahli

    Kepribadian sebenarnya adalah sebuah konsep yang sangat luas. Itulah mengapa definisi kepribadian yang disampaikan oleh satu ahli dengan ahli yang lain kadang berbeda. Namun perbedaan pendapat itulah yang nantinya akan melengkapi dan memperkaya pengetahuan kita mengenai konsep kepribadian. Berikut adalah pengertian atau definisi kepribadian yang disampaikan oleh beberapa ahli.

    Definisi Kepribadian
    Roucek dan Warren, dalam buku yang berjudul "Sociology an Introduction",  Roucek dan Warren mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku individu. Faktor-faktor biologis itu meliputi keadaan fisik, sistem saraf, watak, seksual, proses pendewasaan individu yang bersangkutan, dan kelainan-kelainan biologis lainnya. Adapun faktor psikologis meliputi unsur tempramen, perasaan, keterampilan, kemampuan belajar, keinginan, dan sebagainya. Faktor sosiologis yang mempengaruhi  kepribadian seorang individu dapat berupa proses sosialisasi yang ia peroleh sejak kecil.
        Koentjaraningrat, dalam bukunya yang berjudul "Pengantar Antropologi I", menyatakan bahwa kepribadian adalah susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan  seseorang.
        Yinger, mengatakan bahwa kepribadian adalah keseluruhan perilaku seseorang dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah perpaduan yang utuh antara sifat, sikap, pola pikir, emosi, dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu agar berbuat sesuatu yang benar sesuai dengan lingkungannya.
        Theodore M. Newcomb, adalah seorang ahli sosiologi berkebangsaan Amerika Serikat. Ia menyatakan bahwa kepribadian adalah organisasi sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya. Hal ini berarti bahwa kepribadian menunjukkan organisasi dari sikap-sikap seorang individu untuk berbuat, mengetahui, berpikir, dan merasakan secara khusus apabila ia berhubungan dengan orang lain atau ketika ia menghadapi suatu masalah atau keadaan.
        M. A. W. Brower, berpendapat bahwa kepribadian adalah corak tingkah laku sosial seorang individu yang meliputi kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang.

    B. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kepribadian

    Kepribadian seseorang senantiasa berubah dan berkembang seiring dengan proses sosialisasi yang dilakukan orang tersebut. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian pada seseorang adalah sebagai berikut.

    1. Faktor Biologis


    Setiap orang pasti memiliki warisan biologis yang berbeda dengan orang yang lainnya. Warisan biologis dapat berupa bentuk fisik yang berbeda antara satu orang dengan orang lain, bahkan pada anak kembar sekalipun. Karakteristik fisik seseorang dapat menjadi salah satu faktor penentu perkembangan kepribadian sesuai dengan bagaimana ia memahami keadaan dirinya dan bagaimana ia diperlakukan dalam masyarakat.

    2. Faktor Geografis dan Kebudayaan Khusus

    Letak geografis yang berbeda akan menghasilkan jenis kebudayaan yang berbeda pula. Misalnya saja masyarakat pesisir yang menghasilkan kebudayaan nelayan, masyarakat pedesaan yang akan menghasilkan kebudayaan petani, dan kebudayaan masyarakat kota. Letak geografis ini sebenarnya hanya merupakan karakteristik kepribadian umum dari suatu masyarakat dan tidak semua warga masyarakat termasuk di dalamnya. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa kepribadian umum adalah kepribadian yang dimiliki oleh sebagian besar anggota kelompok masyarakat.

    3. Faktor Pengalaman Kelompok

    Sepanjang kehidupan seseorang, pasti ada kelompok-kelompok tertentu yang diserap gagasan-gagasan dan norma-normanya oleh seseorang. Kelompok keluarga adalah kelompok pertama yang akan dilalui oleh individu dan mungkin yang memiliki peranan paling penting bagi pembentukan kepribadian seseorang. Kelompok lain yang menjadi referensi individu dalam membentuk kepribadiannya adalah kelompok bermain. Peranan kelompok bermain ini akan semakin berkurang pengaruhnya seiring dengan pertambahnya usia seseorang.

    Selain keluarga dan kelompok bermain, kelompok mejemuk juga memiliki peranan yang cukup besar bagi pembentukan kepribadian seseorang. Kelompo mejemuk menunjuk pada kenyataan masyarakat yang sangat beraneka ragam. Bermacam-macam kelompok masyarakat ini mempunyai pendangan-pandangan yang berbeda dalam memandang nilai dan norma. Dalam keadaan perbedaan seperti ini, seorang individu hendaknya menentukan sendiri apa yang dianggapnya baik bagi dirinya sehingga tidak terhanyut dalam arus perbedaan yang terjadi dalam masyarakat majemuk tempatnya berada.

    4. Faktor Pengalaman Unik

    Dua orang yang hidup di lingkungan yang sama, belum tentu memiliki kepribadian yang sama. Hal tersebut disebabkan karena pengalaman yang pernah didapatkan oleh masing-masing individu selalu bersifat unik dan tidak ada seorangpun yang menyamainya. Itulah mengapa dua orang individu yang hidup pada lingkungkungan yang sama tidak akan menghasilkan kepribadian yang sama, bahkan pada seseorang yang lahir kembar sekalipun.


    Selasa, 18 September 2012

    Pendidikan Karakter

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kependidikan, Artikel Tulisanku, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Pendidikan Karakter
    link : Pendidikan Karakter

    Baca juga


    September 2012


    Di samping pembentukan intelektualitas, pembentukan karakter peserta didik sangatlah penting atau utama dalam pendidikan. Dikatakan demikian karena pada dasarnya pendidikan bertujuan mengembangkan potensi-potensi intelektual dan karakter peserta didik. Hal ini ditandaskan oleh berbagai pemikiran tentang pendidikan dan berbagai peraturan perundang-undangan tentang pendidikan. Sebagai contoh, beberapa puluh tahun lalu Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan Indonesia, telah menandaskan secara eksplisit bahwa Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelec) dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita” (Karya Ki Hadjar Dewantara Buku I: Pendidikan). 

    Demikian juga laporan Delors untuk pendidikan Abad XXI, sebagaimana tercantum dalam buku Pembelajaran: Harta Karun di Dalamnya, menegaskan bahwa pendidikan Abad XXI bersandar pada empat tiang pembelajaran sejagat (four pillar of learning), yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be. Dalam pada itu, dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ditegaskan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab

    Selanjutnya, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional dan Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan juga terpapar secara tersurat berbagai kompetensi yang bersangkutan dengan karakter di samping intelektualitas. Contoh-contoh di atas telah mengamanatkan bahwa sesungguhnya pendidikan bertugas membangun intelektualitas dan karakter. Dalam hubungan ini pendidikan nasional Indonesia bertugas membangun atau membentuk karakter bangsa Indonesia.

    Isi (content, subject matter) pendidikan karakter bangsa bersangkutan dengan konsep tentang karakter. Apakah karakter itu? Dalam bahasa Indonesia, istilah karakter sepadan dengan istilah watak dan pekerti – watak merujuk pada personalitas dan pekerti merujuk pada sosialitas manusia. Istilah karakter berasal dari istilah Yunani charassein yang berarti “mengukir corak yang tetap dan tidak terhapuskan”. Menurut Ki Hadjar Dewantara – seorang tokoh pendidikan nasional yang sangat terkemuka Indonesia – karakter atau watak adalah “paduan segala tabiat manusia yang bersifat tetap sehingga menjadi tanda yang khusus untuk membedakan orang yang satu dengan yang lain”. Oleh karena itu, lanjut Dewantara, karakter itu merupakan “imbangan antara hidup batin seseorang dengan segala perbuatan lahirnya; oleh karena itu, seolah-olah menjadi lajer atau sendi dalam hidupnya, yang selalu mewujudkan sifat atau perangai yang khusus bagi masing-masing manusia. Hal ini menunjukkan bahwa karakter merupakan keseluruhan sifat kejiwaan, kepribadian, dan akhlak atau budi pekerti yang membedakan seorang manusia dengan manusia lainnya. 

    Bisa disimpulkan, karakter adalah keseluruhan sifat manusia yang meliputi kemampuan, kebiasaan, kesukaan, perilaku, potensi, nilai, dan pola pikir seorang manusia. Pada zaman sekarang, manusia berkarakter kuat lazimnya memiliki ciri-ciri :
    1. keimanan dan ketakwaan yang baik
    2. spiritualitas yang kuat
    3. emosionalitas yang mantap
    4. kedisiplinan yang tinggi
    5. sikap dan tindakan yang adil 
    6. keberanian bertanggung jawab yang tinggi
    7. kemampuan menghargai dan menghormati orang lain
    8. orientasi pada keunggulan dan kesempurnaan
    9. kemampuan bekerja sama dengan pihak lain
    10. sikap dan perilaku demokratis dan hak asasi
    11. sikap dan perilaku yang mengutamakan kebenaran.
    Apakah karakter seseorang menjadi kuat seperti tersebut atau lemah dibentuk oleh “dasar yang telah kena pengaruhnya ajar”, kata Dewantara. Jadi, karakter seseorang dibentuk dan dikembangkan oleh pendidikan; dalam hal ini karakter bangsa Indonesia dibentuk dan dikembangkan oleh pendidikan nasional (Indonesia).

    Kualitas karakter seseorang atau manusia dapat menentukan martabat dan adab seorang manusia; kualitas karakter sebuah bangsa akan menentukan martabat dan adab sebuah bangsa tersebut. Jika seorang atau sekelompok manusia memiliki kualitas karakter yang kuat, maka dia atau mereka akan menjadi manusia bermartabat dan beradab. Sebaliknya, jika seorang atau sekelompok manusia memiliki kualitas karakter, maka dia atau mereka dianggap tidak atau kurang bermartabat dan beradab. Hal ini menunjukkan bahwa karakter menjadi prasyarat yang harus ada – conditio sine qua non – manusia yang bermartabat. Manusia bermartabat dan beradab di sini adalah seorang atau sekelompok manusia yang disegani, dihormati, dijunjung, diperhitungkan, dan diakui ke­berad­aannya oleh pihak lain atau manusia lain. 

    Di samping itu, manusia bermartabat dan beradab senantiasa didengar pendapat-pendapatnya, dirujuk tindakan-tindakannya, dan diteladani segala perilakunya oleh manusia lain atau bangsa lain. Dalam masa sekarang, manusia atau kelompok manusia (baca: bangsa) bermartabat dan beradab itu antara lain memiliki ciri sebagai berikut :
    1. memiliki keimanan dan ketakwaan serta ahklah yang kuat
    2. memiliki kemampuan, keberanian, kejujuran, dan ketulusan untuk menyatakan segala kebenaran demi kemaslahatan manusia lain
    3. memiliki kedaulatan, kemandirian, keberdikarian, keindependenan, dan daya saing positif dari pihak lain atau manusia lain
    4. memiliki keberdayaan, keberkuasaan, kekuatan, dan kemampuan menentukan na­sib sendiri baik secara politis, ekonomis maupun sosial budaya
    5. memiliki kemampuan memelopori dan mendorong kerja sama dan hubungan antar-manusia
    6. memiliki kemantapan, ketahanan, dan kelenturan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi
    7. menguasai ilmu, teknologi, dan ekonomi yang berarti dan berguna bagi peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh warga manusia dan dunia
    8. mampu memberikan sumbangan (kontribusi) penting bagi dunia dan kawasan tertentu, misal­nya perdamaian dunia dan kemajuan dunia
    9. mampu mewujudkan keadilan, kemakmuran, demokrasi, dan hak asasi manusia baik bagi siapa saja. 
    Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa manusia bermartabat dan beradab selalu bermodalkan karakter yang kuat yang bermaslahat bagi manusia lain dan kehidupan bersama. 

    Atas dasar paparan tersebut di atas dapat dikatakan bahwa pada dasarnya isi pendidikan karakter bangsa (Indonesia) berkenaan dengan nilai-nilai dan norma-norma budaya, etis-moral, spiritual, dan filosofis serta estetis bangsa Indonesia yang positif dan konstruktif agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang baik dan kuat di tengah bangsa-bangsa lain. Secara komprehensif, hal tersebut bermatra (berdimensi) kognitif, afektif dan psikomotoris; atau pemikiran, perasaan dan perilaku. 

    Maksudnya, nilai-nilai dan norma-norma budaya (etis-moral, spiritual, filosofis dan estetis) yang menjadi dasar karakter bangsa Indonesia mewujud atau mengejawantah dalam pemikiran, perasaan dan perilaku; dalam kognisi, afeksi dan psikomotor bangsa Indonesia. Nilai dan norma budaya yang menjadi anasir atau komponen karakter bangsa Indonesia yang penting adalah :
    • keimanan
    • ketakwaan
    • keakhlak-mulian
    • kejujuran
    • keadilan
    • kepedulian
    • ke-menghargai-an (respect)
    • kecakapan
    • keahlian
    • ke-fair-an (fairness)
    • kedisiplinan
    • integritas
    • kebertanggungjawaban
    • kegotongroyongan
    • kekreatifan-keinovatifan
    • kemandirian
    • kewarganegaraan demokratis
    • orientasi keunggulan
    • kecintaan kepada negara dan bangsa Indonesia. 
    Nilai-nilai dan norma-norma tersebut masih dapat ditambah berdasarkan kearifan lokal Indonesia sekaligus kecenderungan global yang diperlukan oleh bangsa Indonesia supaya bermartabat dan beradab, misalnya orientasi pada gaya hidup produktif (bukan konsumtif), tenggang rasa (tepa salira, toleransi), dan ke-tolong-menolong-an.


    Oleh : Djoko Saryono


    Pengertian Nilai, Moral, dan Norma

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kependidikan, Artikel Tulisanku, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Pengertian Nilai, Moral, dan Norma
    link : Pengertian Nilai, Moral, dan Norma

    Baca juga


    September 2012



    Pengertian nilai, menurut Djahiri (1999), adalah harga, makna, isi dan pesan, semangat, atau jiwa yang tersurat dan tersirat dalam fakta, konsep, dan teori, sehingga bermakna secara fungsional. Disini, nilai difungsikan untuk mengarahkan, mengendalikan, dan menentukan kelakuan seseorang, karena nilai dijadikan standar perilaku. Sedangkan menurut Dictionary dalam Winataputra (1989), nilai adalah harga atau kualitas sesuatu. Artinya, sesuatu dianggap memiliki nilai apabila sesuatu tersebut secara instrinsik memang berharga. 

    Pendidikan nilai adalah pendidikan yang mensosialisasikan dan menginternalisasikan nilai-nilai dalam diri siswa. PKn SD merupakan mata pelajaran yang berfungsi sebagai pendidikan nilai, yaitu mata pelajaran yang mensosialisasikan dan menginternalisasikan nila-nilai pancasila/ budaya bangsa seperti yang terdapat pada kurikulum PKn SD. Pelaksanaan pendidikan nilai selain dapat melalui taksonomi Bloom dkk, dapat juga menggunakan jenjang afektif (Kratzwoh, 1967), berupa penerimaan nilai (receiving), penaggapan nilai (responding), penghargaan nilai (valuing), pengorganisasi nilai (organization), karaterisasi nilai (characterization). 

    Contoh : Nilai benda kayu jati dianggap tinggi, sehingga kayu jati memiliki nilai jual lebih mahal daripada kayu kamper atau kayu lainnya. Secara instrinsik kayu jati adalah kayu yang memiliki kualitas yang baik, tangguh, tidak mudah kropos, dan lebih kuat daripada jenis kayu yang lain seperti kamper. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika kayu jati, menurut pandangan masyarakat khususnya pemborong, nilainya mahal.

    Dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara, nilai pancasila merupakan standar hidup bangsa yang berideologi pancasila. Nilai ini sudah pernah dikemas dan disosialisasikan melalui P4 (Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila), dan dianjurkan disekolah-sekolah sebagaimana telah dibahas di muka. Anda hendaknya sadar bahwa secara historis, nilai pancasila digali dari puncak-puncak kebudayaan, nilai agama, dan adat istiadat bangsa Indonesia sendiri, bukan dikulak dari negara lain. Nilai ini sudah ada sejak bangsa Indonesia lahir. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika pancasila mendapat predikat sebagai jiwa bangsa. 

    Nilai Pancasila yang digali dari bumi Indonesia sendiri merupakan pandangan hidup/panutan hidaup bangsa Indonesia. Kemudian, ditingkatkan kembali menjadi Dasar Negara yang secara yuridis formal ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, yaitu sehari setelah Indonesia merdeka. Secara spesifik, nilai Pancasila telah tercermin dalam norma seprti norma agama, kesusilaan, kesopanan, kebiasaan, serta norma hukum. Dengan demikian, nilai Pancasila secara individu hendaknya dimaknai sebagai cermin perilaku hidup sehari-hari yang terwujud dalam cara bersikap dan dalam cara bertindak. 

    Berdasarkan uraian di muka dapat disimpulkan bahwa pengertian dan makna nilai adalah suatu bobot/kualitas perbuatan kebaikan yang mendapat dalam berbagai hal yang dianggap sebagai sesesuatu yang berharga, berguna, dan memiliki manfaat. Dalam pembelajaran PKn SD, nilai sangat penting untuk ditanamkan sejak dini karena nilai bermanfaat sebagai standar pegangan hidup. 

    Pengertian moral, menurut Suseno (1998) adalah ukuran baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat, dan warga negara. Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadaikan anak manusia bermoral dan manusiawi. Sedangkan menurut Ouska dan Whellan (1997), moral adalah prinsip baik-buruk yang ada dan melekat dalam diri individu/seseorang. Walaupun moral itu berada dalam diri individu, tetapi moral berada dalam suatu sistem yang berwujut aturan. Moral dan moralitas memiliki sedikit perbedaan, karena moral adalah prinsip baik-buruk sedangkan moralitas merupakan kualitas pertimbangan baik-buruk. Dengan demikian, hakekat dan makna moralitas bisa dilihat dari cara individu yang memiliki moral dalam mematuhi maupun menjalankan aturan. 

    Ada beberapa pakar yang mengembangkan pembelajaran nilai moral, dengan tujuan membentuk watak atau karakteristik anak. Pakar-pakar tersebut diantaranya adalah Newman, Simon, Howe, dan Lickona. Dari beberapa pakar tersebut, pendapat Lickona yang lebih cocok diterapkan untuk membentuk watak/karater anak. Pandangan Lickona (1992) tersebut dikenal dengan educating for character atau pendidikan karakter/watak untuk membangun karakter atau watak anak. Dalam hal ini, Lickona mengacu pada pemikiran filosofi Michael Novak yang berpendapat bahwa watak/ karakter seseorang dibentuk melalui tiga aspek yaitu, moral knowing, moral feeling, dan moral behavior, yang satu sama lain saling berhubungan dan terkait. Lickona menggarisbawahi pemikiran Novak. Ia berpendapat bahwa pembentukan karakter/watak anak dapat dilakukan melalui tiga kerangka pikir, yaitu konsep moral(moral knowing), sikap moral(moral feeling), dan prilaku moral(moral behavior). Dengan demikian, hasil pembentukan sikap karekter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral.

    Pemikiran Lickona ini mengupayakan dapat digunakan untuk membentuk watak anak, agar dapat memiliki karater demokrasi. Oleh karena itu, materi tersebut harus menyentuh tiga aspek teori (Lickona), seperti berikut.

    Konsep moral (moral knowing) mencakup kesadaran moral (moral awarness), pengetahuan nilai moral (knowing moral value), pandangan ke depan (perspective talking), penalaran moral (reasoning), pengambilan keputusan (decision making), dan pengetahuan diri (self knowledge).

    Sikap moral (moral feeling) mencakup kata hati (conscience), rasa percaya diri (self esteem), empati (emphaty), cinta kebaikan (loving the good), pengendalian diri (self control), dan kerendahan hati (and huminity). 

    Prilaku moral (moral behavior) mencakup kemampuan (compalance), kemauan (will) dan kebiasaan (habbit). 

    Berdasarkan uraian di muka, dapat disimpulkan bahwa pengertian moral/ moralitas adalah suatu tuntutan prilaku yang baik yang dimiliki individu sebagai moralitas, yang tercermin dalam pemikiran/konsep, sikap, dan tingkah laku. Dalam pembelajaran PKn, moral sangat penting untuk ditanamkan pada anak usia SD, karena proses pembelajaran PKn SD memang bertujuan untuk membentuk moral anak, yaitu moral yang sesuai dengan nilai falsafah hidupnya. 

    Pengertian norma adalah tolok ukur/alat untuk mengukur benar salahnya suatu sikap dan tindakan manusia. Normal juga bisa diartikan sebagai aturan yang berisi rambu-rambu yang menggambarkan ukuran tertentu, yang di dalamnya terkandung nilai benar/salah. Norma yang berlaku dimasyarakat Indonesia ada lima, yaitu (1) norma agama, (2) norma susila, (3) norma kesopanan, (4) norma kebiasan, dan (5) norma hukum, disamping adanya norma-norma lainnya.

    Pelanggaran norma biasanya mendapatkan sanksi, tetapi bukan berupa hukuman di pengadilan. Menurut anda apa sanksi dari pelanggaran norma agama? Sanksi dari agama ditentukan oleh Tuhan. Oleh karena itu, hukumannya berupa siksaan di akhirat, atau di dunia atas kehendak Tuhan. Sanksi pelanggaran/ penyimpangan norma kesusilaan adalah moral yang biasanya berupa gunjingan dari lingkungannya. Penyimpangan norma kesopanan dan norma kebiasaan, seperti sopan santun dan etika yang berlaku di lingkungannya, juga mendapat sanksi moral dari masyarakat, misalnya berupa gunjingan atau cemooh. Begitu pula norma hukum, biasanya berupa aturan-aturan atau undang-undang yang berlaku di masyarakat dan disepakati bersama.

    Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa norma adalah petunjuk hidup bagi warga yang ada dalam masyarakat, karena norma tersebut mengandung sanksi. Siapa saja, baik individu maupun kelompok, yang melanggar norma dapat hukuman yang berwujud sanksi, seperti sanksi agama dari Tuhan dan dapartemen agama, sanksi akibat pelanmggaran susila, kesopanan, hukum, maupun kebiasaan yang berupa sanksi moral dari masyarakat.


    Selasa, 11 September 2012

    Bimbingan Anak SD

    September 2012 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul September 2012, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kependidikan, Artikel Tulisanku, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

    Judul : Bimbingan Anak SD
    link : Bimbingan Anak SD

    Baca juga


    September 2012


    Masalah Anak SD
    Dalam perkembangan siswa sekolah dasar terdapat berbagai masalah yang muncul. Pada dasarnya dari setiap jenis-jenis masalah, cenderung bersumber dari faktor-faktor yang melatarbelakanginya (penyebabnya). Pada garis besarnya permasalahan pada siswa sekolah dasar dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori yaitu:
    1. Faktor-faktor Internal (faktor-faktor yang berada pada diri murid itu sendiri)
      • Gangguan secara fisik, seperti kurang berfungsinya organ-organ perasaan, alat bicara, gangguan panca indra, cacat tubuh, serta penyakit bawaan (alergi, asma, dan sebagainya).
      • Ketidakseimbangan mental (adanya gangguan dalam fungsi mental), seperti menampakkan kurangnya kemampuan mental, taraf kecerdasannya cenderung kurang.
      • Kelemahan emosional, seperti merasa tidak aman, kurang bisa menyesuaikan diri (maladjustment ), tercekam rasa takut, benci, dan antipati serta ketidakmatangan emosi.
      • Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap salah seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran sekolah, malas dalam belajar, dan sering bolos atau tidak mengikuti pelajaran.
    2. Faktor Eksternal (factor-faktor yang timbul dari luar diri individu)
      • Sekolah, antara lain:
        • Sifat kurikulum yang kurang fleksibel.
        • Terlalu berat beban belajar (murid) dan mengajar (guru).
        • Metode mengajar yang kurang memadai.
        • Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar.
      • Keluarga (rumah):
      • Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis.
      • Sikap orang tua yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya.
      • Keadaan ekonomi.

    Pengertian Bimbingan dan Konseling SD

    Bimbingan itu sendiri dapat diartikan suatu bagian integral dalam keseluruhan program pendidikan yang yang mempunyai fungsi positif, bukan hanya suatu kekuatan kolektif.  Proses yang terpenting dalam pentingnya bimbingan adalah proses penemuan diri sendiri. Hal tersebut akan membantu anak mengadakan penyesuaian terhadap situasi baru, mengembangkan kemampuan anak untuk memahami diri sendiri dan menerapkannya dalam situasi mendatang. Bimbingan bukan lagi suatu tindakan yang bersifat hanya mengatasi setiap krisis yang dihadapi oleh anak, tetapi juga merupakan suatu pemikiran tentang perkembangan anak sebagai pribadi dengan segala kebutuhan, minat dan kemampuan yang harus berkembang.
    Menurut Prayitno (1997:106), konseling adalah proses pemberian layanan bimbingan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi oleh klien.
    Menurut Mungin Eddy Wibowo(1986:39), konseling merupakan upaya bantuan yang diberikan kepada seseorang supaya dia memperoleh konsep diri dan kepercayaan pada diri sendiri, untuk dimanfaatkan olehnya dan memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang.
    Bimbingan konseling dapat juga dikatakan sebagai pengembangan diri yang merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah atau madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.
    Kegiatan pengembangan diri berupa pelayanan konseling difasilitasi atau dilaksanakan oleh konselor, dan kegiatan ekstra kurikuler dapat dibina oleh konselor, guru dan atau tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangnya. Pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling dan kegiatan ekstra kurikuler dapat mengembangkan kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

    Fungsi Bimbingan Konseling
    1. Fungsi Bimbingan Konseling secara umum
      • Fungsi Penyaluran (distributif)
        • Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri-ciri kepribadiannya. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar, dan lain-lain.
      • Fungsi Penyesuaian (adjustif)
        • Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal.
      • Fungsi Adaptasi (adaptif)
        • Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat.
    2. Fungsi Bimbingan Konseling secara khusus
      • Fungsi Pemahaman
        • Pemahaman tentang klien (identitas individu, pendidikan, cita-cita, dan prestasi).
        • Pemahaman masalah klien adalah usaha untuk membantu klien agar dapat memahami masalah yang dialaminya. Pemahamn terhadap masalah akan mempermudah klien unutk dapat menyelesaikan masalahnya.
        • Pemahaman terhadap lingkungan adalah usaha membantu klien untuk dapat memahami lingkunga di luar rumah seperti lingkungan masyarakat dan lingkunga sekolah. Untuk hal ini individu perlu mendapatkan informasi yang akurat.
      • Fungsi Pencegahan
        • Pencegahan adalah usaha untuk mempengaruhi individu dengan cara positif dan bijaksana terhadap suatu masalah, sebelum masalah yang sebenarnya terjadi.
        • Fungsi Pengentasan
        • Pengentasan masalah klien didasarkan pada teori atau pendekatan yang dimiliki oleh masing-masing konselor.
      • Fungsi Pemeliharaan
        • Pemeliharaan yaitu fungsi untuk membantupeserta didik memelihara berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
      • Fungsi Pengembangan
        • Pengembangan yaitu fungsi untuk membantu peserta didik menumbuh- kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
      • Fungsi Advokasi
        • Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau keentingannya yang kurang mendapat perhatian.


    Prinsip-prinsip Bimbingan Konseling SD
    1. Prinsip Umum Bimbingan Konseling
      • Diperuntukan bagi semua individu
      • Bersifat individual
      • Melakukan hal yang positif
      • Merupakan usaha bersama
      • Pengambilan keputusan
      • Berlangsung dalam berbagai setting kehidupan 
    2. Prinsip Khusus Bimbingan Konseling
      • Ditujukan bagi semua siswa
      • Membantu kematangan
      • Berkelanjutan
      • Berorientasi pada tujuan
      • Pengambilan keputusan
      • Berorientasi pada masa depan

    Pelaksanaan Pelayanan Bimbingan Konseling SD
    1. Pelaksana pelayanan konseling di SD/MI/SDLB pada dasarnya adalah guru kelas yang melaksanakan layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, dan penguasaan konten dengan menginfusikan materi layanan tersebut ke dalam pembelajaran, serta untuk peserta didik kelas IV, V, dan VI dapat diselenggarakan layanan konseling perorangan, bimbingan kelompok, dan konseling kelompok.
    2. Pada SD/MI/SDLB atau sejumlah SD/MI/SDLB dapat diangkat seorang konselor untuk menyelenggarakan pelayanan konseling.

      Pengertian Jenis-jenis Pelayanan Bimbingan Konseling SD
      1. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
      2. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
      3. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
      4. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
      5. Konseling Perorangan, yaitu lsayanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
      6. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
      7. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
      8. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
      9. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.