Senin, 28 November 2016

Pengertian Umum Metabolisme dan Proses Metabolisme

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Metabolisme dan Proses Metabolisme
link : Pengertian Umum Metabolisme dan Proses Metabolisme

Baca juga


November 2016

Secara Umum Metabolisme adalah suatu proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Proses metabolisme adalah pertukaran zat atau organisme dengan lingkungannya. Istilah Metabolisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata metabole yang berarti perubahan. Sehingga dapat dikatakan bahwa metabolisme adalah makhluk hidup mendapat, mengolah dan mengubah suatu zat melalui proses kimiawi untuk mempertahankan hidupnya. Metabolisme terbagi atas beberapa jenis berdasarkan dua arah lintasan metabolic antara lain sebagai berikut.

Proses Metabolisme

Dalam tubuh terdapat 3 proses metabolisme yang utama antara lain sebagai berikut... 

1. Proses Metabolisme Karbohidrat
Metabolisme berlangsung dalam organisme secara mekanis dan kimiawi. Metabolisme terdiri dari dua proses yaitu anabolisme sebagai pembentukan molekul dan katabolisme sebagai penguraian molekul. Proses metabolisme karbohidrat, Makanan dicerna, kemudian karbohidrat mengalami proses hidrolisis atau penguraian dengan menggunakan molekul air yang mengurai polisakarida menjadi monosakarida. Disaat makanan dikunyah, makanan akan bercampur air liur yang mengandung enzim ptialin (suatu a amilase yang disekresikan oleh kelenjar parotis di dalam mulut). Enzim ini menghidrolisis pati (salah satu polisakarida) menjadi maltosa dan gugus glukosa kecil dengan terdiri dari 3-9 molekul glukosa. Makanan dalam waku singkat berada dalam mulut dengan terdapat tidak lebih 3-5% dari pati yang telah terhidrolisis sewaktu makanan ditelan. 
Ptialin dapat berlangsung terus menerus memecah makanan menjadi maltosa selama 1 jam setelah makanan memasuki lambung disaat isi lambung bercampur dengan zat yang disekresikan oleh lambung. Pada akhirnya aktivitas ptialin dihambat oleh zat asam yang diekskresikan oleh lambung. Hal tersebut dapat terjadi karena ptialin merupakan enzim amilase yang tidak aktif pada PH medium turun dibawah 4,0. Setelah makan dikosongkan dari lambung dan masuk ke duodenum (usu dua belas jari), makanan kemudian akan bercampur dengan getah pankreas. Pati yang belum dipecah akan dicerna oleh amilase yang berfungsi sama dengan a-amilase pada air liur yaitu sebagai pemecah pati menajdi maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Namun, pati umumnya hampir sepenuhnya di ubah menjadi maltosa dan polimer glukosa kecil sebelum melewati lambung. Hasil akhir proses pencernaan adalah glukosa, fruktosa, galaktosa, manosa dan monosakarida lainnya. Senyawa-senyawa kemudian diabsorpsi melalui dinding usus dibawah ke hati oleh darah. 

2. Proses Metabolisme Protein

Pengertian Metabolisme dan Proses Metabolisme
Protein makanan, sebagian besar ada pada daging dan sayur-sayuran. Protein dicerna didalam lambung menggunakan enzim pepsin yang aktif pada pH 2-3. Pepsin dapat mencerna semua jenis protein dalam makanan yang mencerna kolagen. Kolagen adalah bahan dasar yang utama dalam jaringan ikat pada kulit dan tulang rawan. Mulai dari proses pencernaan protein, pepsin meliputi 10-30% dari pencernaan protein total. Pada proses ini, pemecahan protein merupakan proses hidrolisis pada rantai polipeptida. 

Proses pencernaan protein sebagian besar terjadi di usus dengan bentuk yang telah beruah yaitu proteosa, pepton, dan polipeptida besar. Setelah memasuki usus, produk-produk yang telah pecah sebagian besar akan bercampur dengan enzim pankreas dibawah pengaruh enzim proteolitik seperti tripsin, kimotripsin, dan peptidase. Baik tripsin maupun kimotripsin memecah molekul protein menjadi polipeptida kecil. Kemudian peptidase melepas asam-asam amino. 

Asam amino yang ada didalam darah bersumber dari penyerapan melalui dinding usus, hasil penguraian protein dalam sel, dan hasil protein sintetis asam amino dalam sel, dan hasil sintetis asam amino dalam sel. Asam amino yang disentetis dalam sel maupun yang dihasilkan dari proses penguraian protein dalam hati kemudian dibawah darah untuk digunakan dalam jaringan. Pada hal ini, hati berfungsi sebagai pengatur konsentrasi asam amino dalam darah. 

Kelebihan protein tidak disimpan dalam tubuh, melainkan akan dirombak dalam hati menjadi senyawa yang mengandung unsur N, seperti NH3 (amonia) dan NH4OH (amonium hidroksida), serta senyawa yang tidak mengandung unur N. Senyawa mengandung unsur N disentesis menjadi urea. Pembentukan urea yang berlangsung dalam hati karena sel-sel hati dapat menghasilkan enzim arginase. Urea yang dihasilkan tidak dibutuhkan oleh tubuh, sehingga diangkut bersama zat-zat lainnya menuju ginjal, lalu dikeluarkan melalui urin. Sebaliknya terjadi, pada senyawa yang tidak mengandung unsur N disentetis kembali menjadi bahan baku karbodihdrat dan lemak, sehingga dapat dioksidasi dalam tubuh agar menghasilkan energi. 

3. Proses Metabolisme Lemak

Pengertian Metabolisme dan Proses Metabolisme
Pencernaan lemak terjadi dalam usus, karena usus mengandung enzim lipase. Proses metabolisme lemak adalah lemak keluar dari lambung, masuk ke usus dengan menimbulkan ransangan terhadap hormon kolesistokinin. Hormon ini menyebabkan kantung empedu berkontraksi dengan mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Dalam empedu terdapat garam empedu berperan mengemulsikan lemak. Emulsi lemak adalah pemecahan lemak yang berukuran besar menjadi butiran lemak berukuran lebih kecil. Lemak berukuran lebih kecil adalah trigeliserida yang teremulsi berperan memudahkan hidrolisis lemak oleh lipase dari hasil pankreas. Lipase pankreas akan menghidrolisis lemak teremulsi menjadi campuran asam lemak dan monogliserida (gliserida tnggal). Pengeluaran cairan pankreas dirancang oleh hormon sekretin yang berperan dalam meningkatkan jumlah senyawa penghantar listrik (elektrolik) dan cairan pankreas serta pankreoenzim dengan peran merangsang pengeluaran enzim-enzim dalam cairan pankreas. 

Sekitar 70% absorpsi hasil pencernaan lemak terjadi dalam usus halus. Asam lemak dan monogliserida di absorpsi melalui sel-sel mukosa yang terdapat pada dinding usus, kemudian keduanya diubah kembali menjadi lemak trigliserida berbentuk partikel-partikel kecil. Jaringan lemak saat dibutuhkan, timbunan lemak kemudian diangkut menuju hati. 

Jenis-Jenis Metabolisme 

  • Katabolisme adalah penguraian suatu zat ke partikel yang lebih kecil untuk diubah menjadi energi 
  • Anabolisme adalah reaksi untuk merangkai senyawa organik yang berasal dari molekul-molekul tertentu untuk diserap oleh tubuh. 

Fungsi Proses Metabolisme

Proses metabolisme memiliki fungsi bagi makhluk hidup antara lain sebagai berikut... 
  • Untuk mendapatkan energi kimia berupa ATP, hasil dari degradasi zat-zat makanan kaya energi yang berasal dari lingkungan 
  • Sebagai pengubah molekul zat-zat makanan (nutrisi) menjadi perkursor unit pembangun bagi biomolekul sel
  • Sebagai penyusun unit-unit pembangun menjadi protein, asam nukleat, lipida, polisakarida, dan komponen sel lain. 
  • Sebagai pembentuk dan perombak biomolekul
Pustaka:
Aryulina, Diah; Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, Endang Widi Winarni (2007). Biologi 3 SMA dan MA Untuk Kelas XII. Jakarta: Esis/Erlangga


Kamis, 24 November 2016

Pengertian Hormon dan Fungsi Hormon

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Hormon dan Fungsi Hormon
link : Pengertian Hormon dan Fungsi Hormon

Baca juga


November 2016

Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan (lihat artikel hormon tumbuhan), memproduksi hormon.
Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sell untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan memengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein seluler, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.
Pada hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar endokrin vertebrata. Walaupun demikian, hormon dihasilkan oleh hampir semua sistem organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul hormon dilepaskan langsung ke aliran darah, walaupun ada juga jenis hormon - yang disebut ektohormon (ectohormone) - yang tidak langsung dialirkan ke aliran darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel target.
Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.
Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada bagian tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau ujung akar) atau dalam tahap perkembangan pesat (buah yang sedang dalam proses pemasakan). Transfer hormon dari satu bagian ke bagian lain dilakukan melalui sistem pembuluh (xilem dan floem) atau transfer antarsel. Tumbuhan tidak memiliki kelenjar tertentu yang menghasilkan hormon.
Secara umum Pengertian Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh organ tubuh tertentu dari kelenjar endokrin yang berguna memacu fungsi organ tubuh tertentu. Semua organisme yang bersifat multiseluler termasuk manusia, hewan dan tumbuhan memproduksi hormon. Hormon memiliki peranan dalam mengendalikan proses pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, kekebalan, dan pola dari hidup manusia. 
Hormon diproduksi oleh kelenjar endokrin yang ada didalam tubuh, macam-macam kelenjar endokrin adalah kelenjar hipotalamus, kelenjar tiroid, kelenjar pankreas, kelenjar ovarium, kelenjar pencernaan, kelenjar hipofisis, kelenjar timus, kelenjar adrenal. Hormon tidak memiliki saluran sehingga pada sekresinya masuk pada aliran darah dengan mengikuti peredaran darah keseluruh tubuh, jika sampai ke organ tertentu, hormon akan merangsang terjadinya suatu perubahan. Perubahan tersebut biasanya terjadi pada waktu yang panjang seperti pertumbuhan dan pemasakan seksual, namun ada juga hormon yang memiliki waktu yang relatif pendek seperti kejadian menakutkan. Hormon memiliki banyak fungsi dan peranan. Fungsi hormon adalah sebagai berikut.



Fungsi Hormon
Hormon sangat bermanfaat karena dari fungsi yang dilakukan hormon pada organ tertentu. Fungsi hormon adalah sebagai berikut.
  • Mempengaruhi dalam metabolisme glukosa, protein dan lemak pada seluruh tubuh 
  • Mengendalikan tekanan darah 
  • Merangsang dalam pembentukan sel darah merah 
  • Mengendalikan dalam perkembangan ciri seksual dan sistem reproduksi 
  • Mengendalikan pembentukan dan pelepasan hormon oleh korteks adrenal 
  • Merangsang pembentukan dan pelepasan dari kelenjar tiroid 
  • Mempertahankan homeostasis (keseimbangan keadaan tubuh dengan lingkungan sekitarnya) 
Di dalam tubuh manusia terdapat 9 kelenjar endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon, yaitu hipotalamus, pituitari, pineal, tiroid, tiroid, paratiroid, kelenjar adrenal, pankreas, ovarium (pada wanita), dan testis (pada laki-laki).

1. Hipotalamus
Hipotalamus terletak di otak depan dan berfungsi penting dalam pengaturan homeostasis. Hipotalamus mempunyai sel-sel saraf khusus yang memproduksi neurohormon. Neurohormon ada yang berfungsi sebagai faktor pencetus dan ada pula yang berfungsi sebagai faktor penghambat. Hormon yang berperan sebagai faktor pencetus akan dihasilkan dan dibawa melalui pembuluh darah portahipotalamohipofisis menuju ke hipofisis. Jika hormon itu tiba di hipofisis, maka hipofisis akan mengeluarkan hormon yang sesuai.
  • Berikut ini adalah hormon yang dihasilkan hipotalamus beserta fungsinya: 
  • Hormon pencetus kortikotropin atau Corticotrophic Releasing Factor (CRF) à Merangsang lobus anterior hipofisis agar mensekresi Adenocorticotropic Hormone (ACTH) 
  • Hormon pencetus hormon pertumbuhan atau Growth Hormone Releasing Faktor (GRF) à Merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan Somatotrophic Hormone (STH) 
  • Hormon pencetus tirotropik atau Tyrotrophic Releasing Factor (TRF) à Merangsang lobus anterior agar mensekresi Thyroid Stimulating Hormone (TSH) 
  • Hormon pencetus hormon FSH atau Follicle Stimulating Hormone Releasing Factor (FRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi FSH (Follicle Stimulating Hormone) 
  • Hormon pencetus hormon LH atau Luteinizing Hormone Releasing Factor (LRF) à Merangsang lobus anterior mensekresi LH (Luteinizing Hormone) 
Neurohormon yang bekerja sebagai faktor penghambat, misalnya Prolactin Inhibiting Factor (PIF) berfungsi untuk menghambat pengeluaran prolaktin. Hipotalamus juga menghasilkan hormon yang bukan faktor pencetus. Hormon ini diangkut oleh neurit sel-sel neurosekresi ke dalam hipofisis bagian belakang. Hormon-hormon tersebut adalah vasopressin (mempengaruhi pengeluaran air pada urine) dan oksitosin (mempengaruhi kontraksi uterus).

2. Hipofisis (Kelenjar Pituitari)
Kelenjar hipofisis terletak di dasar otak besar. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi 3 bagian (lobus), yaitu bagi anterior, tengah, dan posterior. Lobus tengah hanya terdapat pada saat kita bayi, kemudian akan hanya tinggal sisa saat sudah beranjak dewasa. Kelenjar hipofisis memegang peranan penting dalam koordinasi kimia tubuh, sehingga kelenjar ini disebut “master of glands” karena sekresinya digunakan untuk mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lainnya. Kelenjar endokrin lain baru mensekresi hormon setelah mendapat kiriman sinyal (berupa hormon) dari kelenjar hipofisis.

3. Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal terletak di otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang bernama melatonin. Konsentrasi melatonin dalam darah naik-turun sesuai siklus diurnal. Kadar melatonin paling tinggi terjadi di malam hari sehingga membuat kita mengantuk; sedangkan pada siang hari kadarnya hanya sedikit. Kelenjar pineal diduga membantu mengatur siklus proses fisiologi siang dan malam sehingga mempengaruhi pola tidur, selera makan, dan suhu tubuh.

4. Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terdiri dari dua lobus yang terletak di sebelah kanan dan kiri trakea. Sekresi kelenjar tiroid diatur oleh sebuah hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis, yaitu hormon tirotropik. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang berfungsi mengatur reaksi metabolisme karbohidrat, mengatur penggunaan O2 dan CO2, mempengaruhi perkembangan tubuh dan mental.
Kekurangan hormon tiroksin pada masa anak-anak dapat menyebabkan kretinisme, yaitu terjadinya pertumbuhan kerdil dan kemunduran mental. Kekurangan homo tiroksin pada orang dewasa menyebabkan mixudema, dengan gejala proses metabolisme menurun, berat tubuh bertambah, gerakan lamban, berpikir dan berbicara lamban, kulit tebal, dan rambut rontok. Kelebihan tiroksin pada orang dewasa akan mengakibatkan penyakit “Grave’s disease” atau penyakit gondok eksoftalmus. Tanda-tanda penyakit tersebut adalah mata menonjol, mudah gugup, denyut nadi bertambah, mata lebar, nadi dan napas cepat serta tidak teratur, dan insomnia. Selain nafsu makan meningkat tetapi diiringi dengan menurunnya berat badan karena meningkatnya metabolisme dan gangguan pencernaan.
Tiroksin mengandung banyak iodin, kekurangan iodin dalam waktu lama dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan ini terjadi karena kelenjar harus bekerja keras agar produksi tiroksin terjamin. Akibatnya kelenjar gondok mengembang dan muncullah penyakit gondok. Penyakit ini sering dijumpai di daerah-daerah yang kekurangan iodin, misalnya daerah pegunungan atau daerah perbukitan. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung cukup iodin, misalnya ikan laut, atau menggunakan garam beriodin.

5. Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid)
Di setiap sisi kelenjar tiroid terdapat sepasang kelenjar kecil, yaitu kelenjar anak gondok atau disebut juga dengan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini berfungsi untuk menghasilkan hormon paratiroid untuk mengatur kandungan ion fosfat (PO4) dan ion kalsium (Ca) dalam darah dan tulang. Kerja hormon ini sinergis dengan vitamin D [baca juga : Pengertian dan Jenis-jenis Vitamin].
Jika seseorang mengalami defisiensi (kekurangan) hormon paratiroid akan mengakibatkan tetani, dengan gejala kejang pada tangan dan kaki, gelisah, susah tidur, dan merasa kesemutan.
Kebalikannya pula, kelebihan hormon ini akan mengakibatkan kelainan pula, yaitu menyebabkan kalsium dan fosforus dalam tulang akan dikeluarkan dan dialirkan ke dalam serum darah sehingga penderita akan mudah untuk mengalami patah tulang, serta dalam urine akan mengandung banyak kapur dan fosforus, sehingga memperbesar kemungkinan untuk menimbulkan batu ginjal yang jika sudah parah dapat mengakibatkan kegagalan ginjal

6. Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal)
Kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal) atau kelenjar suprarenal terletak di atas (kutub) setiap ginjal. Kelenjar ini terdiri dari bagian luar berwarna kekuningan yang disebut korteks dan bagian dalam yang disebut medula. Setiap bagian tersebut menghasilkan hormon yang berbeda,
  • Bagian Medula : Hormon adrenalin (epinefrin) à mempercepat kerja jantung, menaikkan tekanan darah, mempercepat pengubahan glikogen menjadi glukosa pada hati, menaikkan gula darah, dan mengubah glikogen menjadi asam laktat pada otot. Hormon noradrenalin (norepinefrin) à menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Biasanya adrenalin dan noradrenalin bekerja antagonis 
  • Bagian Korteks : Hormon Glukokortikoid (kortisol, kortikosteron) à menurunkan metabolisme hidrat arang dan lemak, meningkatkan metabolisme protein dan lemak, serta mengurangi kekebalan. Hormon Mineral kortikoid (aldosteron) à Regulasi Na+ dan K+, meningkatkan metabolisme hidrat arang, menahan Na+ dan Cl- dalam tubuh, dan regulasi air. 
Adrenalin berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa. Hormon adrenalin bekerja berlawanan dengan hormon insulin. Kedua hormon tersebut bekerja secara berlawanan, namun tujuannya sama yaitu mengatur kadar gula dalam darah agar tetap normal.
Apabila kita terkejut, maka hormon adrenalin akan dilepaskan yang mengakibatkan denyut jantung meningkat. Hormon adrenalin diedarkan ke seluruh tubuh untuk mengubah glikogen menjadi glukosa yang digunakan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan energi. Hormon adrenalin juga mengakibatkan saluran bronkiolus melebar, pupil mata melebar, kelopak mata terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.
Kurang berfungsinya kelenjar adrenal akan mengakibatkan penyakit Addison, yang mempunyai gejala kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntah, terasa sakit di dalam tubuh, dan meningkatnya pigmen melanin pada kulit. Hiperfungsi kelenjar adrenal mengakibatkan tumor kelenjar adrenal yang menyebabkan penyakit sindrom cushing dengan gejala yang terlihat badan gemuk, anggota gerak kurus, wajah seperti “bulan purnama”, adanya “punuk lembu” di punggung, dan perutnya menggantung. Kulit wajah juga memerah, hipertensi dan mudah stres.

7. Pankreas
Pada pankreas terdapat kelompok sel yang disebut dengan pulau Langerhans. Pulau Langerhans berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini membantu mengubah gula menjadi glikogen pada hati dan otot lurik. Kekurangan hormon ini akan mengakibatkan gula darah tidak dapat diubah menjadi glikogen untuk disimpan di dalam otot sehingga mengakibatkan timbulnya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon yang berfungsi menaikkan gula darah dengan mengubah glikogen menjadi glukosa.

8. Ovarium
Ovarium berbentuk seperti buah kenari dan terletak di kanan dan kiri uterus. Selain menghasilkan ovum (sel telur), ovarium juga menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkannya, yaitu estrogen dan progesteron.
Estrogen, dihasilkan oleh folikel Graff. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Fungsi hormon estrogen adalah merangsang pertumbuhan ciri-ciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual.
Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukan progesteron dirangsang oleh LH. Fungsi hormon ini adalah untuk memelihara kehamilan, perkembangan, dan pertumbuhan kelenjar air susu.

9. Testis
Testis adalah organ reproduksi laki-laki, berfungsi untuk menghasilkan spermatozoa dan hormon testosteron. Sekresi hormon ini dirangsang oleh LH. Sekresi hormon testosteron bertambah pada masa pubertas. Hormon testosteron berpengaruh terhadap perkembangan ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual.

Demikianlah artikel singkat tentang seputar Pengertian Hormon dan Fungsi Hormon. Semoga bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih.


Kamis, 17 November 2016

Pengertian Umum Sistem Ekonomi Komando | ciri-ciri serta kekurangan dan kelebihannya

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Ekonomi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Sistem Ekonomi Komando | ciri-ciri serta kekurangan dan kelebihannya
link : Pengertian Umum Sistem Ekonomi Komando | ciri-ciri serta kekurangan dan kelebihannya

Baca juga


November 2016

Sistem Ekonomi Komando kadang di kenal juga dengan Sistem Ekonomi Terpusat atau Terpimpin. Sistem Ekonomi Komando merupakan sistem ekonomi yang segala sesuatunya tentang ekonomidiatur oleh pemerintah pusat. hal ini bermakna pemerintahan menentukan jenis dan jasa apa yang akan diproduksi, menggunakan metode atau cara apa barang serta jasa tersebut dibuat sampai siapa yang akan mengkonsumsi barang dan jasa tersebut. Sehingga dalam sistem ini, pemerintah akan lebih mudah mengendalikan inflasi, masalah pengangguran, serta masalah ekonomi lainya. Kesimpulanya semua pergerakan ekonomi berada di tangan pemerintah. Tidak jelas siapa yang pertama kali menggunakan sistem ekonomi komando, namun VOC telah menggunakan sistem ini sebelum Karl Max mencetuskan. (1830-1870).
Secara Umum Pengertian sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi yang segala sesuatunya diatur oleh pemerintah pusat. Sistem ekonomi komando ini disebut juga dengan sistem ekonomi terpusat. atau desentralisasi. Dalam sistem komando, jumlah dan jenis barang yang harus diproduksi ditentukan oleh pemerintah. Pemerintah mengatur dan merencakanan alternatif penggunaan faktor produksi yang terbatas, misalnya, jika pada masa tertentu dibutuhkan banyak mesin traktor, maka faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang lain (misalnya mobil) dialihkan untuk memproduksi traktor. Biasanya pada sistem ekonomi komando dibentuk badan perencana ekonomi pusat.
Badan itu akan menentukan jenis dan jumlah barang-barang yang harus dihasilkan oleh berbagai unit produksi yang ada dalam negara itu. Oleh karna itu, sistem komando memungkinkan pemerintah untuk menyusun dan menyelenggarakan program-program besar bersifat massal. Dalam sistem ini pemerintah mempunyai kekuasaan yang besar terhadap faktor-faktor produksi karena sebagian besar modal dan alat produksi lainnya dimiliki pemerintah. Seluruh dalam kegiatan ekonomi diatur dan dikendalikan oleh pemegang kekuasaan (pemerintah). Pemerintah mendata kebutuhan-kebutuhan dari masyarakatnya dan mengatur penggunaan alat-alat pemuas kebutuhan, produksi, dan pendistribusiannya. 
Kegiatan-kegiatan pemerintah tidak selalu didasarkan pada usaha untuk mencari keuntungan atau mencapai tingkat efisiensi yang tinggi. Keadaan ini memungkinkan pemerintah untuk menggunakan semua tenaga kerja yang terdapat dalam perekonomian dan mentolerir adanya pengangguran tersamar atau orang yang bekerja hanya beberapa jam sehari. Dengan demikian, pada sistem komando, pengangguran dapat dihapuskan dan distribusi pendapatan lebih mudah disesuaikan dengan yang dikehendaki.


1. Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Komando
Dalam sistem ekonomi komando ini pemerintah menguasai semua alat dan sumber-sumber daya sehingga hak milik perorangan tidak diakui. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian karena semua kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah. Sehingga bisa dibilang bahwa kelemahan dari sistem ekonomi komando ini adalah matinya inisiatif idividu untuk maju karena sering terjadinya monopoli yang merugikan masyarakat sehingga masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih serta mengolah sumber daya.

Ciri-Ciri sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut:

  • Segala kegiatan perekonomian diatur oleh pemerintah
  • Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah (central planning)
  • Semua alat dan suber daya produksi dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah
  • Hak milik perorangan tidak diakui
  • Segala kebijakan pemerintah atau penguasa harus dilakukan oleh rakyat
  • Pemerintah bersifat paternalisme
  • Masyarakat tidak dapat menentukan jenis pekerjaan yang diinginkan
  • Pemerintah pusat bertanggung jawab sepenuhnya terhadap jalannya perekonomian.
  • Tidak ada pihak swasta yang melakukan kegiatan ekonomi

Kelebihan Sistem Ekonomi Komando
Dari ringkasan diatas, dapat ditemukan kelebihan/kebaikan dari sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut :..
  • Pengangguran dapat dieliminasi
  • Pemerintah bertanggung jawab penuh dalama perekonomian
  • Relatif mudah melakukan pemerataan terhadap pendapatan dan pengendalian harga
  • Relatif mudah menentukan melaksanakan produksi dan distribusi barang
  • Tidak ada kesenjangan setiap anggota masyarakat misalnya si kaya dan si miskin 
  • Kemakmuran bagi masyarakat terjamin 
  • Pasar barang yang ada dalam negeri berjalan lancar
  • Pemerintah dapat turun campur dalam penentuan harga
  • Pemerintah mudah dalam mengendalikan terjadinya inflasi
  • Pengendalian dan pengawasan dalam perekonomian lebih mudah dilakukan
  • Mudah melakukan distribusi dalam pendapatan
Kekurangan Sistem Ekonomi Komando
Dari ringkasan diatas, dapat ditemukan kekurangan/kelemahan dari sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.... 
  • Kurang menghargai dan memperhatikan karya cipta pribadi atau perseorangan. Setiap orang dapat menerima dan menjalankan semua keputusan yang diambil oleh pemerintah, tanpa mempersoalkan apakah orang setuju atau tidak. 
  • Pemerintah pada prakteknya kesulitan untuk menghitung semua kebutuhan masyarakat dan besarnya biaya kegiatan produksi secara sentral, karena dalam di keseluruhan masalah perekonomian sebenarnya sangat kompleks
  • Konsumen tidak selalu memperoleh barang dan jasa yang sesuai dengan keinginan. Pemerintah memutuskan apa yang harus diproduksi, dan belum tentu sama di inginkan oleh masyarakat.
  • Sering terjadinya monopoli yang merugikan masyarakat. 
  • Tidak ada kebebasan dalam berusaha. 
  • Kemajuan ekonomi lambat
  • Kebaikan sistem tersebut tergantung dari kualitas dalam pemerintah itu sendiri. 
Penerapan Sistem Ekonomi Komando
Sistem ekonomi komando cenderung diterapkan di negara-negara yang menganut ideologi komunis atau sosialis. Walaupun dalam kenyataannya tidak ada satu negara pun di dunia ini yang menganut dan melaksanakan sistem ekonomi komando secara murni. Contoh dari negara-negara yang menganut sistem ekonomi komando ini adalah Kuba, Uni Sovyet, negara-negara Eropa Timur sebelum era 1990-an dan China pada masa pemerintahan Mao Zedong.

Demikianlah pembahasan Apa itu Sistem Ekonomi Komando ?.. dan lihat juga berbagai macam artikel disini. Semoga teman-teman dapat menerima dan yang paling utama artikel ini dapat bermanfaat.


Rabu, 16 November 2016

Pengertian Umum Gerak Pada Tumbuhan

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Gerak Pada Tumbuhan
link : Pengertian Umum Gerak Pada Tumbuhan

Baca juga


November 2016

Gerak pada tumbuhan biasanya terjadi karena rangsangan dari luar. Gerak pada tumbuhan biasanya sangat lambat sehingga tidak terlihat oleh mata. Proses tumbuh dari tumbuhan juga merupakan gerak pada tumbuhan. Rangsangan-rangsangan yang mempengaruhi terjadinya suatu gerak pada tumbuhan antara lain adalah rangsangan cahaya, air, sentuhan, suhu, gravitasi, dan zat kimia. Rangsangan ada yang menentukan arah gerak tumbuhan, ada pula yang tidak menentukan arah gerak tumbuhan. Rangsangan yang menentukan arah gerak menyebabkan tumbuhan bergerak menuju atau menjauhi sumber rangsangan.
Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Jika hewan dan manusia dapat melakukan gerakan secara aktif dan berpindah tempat, tapi gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Sehingga tumbuhan dikatakan melakukan gerak pasif. Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Misalnya bagian ujung tunas, bagian ujung akar, ataupun pada bagian lembar daun tertentu.
Pada prinsipnya, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau irritabilitas yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Sebagai tanggapan terhadap rangsang terebut, tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju kearah rangsang atau menjauhi, atau melakukan gerak tanpa menunjukan arah tertentu.
Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi gerak higroskopis, gerak esionom, dan gerak otonom/endonom.
  • Gerak higroskopis: Gerak higroskopis adalah gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh perubahan kadar air. Contoh gerak higroskopis yang mudah kita lihat adalah pecahnya kulit buah polong-polongan, misalnya tumbuhan lamtoro, kembang merak, dan kacang buncis. Gerak higroskopis juga terjadi pada membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan paku dan lumut untuk mengeluarkan spora.
  • Gerak esionom: Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan dari luar tubuh tumbuhan. Rangsangan itu dapat berupa rangsangan cahaya, sentuhan, suhu, air, gravitasi bumi, zat kimia, dan sebagainya. Gerak esionom dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu gerak nasti, tropisme, dan taksis.
  • Gerak Otonom/Endonom: Gerak otonom atau endonom dikenal juga sebagai gerak spontan karena tumbuhan melakukan gerakan spontan tanpa perlu adanya rangsangan dari luar. Contoh gerak endonom adalah gerak pertumbuhan daun dan gerak rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel-sel daun Hydrilla verticillata.
Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Gerak Endonom/Autonom
Gerak endonom adalah gerakan pada tumbuhan yang diakibatkan oleh rangsangan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
Gerak endonom ada 2 yaitu :
  • Endonom nutasi yang merupakan gerakan spontan (gerak aliran sitoplasma pada tanaman air Hydrilla verticillata).
  • Endonom higroskopis yaitu akibat kadar air yang rendah (contoh : pecah kacang polong-polongan saat kering).
2. Gerak Etionom / Gerak Esionom
Gerak etinom adalah gerakan pada tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan yang berasal dari luar tumbuhan tersebut. Faktor penyebab gerakan etionom bisa berasal dari faktor rangsang sentuhan, air, cahaya, temperatur/suhu, zat kimia, gravitasi, dan lain sebagainya.

Beberapa jenis gerakan etionom yaitu tropisme, taksis, dan nasti. 
A. Tropisme
Tropisme adalah gerakan tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Rangsang dari luar yang mempengaruhi gerak tumbuhan ada bermacam-macam. Misalnya cahaya, gravitasi, air atau kelembaban, dan sentuhan atau singgungan. Berdasarkan jenis rangsangan tersebut, tropisme dibedakan menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, dan tigmotropisme.

a) Fototropisme 
adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju kearah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Apabila gerakan tumbuhan ini menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Contoh gerak fototropisme positif adalah tanaman biji-bijian yang sedang tumbuh tunas.


b) Geotropisme
adalah gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan tersebut ke atas, maka termasuk geotropisme negatif. Akan tetapi, apabila arah pertumbuhan menuju kebawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju kebawah atau kedalam tanah.


c) Hidrotropisme
adalah gerak bagian tumbuhan menuju kearah yang basah atau berair. Arah pertumbuhan menuju temapt yang berair disebut gerak hidrotropisme positif. Apabila araah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerakan hidrotropisme negatif. Contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar didalam tanah yang selalu menuju ketempat yang mengandung air.

d) Tigmotropisme
adalah gerak tumbuhan dari bagian tumbuhan akibat persinggungan. Contohnya sulur markisa dan batang mentimun yang membelit tanaman lain.


B. Taksis
Tumbuhan umumnya hanya mampu melalukan gerak pada sebagian anggota tubuhnya, misalnya akar yang mendekati air atau pucuk yang mendekati cahaya. Namun, pada tumbuhan tingkat rendah mampu melakukan gerak berpindah tempat. Seluruh tubuhnya berpindah. Misalnya, tumbuhan euglena dan bakteri besi. Gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh datangnya rangsang disebut gerak taksis.
Berdasarkan rangsang penyebabnya, taksis dibedakan menjadi fototaksis dan kemotaktis.
  • Fototaksis. merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang cahaya. Misalnya gerakan euglena yang selalu mendekati cahaya.
  • Kemotaksis. adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsang berupa zat kimia. Contohnya Spermatozoid pada Arkegonium lumut-lumutan dan paku-pakuan yang bergerak karena tertarik oleh zat gula atau protein.
C. Nasti
Gerak nasti adalah gerak pada tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Sama halnya dengan gerak tropisme, gerak nasti juga dipengaruhi oleh rangsang dari luar seperti cahaya, suhu, sentuhan/singgungan, bahan kimia, serta kondisi gelap.
Macam-macam gerak nasti:
a) Fotonasti
Fotonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi oleh rangsang berupa cahaya. Contoh fotonasti adalah gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.


b) Thermonasti
Thermonasti adalah gerak nasti yang dipengaruhi rangsang berupa suhu. Contohnya mekarnya bunga tulip pada suhu tertentu.

c) Niktinasti
Niktinasti adalah gerak nasti karena kondisi gelap. Contohnya gerak menutupnya daun majemuk (lamtoro, turi) karena cahaya gelap.


d) Seismonasti
Seismonasti adalah gerak nasti karena pengaruh rangsang berupa sentuhan. Contoh seismonasti adalah gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) karena sentuhan. Daun putri malu akan menutup apabila disentuh. Dan setelah didiamkan agak lama, daun tersebut akan membuka kembali. Gerak tersebut sebagai tanggapan atas reaksi yang datang dari luar, sedangkan arah gerakannya tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsang.

e) Kemonasti
Kemonasti adalah gerak nasti karena pengaruh rangsang berupa zat kimia. Contohnya adalah membukanya mulut daun (stomata) pada siang hari karena adanya karbondioksida.

f) Nasti kompleks
Nasti kompleks adalah gerak nasti yang dipengaruhi lebih dari satu macam rangsang. Contohnya gerak membuka dan menutupnya mulut daun (stomata) karena cahaya matahari, zat kimia, air dan suhu.


Pengertian Umum Angin Jatuh Kering atau Fohn

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Geografi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Angin Jatuh Kering atau Fohn
link : Pengertian Umum Angin Jatuh Kering atau Fohn

Baca juga


November 2016

Secara umm pengertian angin merupakan salah satu unsur yang dapat mempengaruhi kondisi iklim dan cuaca. Angin adalah pergerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan tekanan udara.
Proses terjadinya angin adalah udara yang tertekan akan bergerak dari daerah dengan tekanan udara tinggi ke daerah dengan tekanan yang lebih rendah untuk mengisi ruang. Udara yang dingin memiliki tekanan lebih tinggi dibandingkan udara yang lebih panas atau bersuhu lebih tinggi. Masih ingatkah kamu alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara?  Tekanan udara yang dipengaruhi suatu kondisi tertentu di suatu kawasan menyebabkan adanya angin lokal.

Angin yang mengandung udara lembab bertiup ke arah pegunungan, angin naik mengikuti lereng dan setiap naik 100 m mengalami penurunan suhu kurang lebih 0,6°C. Pada saat udara bergerak naik, uap air yang dikandungnya mengalami proses kondensasi atau pengembunan sehingga terjadi hujan di lereng yang dilalui oleh angin tadi. 
Selanjutnya, angin terus bergerak melewati puncak pegunungan dan menuruni lereng di sebelahnya dengan tidak lagi membawa uap air. Angin ini bersifat kering. Pada waktu angin yang kering tadi menuruni lereng, suhu udara bertambah 1°C setiap turun 100 m sehingga suhunya menjadi tinggi (panas). Angin yang turun ini disebut angin fohn yang bersifat kering dan panas. 
Angin fohn ini merugikan bagi petani karena sifatnya merusak tanaman dan permukiman di lereng gunung yang dilaluinya. Contoh angin fohn, antara lain angin bohorok di lereng Bukit Barisan, angin gending di Probolinggo, angin kumbang di Cirebon, angin berubu di Lompo Batang, danangin wambraw di Papua



Angin terjun adalah massa udara yang bergerak menaiki lereng dan mencapai puncak gunung untuk kemudian turun ke lereng sebelahnya dengan cepat. Sebagian besar suhu angin terjun tinggi dan sifatnya kering.

Angin Terjun
Pada suatu lereng (misalnya lereng A), massa udara didorong naik sehingga makin tinggi bergerak dari permukaan suhunya makin rendah, bahkan sampai terbentuk awan yang mencapai titik kondensasi dan menimbulkan hujan (pesipitasi). Sampai di puncak massa udara telah menjadi kering dan harus turun melewati lereng sebelahnya (misalnya lereng B). Pada saat turun massa udara kering tersebut mengalami kenaikan suhu sehingga makin tinggi. Di lereng ini angin turun akan menyerap uap air yang ada disekitarnya sehingga mengakibatkan lereng B menjadi daerah yang kering dan disebut daerah bayangan hujan.

Angin terjun mula-mula dikenal di daerah Pengunungan Alpina Utara. Oleh karena itu, disebut juga Fohn sesuai dengan nama daerah itu. Di Indonesia angin jensi ini banyak ditemukan sebagai angin lokal yang di beberapa daerah menjadi perusak tanaman pertanian.

Ada pula angin jatuh yang dingin terjadi di beberapa wilayah, misalnya angin mistral di Pantai Laut Tengah dan di Prancis selatan yang berembus melalui lembah sungai Rhone. Angin ini bersifat dingin karena lereng yang dilaluinya rendah sehingga pada saat turun suhunya masih rendah. Menurut Sudjiran (1975) ini diogolongkan angin Bora, yaitu angin yang terdapat di Pantai Andriatik yang berasal dari Plato Balkan (Serbia dan Montonegro)

Angin Terjun/ angin jatuh yaitu angin yang bertiup ke arah puncak gunung akan berkurang suhunya. Setiap naik 100 m suhu rata-rata turun 0,5 derajat C. Karena terjadi kondensasi dan titik-titik air sudah jenuh, maka di lereng tersebut turun hujan. Angin yang bertiup sampai ke pucuk sudah tidak mengandung uap air lagi dan bersifat kering. Angin yang kering ini kemudian turun melalui lereng di sebelahnya. Setiap turun 100 m suhu udara naik 1 derajat C. Angin kering yang turun ini disebut angin terjun atau angin jatuh. Angin terjun terdiri dari 2 macam sebagai berikut:

Angin jatuh yang sifatnya kering dan panas. Angin jatuh ini tidak mengandung uap air (kering) dan suhunya lebih tinggi (panas) dari suhu daerah yang didatangi. Angin ini disebut angin Fohn. Angin jatuh sifatnya kering dan panas di tiap-tiap daerah di Indonesia diberi nama berbeda-beda menurut bahasa daerah setempat, seperti berikut ini:

  • Angin bahorok di lembah bahorok, Sumatra Utara.
  • Angin kumbang di Tegal, Jawa Tengah dan cirebon, Jawa Barat.
  • Angin gending di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur.
  • Angin brubu di Makasar, Sulawesi Selatan.
  • Angin wambrau di Pulau Biak, Papua.
  • Angin Jatuh yang sifatnya Kering dan Dingin


Pengertian Umum Nemathelmintes Ciri-Ciri, Klasifikasi Serta Peranannya

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Nemathelmintes Ciri-Ciri, Klasifikasi Serta Peranannya
link : Pengertian Umum Nemathelmintes Ciri-Ciri, Klasifikasi Serta Peranannya

Baca juga


November 2016

Nemathelminthes berasal dari bahasa Latin nema (benang) dan helminthes (cacing). Cacing ini sering disebut sebagai cacing benang. Hidup sebagai endoparasit pada hewan, tumbuh-tumbuhan, atau hidup bebas di dalam air dan tanah. Tubuhnya bilateral simetris dan mempunyai tiga lapisan sel. Tubuh tertutup lapisan kutikula, sehingga tahan terhadap pengaruh lingkungan luar. Organ pencernaan makanan lengkap, memanjang dari mulut di ujung anterior hingga anus di ujung posterior. Sistem sarafnya berupa cincin saraf yang mengelilingi esofagus yang dihubungkan 6 serabut ke bagian anterior dan posterior.
Secara umum, Nemathelmintes (Cacing Gilig) adalah hewan yang bersifat Pseudoselomata yang keseluruhan anggotanya terdiri dari berbagai cacing gilig dengan bentuk tubuh silinder memanjang, tidak beruas-ruas dan sangat panjang. Pseudoselomata adala hewan yang memiliki rongga tubuh semu. Nemathelmintes atau Aschelminthes merupakan filum yang pernah digunakan pada kerajaan Hewan (Animalia). Sekarang pengelompokknya tidak digunakan karena polifletik. Namun pengelompokannya masih sering digunakan untuk kemudahan.
Berkembangbiak secara kawin, dan berkelamin terpisah (dioceous). Cacing jantan berukuran lebih kecil daripada cacing betina dan ujung ekor cacing jantan bengkok. Fertilisasi berlangsung secara internal. Tubuh cacing ini tidak mempunyai sistem peredaran darah tetapi mempunyai cairan tubuh. 

A. Ciri-Ciri Nemathelmintes (Cacing Gilig) 

  • Memiliki bentuk tubuh bulat panjang dengan ujung yang runcing, tripoblastik dan simetri bilateral. Arti triploblastik adalah hewan dari kingdom animalia yang mempunyai 3 lapisan tubuh. 
  • Pada umumnya mempunyai ukuran mikroskopis
  • Terdapat rongga tubuh semu (pseudoselomata) 
  • Ukuran betina lebih besar dibandingkan dengan jantan
  • Tidak bersegmen
  • Sistem pencernaan yang sempurna diantarnya mulut, faring, usus, dan anus. 
  • Bernapas secara defusi melalui permukaan tubuh
  • Memiliki sifat kosmopolit di air tawar, air laut, dan sebagai parasit
  • Memiliki kulit yang halus, licin, dengan dilapisi kutikula. Fungsi kutikula adalah melindungi diri dari enzim inangnya. Kutikula akan bertambah kuat, jika cacing gilig hidup di usus inangnya daripada hidup bebas.
  • Tidak terdapat jantung dalam peredaran darah, tetapi memiliki cairan yang menyerupai darah 

B. Klasifikasi Nemathelmintes (Cacing Gilig)

Klasifikasi Nemathelminthes
Nemathelminthes dibagi menjadi dua kelas, yaitu Nematod- dan Nematomorfa.

  • Kelas Nematoda - Nematoda memiliki kutikula tubuh yang transparar. mempunyai mulut dan lubang ekskresi, alat reproduks pada jantan dengan testis dan betina dengan ovarium. Umur cacing pada umumnya mencapai 10 bulan. Contoh anggoc* Nematoda, antara lain Ascaris lumbricoides (cacing pern pada manusia), Anguila aceti (cacing cuka), Enterobim vermicularis atau Oxyuris vermicularis (cacing kreim pada manusia), Oxyuris equi (cacing kremi pada kuda. Necator americanus atau Ancylostoma duodenale (cacing tambang pada manusia), Wuchereria bancrofti (cacing yang menyebabkan penyakit elefantiasis pada manusia, Trichinella spiralis (cacing otot pada manusia), Loa lee (cacing mata pada manusia), dan Heterodera radicicote (cacing yang menyebabkan puru/bengkak pada akar tanaman).
  • Kelas Nematomorfa - Nematomorfa merupakan cacing yang memiliki dun di kepala. Hidup dalam usus Vertebrata dan biasanvii melekat pada dinding usus dengan belalai bengkok berkan duri. Cacing ini mempunyai alat pencernaan makanaa yang sempurna dan alat reproduksinya j terpisah. Nematomorfa mempunyai hospes intermedier, yaitu bangsa Crustacea (udang dan Insecta (serangga), misalnya Neoechi norhynchus emydis yang menyerang penyakit kura-kura, dan bulus.
1. Ascaris Lumbriocides (Cacing Perut) 
  • Hidup didalam usus manusia 
  • Bereproduksi secara aseksual 
  • Menyebabkan penyakit askariasis atau cacingan 
  • Tubuh jantan lebih melengkung dan lebih kecil dibandingkan dengan betina 
Penjelasan Ascaris Lumbriocides : Cacing yang berparasit di usus halus manusia. Dengan ukuran betina lebih panjang dibandingkan dengan cacing jantan. Panjang cacing dapat mencapai 25 cm, dengan diameter tubuh sekitar 0,5 cm. Setiap hari betina mampu menghasilkan sampai dengan 200.000 telur.  

Daur Hidup Ascaris Lumbriocoides : 
Telur keluar bersama feses penderita => termakan oleh manusia => menetas menjadi larva dalam usus halus => larva menembus dinding usus => ikut aliran darah ke jantung => masuk ke paru-paru => trakea => tertelan lagi => lambung => kemudian menjadi dewasa di usus halus. 

2. Anclyostoma Duodenale (Cacing Tambang) 
  • Habitat di pertambangan pada daerah tropis 
  • Hidup parasit dengan menyerap darah dan cairan tubuh yang terdapat pada usus halus manusia
  • Dapat menimbulkan penyakit acylostoiasis 
Penjelasan Anclyostoma Duodenale : Cacing jenis ini banyak ditemukan di daerah pertambangan. Dengan panjang tubuh sekitar 1-1,5 cm. Bersifat parasit di usus manusia dengan gigi-gigi kaitnya menghanbatkan diri pada dinding usus dan menghisap darah dari inangnya, sehingga cacing ini menyebabkan penyakit anemia. Larva cacing ini menginfeksi manusia melalui kulit telapak kaki yang tidak beralas. 

Daur Hidup Ancylostoma Duodenale (Cacing Tambang) : 
Telur kelur bersama feses penderita => di tanah menetas menjadi larva => larva menembus kulit telepak kaki (tanpa alas) => ikut aliran darah ke jantung => masuk ke paru-paru => trakea => tertelan => lambung => di usus menjadi cacing dewasa. 

3. Oxyuris Vermicularis (Cacing Kremi) 
  • Hidup besar di usus besar manusia 
  • Dapat melakukan autoinfeksi yaitu bagi penderita dapat menularkan infeksinya
Penjelasan Oxyuris Vermicularis : Cacing jenis ini disebut juga Enterobios vermicularis yang parasit di usus besar manusia. Jika ingin bertelur, cacing betina akan bermigrasi ke daerah pada sekitar anus sehingga menimbulkan rasa gatal. Jika terdapat kesengajaan menggaruknya, maka cacing tersebut tertelan kembali jika tanpa mencuci tangan. Cacing betina memiliki panjang sekitar 1 cm, sedangkan bagi cacing jantang memiliki panjang sekitar 0,5 cm.
4. Wuchereria Bancrofti (Cacing Rambut) 
  • Hidup dalam pembuluh limfa 
  • Dapat menyebabkan penyakit elefantiasis atau kaki gajah 
Penjelasan Wuchereria bancrofti : Cacing jenis ini disebut dengan Filaria bancrofti (cacing filaria). Cacing yang menyebabkan penyakit kaki gajah (filariasis, elefantiasis), dengan tanda pembengkakan pada daerah kaki atau organ lain seperti skrotum. Terdapat banyak populasi cacing dalam saluran getah bening yang mengakibatkan penyumbatan di saluran kelenjar getah bening yang menimbulkan penyumbatan pada cairan getah bening terhadap suatu organ. 

5. Trichinella Spiralis 
  • Hidup dalam otot manusia 
  • Menyebabkan penyakit trikhinosis, yaitu kerusakan pada otot manusia
Penjelasan Trichinella Spiralis :  Trichinella spiralis bersifat parasit pada manusia dan hewan (tikus, anjing, dan babi).  Bagi yang terinfeksi cacing jenis ini dinamakan dengan trichinosis. Trichinella spiralis merupakan cacing dengan sistem pencernaan semurpuna. Sistem pernapasan secara defusi melalui permukaan tubuh. Alat ekskresi berupa nefridium sistem saraf tangga tali. 

C. Reproduksi Nemathelmintes (Cacing Gilig) 

Sistem reproduksi Nemathelmintes (cacing gilig) pada umumnya bereproduksi secara seksual yang bersifat gonokoris. Arti gonokoris adalah organ kelamin jantan dan betina terpisah dari individu yang berbeda.  Sedangkan pada fertilisasi, terjadi secara internal. Telur fertilisasi membentuk kista yang hidup di lingkungan yang tidak menguntungkan. Membentuk kista dengan tujuan untuk melindungi diri. 

D. Peranan Nemathelmintes (Cacing Gilig) 

Nemathelmintes terdiri dari dua macam ada yang bebas dan ada yang parasit. Bagi jenis nemathelmintes yang bebas berperan dalam tanah yang becek dan didasar perairan untuk menguraikan sampah-sampah organik. Sedangkan bagi nemathelmintes yang parasit manusia dan hewan dalam  tubuh inangnya dan memperoleh dengan menyerap nutrisi dan darah dari inangnya yang menyebabkan kerugian dengan menimbulkan penyakit ascariasis, filariasis, trichinosis, dan anemia.

Demikianlah artikel singkat mengenai Nemathelmintes, Ciri-Ciri, Klasifikasi, serta Peranannya. Semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih.



Pengertian Umum Mollusca, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi & Peranan

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Mollusca, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi & Peranan
link : Pengertian Umum Mollusca, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi & Peranan

Baca juga


November 2016

Moluska berasal dari bahasa latin: molluscus yang artinya lunak. Moluska adalah hewan triploblastik slomata yang bertubuh lunak. Mollusca hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Beberapa Mollusca memiliki cangkang. Filum Mollusca merupakan filum terbesar kedua setelah Artropoda.
Secara umum pengertian Mollusca adalah kelompok hewan yang bersifat tripoblastik slomata dan invertebrata yang bertubuh lunak dan multiseluler. Istilah Mollusca berasal dari bahasa Yunani dari kata molluscus yang berarti lunak. Mollusca termasuk dalam hewan yang lunak baik yang dengan cangkang ataupun tanpa cangkang. Seperti dari berbagai jenis kerang-kerangan, siput, kiton, dan cumi-cumi serta kerabatanya. Mollusca merupakan filum yang terbesar kedua dari kerajaan binatang (Animalia) setelah filum Arthropoda. Pada saat ini, diperkirakan terdapat 75 ribu jenis, dengan ditambah 35 ribu jenis yang dalam bentuk posil. Molluska hidup di air laut, air tawar, payau, dan darat. Habitat Mollusca dapat berada di palung benua laut sampai pegunungan yang tinggi, dan bahkan dapat ditemukan dengan mudah di sekitar rumah kita. Molluska dipelajari pada cabang zoologi yang disebut dengan malakologi (malacology). 

Ciri-Ciri Mollusca 
  • Memiliki ukuran dan tubuh yang bervariasi 
  • Mempunyai lunak dan tidak beruas-ruas
  • Merupakan tripoblastik selomata
  • Merupakan hewan invertebrata (tidak mempunyai tulang belakang) 
  • Hidup di air dan didarat
  • Mempunyai cincin syarat yang merupakan sistem syaraf
  • Organ ekskresi berupa nefridia
  • Mempunyai radula (lidah bergigi) 
  • Bersifat hewan heterotrof 
  • Berkembangbiak secara seksual 
  • Mollusca memiliki struktur tubuh yang simetri bilateral
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mineral
  • Merupakan hewan hermafrodit yaitu mempunyai 2 kelamin (jantan dan betina) dalam satu tubuh. 
  • Tubuhnya terdiri atas kaki muskular, dengan kepala yang berkembang beragam menurut kelasnya. Kaki yang beradapatasi untuk bertahan di substrat, menggali dan membor substrat, berang atau melakukan pergerakan.
  • Struktur Tubuh Mollusca
Tubuh Mollusca mempunyai 3 truktur utama antara lain sebagai berikut... 
  • Kaki, adalah penjuluran bagian tubuh yang terdiri dari otot-otot. Kaki Mollusca berfungsi untuk bergerak, merayap, atau menggali. Sebagian jenis Mollusca kaki digantikan dengan tentakel yang berfungsi dalam menangkap mangsa. 
  • Massa Viseral, adalah bagian tubuh yang lunak tempat terdapatnya organ-organ tubuh. Massa yang dselubungi oleh jaringan tebal yang disebut dengan mantel. 
  • Mantel, adalah bagian yang menyelubungi dan melindungi massa viseral. Pada mantel terdapat rongga cairan yang merupakan tempat lubang insang, anus dan cairan hasil ekskresi. Mantel dapat mensekresikan komponen yang membentuk cangkang. 

Sistem Organ Mollusca 
1. Sistem Peredaran Darah Mollusca
Sistem peredaran darah Mollusca adalah sistem peredaran darah terbuka, kecuali pada kelas cephalopoda. Arti sistem peredaran darah terbuka adalah darah mengalir dari rongga terbuka pada tubuh dan tidak ada arteri atau vena utamanya yang dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga tekanan darahnya lambat dan juga organ tergenang oleh darah. Sistem peredaran darahnya terdiri dari jantung dan pembuluh darah, jantung terdiri dari satu atau dua atrium dan satu ventrikel. 

2. Sistem Pencernaan Mollusca 
Sistem pencernaan Mollusca terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus dan anus. Pada jenis Mollusca tertentu, dibagian mulutnya terdapat organ seperti rahang dan lidah yang bergerigi yang dapat bergerak ke depan dan belakang. 

3. Sistem Saraf Mollusca 
Sistem saraf Mollusca terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi esofagus dan serabut saraf lainnya dengan menyebar dari cincin tersebut untuk mempersarafi berbagai organ. 

4. Sistem Ekskresi Mollusca
Sistem ekskresi Mollusca adalah berupa Nefridia yang berperan mirip dengan ginjal, Nefridia juga mengeluarkan sisa metabolisme dalam bentuk cairan. 

5. Sistem Respirasi Mollusca
Sistem respirasi Mollusca ini berbeda-beda, jika hewan yang hidup di air maka yang berperan adalah insang, sedangkan yang hidup di darat melalui paru-paru namun juga dapat terjadi melalui pertukaran udara dengan menggunakan terdapat di mantel, sistem ini berfungsi mirip dengan paru-paru. 

Klasifikasi Mollusca
Molluska diklasifikasi berdasarkan bentuk struktur tubuhnya terbagi menjadi 5 kelompok antara lain sebagai berikut...

1. Kelas Amphineura
Amphineura adalah kelompok dengan cangkang berjumlah 8 yang tersusun dari atap rumah pada tubuhnya. Cangkang tersebut berbuat dari zat kapur. Hewan mempunyai tubuh simetri bilateral dengan tubuh seperti telur dan pipih. Hewan ini terdapat di laut dan biasanya menempel di bebatuan dan bernapas menggunakan insang. Sistem pencernaan berawal dari mulut dan berakhir dengan anus. Ia memiliki kaki berbentuk pipih, dan memiliki struktur lidah parut (Ranula) yang dilengkapi dengan struktur mulut di bagian kepala. Tidak memiliki tentakel dan tidak mempunyai mata. Anggotanya sekitar 700 spesies dan setiap larva hasil pembuahan secara seksual disebut trafoko.

2. Kelas Cephalopoda
Cephalopoda adalah kelompok dengan dua kaki di bagian kepalanya dan hewan yang tidak memiliki cangkang. Tubuhnya terdiri dari kepala, leher, dan badan. Bagian kepala relatif besar dan 2 buah mata dan terdapat 10 bagian memanjang pada bagian kepala, 8 diantaranya berfungsi sebagai lengan berukuran panjang yang disebut dengan tentakel. Hewan ini mempunyai rongga mantel yang ditutupi oleh mantel khas yang ada padanya. Habitatnya dilaut dan bernapas dengan insang, memiliki sistem pencernaan yang lengkap dengan sistem peredaran darah tertutup, dan fertilisasi terjadi di air laut. Cephalopoda dapat berubah warna denagn cepat karena mempunyai otot khusus dan zat kromatofora yang melakukan kombinasi perubahan warna tubuhnya. Pada umumnya melarikan diri dari mangsanya dengan menghasilkan sejenis cairan seperti tinta. Angggotanya dikenal adalah gurita dan cumi-cumi.

3. Kelas Gastropoda
Gastropoda merupakan kelompok yang memfungsikan perut sebagai alat gerak. Istilah Gastropoda berasal dan terdiri dari 2 kata yaitu gaster yang berarti perut dan Podos yang berarti kaki. Gastropoda menghasilkan lendir pada bagian perut yang berfungsi untuk melindungi dan mempermudah dalam bergerak. Gastropoda mempunyai cangkang dengan bentuk tubuh yang simetri bilateral. Di bagian kepala terdapat 2 buah tentakel yang berfungsi sebagai alat indra penglihatan dan penciuman. Gastropoda merupakan hewan hermafrodit (2 jenis alat kelamin dalam 1 tubuh), alat kelaminnya disebut Ovotestis yang menghasilkan sperma dan ovum. Sistem pernapasan Gastropoda adalah paru-paru atau insang yang terletak di dalam rongga mantel. Hewan ini memiliki mulut yang bergerigi dapat dikatakan penuh gigi hal ini disebut dengan radula. Gastropoda memakan tumbuhan, tetapi ada juga yang memangsa hewan lainnya. Sistem pencernaan Gastropoda lengkap dan sistem ekskresi hewan ini melalui nefridia yang bekerja seperti ginjal. Contoh hewan gastropoda adalah siput.

4. Kelas Scaphopoda
Scaphopoda merupakan kelompok hewan yang mempunyai cangkang dengan bentuk tajam yang mirip taring atau terompet. Habitat hewan ini terdapat di daerah berlumpur atau berpasir, dan hidup dengan menanamkan diri di daerah tersebut. Di bagian ujung cangkangnya terdapat lubang yang berfungsi untuk beradaptasi diri pada habitatnya. Scaphopoda mempunyai kaki kecil yang digunakan untuk bergerak, di bagian kepala terdapat beberapa tentakel dan tidak mempunyai insang. Contoh schopoda adalah dentalium.

5. Kelas Bivalvia/ Pelecypoda/ Lammaelibarachiata
Kelas ini adalah kelompok hewan mollusca yang mempunyai kaki pipih dan cangkang yang terdiri dari 3 lapisan. Macam-macam lapisan cangkangnya adalah sebagai berikut...
Periostrakum, yaitu lapisan paling luar yang terdiri dari zat kitin dengan fungsi sebagai pelindung tubuh. 
Prismatic, adalah lapisan tengah yang terdiri dari kristal CaCo3 
Nakreas, ialah lapisan paling akhir yang terdiri dari CaCo3 halus, yang berfungsi untuk menghasilkan sekret lapisan mutiara.
Kaki, hewan ini memiliki bentuk kaki mirip dengan katak yang pipih, dan bernapas dengan insang yang berlapis-lapis. Pelecypoda mempunyai alat keseimbangan yang disebut dengan statocis yang terletak dekat ganglion pedal. Reproduksi jenis hewan ini berlangsung secara seksual dan membentuk larva yang disebut dengan glosidium. Sistem peredaran darahnya merupakan sistem peredaran darah tertutup. Anggotanya sekitar 300 spesies. 
Reproduksi Mollusca

Mollusca merupakan hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu individu (berumah satu), tetapi ada juga yang alat kelaminnya terpisah (berumah dua). Oleh sebab itu, cara reproduksinya dengan cara fertilisasi internal. 
Peranan Mollusca

Mollusca sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, banyak jenis mollusca digunakan dalam berbagai hal. Macam-macam kegunaan mollusca adalah sebagai berikut.
  • Sebagai bahan makanan (cumi-cumi, sotong, kerang)
  • Sebagai perhiasan (kerang dan tiram)
  • Serbuk cangkang kerang laut berpotensi sebagai obat maag


Peranan mollusca bagi Manusia
Moluska telah penting untuk manusia sepanjang sejarah. Kerang mereka telah digunakan untuk alat dan sebagai perhiasan, banyak yang dianggap indah dan tinggi nilainya. Beberapa kelompok kuno menggunakan kerang molusca sebagai bentuk mata uang. Sepia, pewarna artis, terbuat dari tinta cumi-cumi dari, Cephalopoda. Moluska telah lama menjadi pokok dari makanan manusia di seluruh dunia, khususnya gastropoda dan cephalopoda seperti kerang, remis, kerang, tiram dan cumi-cumi.

Demikianlah artikel mengenai Mollusca. Semoga bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih.

Pustaka : 
Purnama S, Sinta. Zakrinal. 2009. Jago BIOLOGI SMA. Jakarta : Media Pusindo.
Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar BIOLOGI. Bandung : GRAFINDO Media Pratama.
Sasika Novel, Sinta. 2012. Superlengkap BIOLOGI SMA. Jakarta : GagasMedia
Susilowarno, Gunawan, dkk. 2008. BIOLOGI SMA / MA Kelas X. Grasindo.
Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.


Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus serta Contoh di Kehidupan Sehari-hari

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Fisika, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus serta Contoh di Kehidupan Sehari-hari
link : Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus serta Contoh di Kehidupan Sehari-hari

Baca juga


November 2016


Hukum Newton adalah Tiga rumusan dasar dalam fisika yang menjelaskan dan memberikan gambaran tentang kaitan gaya yang bekerja dengan gerak yang terjadi pada suatu benda. Kata Newton berasal dari ilmuan yang menemukan dan memperkenalkannya yaitu Sir Isaac Newton, Ketiga hukum tersebut dirangkum dalam karyanya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica. Hukum Newton dijelaskan untuk meneliti dan mengamati gerak dalam berbagai mekanisme maupun sistem.

Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus & Contoh di Kehidupan Sehari-hari

a. Bunyi Hukum Newton 1 (I)
Bunyi: "Jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap diam. Benda yang mula-mula bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap". 

Rumus Hukum Newton 1 (I): 
                        
Contoh Hukum Newton 1 (I) dalam Kehidupan Sehari-hari 
  • Saat mobil bergerak cepat di rem mendapak penumpang akan serasa terdorong kedepan
  • Mobil yang anda naiki setelah direm mendadak, lalu mobil tiba-tiba bergerak kedepan, maka anda akan terdorong ke belakang
  • Koin yang diatas kertas yang diletakkan di meja akan tetap, jika kertas ditarik cepat
b. Bunyi Hukum Newton 2 (II)
Bunyi: "Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya". 

Rumus Hukum Newton 2 (II): 

             

Contoh Hukum Newton 2 (II) dalam Kehidupan Sehari-hari
  • Gaya yang ditimbulkan ketika menarik gerobak yang penuh dengan padi, untuk dipindahkan kerumah dari sawah 
  • Jika di tarik dengan gaya yang sama mobil-mobil yang masasanya lebih besar (ada beban) percepatannya lebih kecil, sedangkan pada mobil-mobilan yang sama (massa sama) jika ditarik dengan gaya yang lebih besar akan mengalami percepatan yang lebih besar pula
c. Bunyi Hukum Newton 3 (III) 
Bunyi: "Jika suatu benda memberikan gaya pada benda lain maka benda yang dikenai gaya akan memberikan gaya yang besarnya sama dengan gaya yang di terima dari benda pertama tetapi arahnya berlawanan". 

Rumus Hukum Newton 3 (III): 
1. Gaya Gesek 

              Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus & Contoh di Kehidupan Sehari-Hari

2. Gaya Berat 

             Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus & Contoh di Kehidupan Sehari-Hari

3. Berat Sejenis 

             Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus & Contoh di Kehidupan Sehari-Hari

Contoh Hukum Newton 3 (III) dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh umum: adanya gaya gravitasi, Peristiwa gaya magnet, gaya listrik
  • Duduk di atas kursi berat badan tubuh mendorong kursi ke bawah sedangkan kursi menahan (mendorong) badan ke atas. 
  • Jika seseorang memakai sepatu roda dan mendorong dinding, maka dinding akan mendorong sebesar sama dengan gaya yang kamu keluarkan tetapi arahnya berlawanan, sehingga orang tersebut terdorong menjauhi dinding
Demikianlah artikel singkat mengenai Bunyi Hukum Newton (1, 2, 3 ), Rumus serta Contohnya di Kehidupan Sehari-hari. Semoga bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih.



Pengertian Umum AMDAL Fungsi, Tujuan, serta Manfaat AMDAL

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Geografi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum AMDAL Fungsi, Tujuan, serta Manfaat AMDAL
link : Pengertian Umum AMDAL Fungsi, Tujuan, serta Manfaat AMDAL

Baca juga


November 2016

Secara Umum AMDAL atau  Analisis Dampak Lingkungan  , adalah proses didalam studi atau ilmu formal untuk dapat memperkirakan dampak dari lingkungan atau rencana kegiatan atau aktivitas dari proyek dengan bertujuan untuk memastikan adanya suatu masalah dampak lingkungan yang di analisis didalam tahap perencanaan serta juga perancangan proyek ialah sebagai pertimbangan bagi pembuat keputusan.

AMDAL
Pengertian AMDAL menurut PP Nomor. 27 Thn 1999 yang berbunyi ialah bahwa pengertian AMDAL adalah suatu Kajian dari suatu dampak besar serta penting untuk melakukan pengambilan keputusan suatu usaha atau juga kegiatan yang direncanakan didalam lingkungan hidup yang diperlukan bagi suatu proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan usaha atau juga kegiatan. AMDAL adalah suatu analisis yang melingkupi berbagai macam faktor seperti ialah

fisik,
kimia,
sosial ekonomi,
biologi dan sosial budaya
yang ke4 faktor tersebut harus dilakukan secara menyeluruh.

Alasan mengapa diperlukannya AMDAL ialah untuk diperlukannya suatu studi kelayakan dikarenakan didalam undang-undang dan juga peraturan pemerintah dan untuk menjaga lingkungan dari suatu operasi proyek kegiatan industri atau juga kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL adalah suatu

PIL (Penyajian informasi lingkungan),
KA (Kerangka Acuan),
ANDAL (Analisis dampak lingkungan),
RPL ( Rencana pemantauan lingkungan),
RKL (Rencana pengelolaan lingkungan).


Alasan diperlukannya AMDAL untuk diperlukannya studi kelayakan karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah serta menjaga lingkungan dari operasi proyek kegiatan industri atau kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Komponen-komponen AMDAL adalah PIL (Penyajian informasi lingkungan), KA (Kerangka Acuan), ANDAL (Analisis dampak lingkungan), RPL ( Rencana pemantauan lingkungan), RKL (Rencana pengelolaan lingkungan). Tujuan AMDAL adalah menjaga dengan kemungkinan dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan sehingga.

Tujuan AMDAL merupakan penjagaan dalam rencana usaha atau kegiatan agar tidak memberikan dampak buruk bagi lingkungan.

Adapun Fungsi AMDAL adalah sebagai berikut..
Fungsi dari amdal antara lain, sebagai berikut :
  • Fungsi amdal yang pertama sebagai bahan pertimbangan untuk perencanaan pembangunan suatu wilayah. 
  • Fungsi amdal yang kedua untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan atas kelayakan sebuah lingkungan hidup dari rencana usaha atau kegiatan tertentu. 
  • Fungsi amdal ketiga ialah membantu memberikan masukan dalam rangka menyusun sebuah rancangan yang terperinci dari suatu rencana usaha atau kegiatan. 
  • Fungsi amdal yang keempat adalah membantu memberikan masukan dalam suatu proses penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup. 
  • Fungsi amdal yang kelima yaitu Membantu memberikan informasi terhadap masyarakat tentang dampak-dampak yang mungkin ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan. 
  • Fungsi amdal yang selanjutnya adalah sebagai rekomendasi utama untuk sebuah izin usaha. 
  • Fungsi amdal berikutnya ialah Scientific Document dan Legal Document. 
  • Fungsi amdal yang terakhir adalah Izin Kelayakan Lingkungan. 
Dilihat dari fungsi AMDAL yang sangat menjaga rencana usaha dan/atau kegiatan usaha sehingga tidak merusak lingkungan, maka terlihat begitu besar Manfaat AMDAL.

1. Manfaat AMDAL bagi Pemerintah
  • Mencegah dari pencemaran dan kerusakan lingkungan. 
  • Menghindarkan konflik dengan masyarakat. 
  • Menjaga agar pembangunan sesuai terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan. 
  • Perwujudan tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup. 
2. Manfaat AMDAL bagi Pemrakarsa.
  • Menjamin adanya keberlangsungan usaha. 
  • Menjadi referensi untuk peminjaman kredit. 
  • Interaksi saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar untuk bukti ketaatan hukum. 
3. Manfaat AMDAL bagi Masyarakat
  • Mengetahui sejak dari awal dampak dari suatu kegiatan. 
  • Melaksanakan dan menjalankan kontrol. 
  • Terlibat pada proses pengambilan keputusan. 
Demikianlah artikel singkat tentang Pengertian AMDAL, Fungsi, Tujuan, dan Manfaat AMDAL, semoga bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih.


Minggu, 13 November 2016

Pengertian Umum Coelenterata serta Ciri-Ciri dan Klasifikasi Coelenterata

November 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul November 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Coelenterata serta Ciri-Ciri dan Klasifikasi Coelenterata
link : Pengertian Umum Coelenterata serta Ciri-Ciri dan Klasifikasi Coelenterata

Baca juga


November 2016

Secara umum Coelenterata (Cnidaria) adalah hewan invertebrata yang mempunyai rongga dengan bentuk tubuh seperti tabung dan mulut yang dikelilingi oleh tentakel.  Pada saat berenang, mulut coelenterata menghadap ke dasar laut. Tubuh Coelenterata (hewan berongga) adalah terdiri atas jaringan luar (eksoderm) dan jaringan dalam (endoderm) serta sistem otot yang membujur dan menyilang (mesoglea). Istilah Coelenterata berasal dari bahasa Yunani dari kata Coeles yang berarti rongga dan interon yang berarti usus. Funggsi rongga tubuh pada Coelenterata adalah sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).

Coelenterata lebih dikenal dengan sebutan Cnidaria. Istilah Cnidaria berasal dari bahasa Yunan dari kata cnida yang berarti penyengat karena sesuai dengan namanya cnidaria yang memiliki sel penyengat. Sel penyengat terdapat pada tentakel yang ada disekitar mulut. Contoh Coelenterata (Hewan berongga) adalah ubur-ubur, hydra, dan anemon laut.

Struktur Tubuh Coelenterata
Coelenterata memiliki bentuk tubuh simetri radial, yaitu bagian yang sama didistribusikan secara merata dalam susunan melinkar dari poros tengah. Hewan ini tidak memiliki kepala dan segmen tubuh. Pada bagian atas tubuhnya terdapat tulang mulut (ostium) yang dikelilingi oleh tentakel. Tentankel ini berbentuk seperti lengan dan jumlahnya tergantung pada spesiesnya. Pada permukaan tentakel terdapat kapsul knidoblas yang beracun, di dalamnya terdapat sel nematokis yang menyengat dan beracun. Tentakel memiliki fungsi untuk :

  • Alat penangkap mangsa
  • Pertahanan Tubuh
  • Alat gerak

Tubuh Colenterata Polip (terikat pada tempat) memiliki bagian kaki untuk menempel pada tempatnya, sedangkan yang bersifat medusa (tidak terikat) tidak memiliki kaki.
Pada Tubuh Coelenterata terdapat dua lapisan, yaitu lapisan luar (Ektoderm) dan Lapisan Dalam (endoderm), lapisan luar disebut epidermis, dan lapisan dalam disebut Gastrodermis, diantara kedua lapisan ini terdapat rongga yang disebut Mesoglea.

Lapisan luar (Ektoderm) atau epidermis berfungsi untuk melindungi tubuh dari bahaya lingkungan, sedangkan lapisan dalam berperan dalam proses pencernaan. Sel-sel pada lapisan dalam (endoderm) atau Gastroendermis berbatasan sistem pencernaan berbentuk seperti kantong yang disebut Gastrosol. Makanan yang ditangkap oleh tentakel akan dibawa masuk ke gastrosol, kemudian makanan tersebut akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel di gastroendermis. Pencernaan yang berlangsung di Gastrosol disebut Pencernaan Ekstraseluler.

Hasil makanan yang telah dicerna oleh gastrosol kemudian akan diserap oleh sel-sel gastroendermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut. Setelah makanan selesai dicerna, sari dari makanan tersebut akan dibawa ke seluruh tubuh melalui proses difusi (yaitu pertukaran zat dari konsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah). Pertukaran oksigen dan karbon dioksida juga terjadi melalui proses difusi.

Sistem Organ Coelenterata (Cnidaria)
Sistem Pencernaan, seperti pejelasan di atas, sistem pencernaan berawal dari tentakel yang menangkap mangsa, kemudian akan memasukannya ke dalam gastrosol, proses pencernaan dalam gastrosol disebut pencernaan ekstraseluler, selanjutnya makanan diserap oleh sel Gastrodermis, dicerna kembali dan sari makanan akan didistribusikan ke seluruh tubuh dengan cara difusi (perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah). Sisa makanan akan dimuntahkan kembali dari tempat masuknya, karena hewan ini tidak memiliki anus.
Sistem Pernapasan (Respirasi), pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi melalui proses difusi (perpindahan zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah). Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan bagian kulit luar yang bersentuhan langsung dengan air yang mengandung oksigen, pada lapisan gastroendermis juga terdapat struktur yang berfungsi membantu terlaksananya proses respirasi coelentera, struktur ini disebut sifinoglia.
Sistem Reproduksi, Coelenterata dapat berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual. Reproduksi seksual terjadi melalui pertemuan ovum dan sperma, reproduksi seksual dilakukan oleh seluruh Coelenterata dengan sifat medusa (bebas), dan beberapa coelenterata yang bersifat polip (tidak berpindah tempat). Sedangkan Reproduksi aseksual terjadi dengan pembentukan tunas yang menempel pada bagian kaki, dan hanya dilakukan oleh coelenterata yang bersifat polip (tidak berpindah tempat).
Sistem Persarafan, sistem persarafan sederhana berbentuk jala yang berfungsi untuk menanggapi rangsangan dan mengatur gerakan. Sistem saraf diatur pada bagian mesoglea.

A. Ciri-Ciri Coelenterata 

Coelenterata memiliki ciri khas dengan karasteristik dari hewan seluruh hewan coelenterata. Ciri-ciri coelenterata umum adalah sebagai berikut...
  • Multiseluler, dan radial simetris (memotong bidang melalui pusat menciptakan segmen identik, mereka memiliki bagian atas dan bawah tapi tidak ada sisi) 
  • Merupakan hewan invertebrata. 
  • Memiliki bentuk seperti tabung
  • Dikelilingi tentakel di sekitar mulut
  • Lapisan tubuh coelenterata terdri dari jaringan luar (eksoderm), jaringan dalam (endoderm), serta sistem otot yang membujur dan menyilang (mesoglea)
  • Memiliki knidoblast, yaitu sel eksoderm yang berisi racun yang berduri disebut dengan nematocyt. 
  • Hidup di air tawar, air laut, secara solider (melekat pada dasar perairan) dan berkoloni. 
  • Memiliki sel penyengat (nematosis) 
  • Merupakan hewan karnivora (memakan invertebrata kecil)
  • Tidak memiliki organ atau sistem organ
  • Tidak memiliki otak, namun hanya impuls saraf yang berjalan melalui tubuh mereka dan dapat mendeteki sinyal di lingkungannya. 
  • Sistem pencernaan coelenterata : di eksoderm terdapat tentakel berbentuk gelembung disebut Hipnotoxin yang memiliki kait-kait dari benang. Jika menangkap mangsa, tentakel menarik makanan ke arah mulut dan mendorongnya ke dalam rongga tubuh. Makanan dicerna oleh enzim yang akan beredar ke seluruh rongga tubuh dan kemudian diserap oleh endoderm. Sistem pencernaan coelenterata disebut dengan Gastrovaskuler. 
  • Sistem pernapasan adalah sistem saraf difus (baur). 
  • Coelenterata memiliki alat gerak yang berupa tentakel 
Coelenterata (Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, & Peranan)
"Ubur-Ubur"
B. Klasifikasi Coelenterata (Cnidaria) 
Coelenterata (Cnidaria) memiliki sekitar 10.000 spesies yang telah diidentifikasi. Coelenterata terbagi dalam beberapa kelas yaitu sebagai berikut...

1. Hydrozoa: Hydrozoa berasal dari bahasa yunani, dari kata hydro yang berarti air, dan zoon yang berarti hewan. Hydrozoa merupakan hewan yang sebagian besar hidup di laut dan terdapat sebagian dari spesiesnya hidup di air tawar. Hydrzoa hidup sebagai polip, medusa, atau keduanya. Gastrodermis Hydrozoa tidak mengandung nematosista.

Polip hidup secara soliter atau berkoloni. Pada saat polip soliter hydra membentuk tunas yang telah memiliki mulut dan tentakel yang akan lepas dari induknya. Namun pada polik yang berkoloni seperti Obelia, tunas-tunas tetap menempel pada induknya dan saling berhubungan, disebut dengan koloni hidroid. Koloni hidroid menetap pada suatu tempat dengan hidroriza, yaitu percabangan horisontal (mirip akar) yang tertanam di dalam substrak.

Hydrozoa mempunyai dua macam alat indra, yaitu oseli sebagai pengindra cahaya dan statosista sebagai alat keseimbangan. Sebagian medusa menunjukkan gerak fototaksis negatif (menjauhi sinar), namun ada juga yang fototaksis positif (mendekati sinar). Contohnya Hydrozoa adalah Obelia, Hydra, dan Physalia.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Hydrozoa adalah sebagai berikut...
  • Hidup di air tawar atau air laut 
  • Hidup secara koloni dan soliter
  • Memiliki bentuk seperti silinder dan dapat bergerak di bebatuan dalam menangkap makanan. 
  • Berkembangbiak secara aseksual dan seksual 
2. Scyphozoa: Istilah Scyphozoa berasal dari bahasa Yunani, dari kata skyphos yang berarti mangkuk, dan zoon yang berarti hewan. Scyphozoa merupakan hewan yang hidup di laut dan sebagai ubur-ubur sejati, karena medusa memiliki bentuk dominan dalam siklus hidupnya. Umumnya medusa berenang secara bebas, dengan membentuk seperti payung dengan ukuran diamater sekitar 2-40 cm, sampai ada juga yang mencapai 2 m. Medua memiliki warna yang menarik, misalnya jingga, kecoklatan, kesumba. Ordo Stauromedusae (Lucernariida) mempunyai medua yang bertangkai pada bagian aboral dan sesil atau menempel pada ganggang dan juga benda lainnya. Terdapat Scyphozoa tidak mepunyai bentuk polip, seperti atolla, dan pelagia. Namun terdapat juga yang memiliki benuk polik, tetapi dengan ukuran kecil berupa skifistoma. contohnya pada aurelia. Scyphozoa umumnya diesis dan gonad terdapat di gastrodermis. Sel telur atau sperma masuk ke dalam rongga gastrovaskuler dan dikeluarkan melalui mulut. Fertilisasi dapat terjadi secara eksternal di air luat atau di koral. Contoh Scyphozoa adalah Aurlia, Cyanea, Perphylla Chrysaora, dan Rhizostoma.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Scyphozoa adalah sebagai berikut...
  • Memiliki ukuran yang besar dan terdapat banyak di pantai seperti ubur-ubur dan hidup di laut
  • Memiliki saluran bercabang sebagai alat pencernaan
  • Pada bagian tepi dikelilingi oleh tentakel 
  • Pada sekitar mulut, terdapat empat lengan dengan terdapat nematokist yang berfungsi melemahkan mangsa. 
  • Sistem saraf yang terbentuk anyaman
3. Anthozoa: Istilah anthozoa berasal dari bahasa Yunani, dari kata anthos yang berarti bunga, dan zoon yang berarti hewan. Anthozoa merupakan hewan laut yang memiliki bentuk mirip bunga. Anthozoa hidup sebagai polip soliter atau berkoloni dan tidak mempunyai bentuk medusa. Terdapat anthozoa yang membentuk rangka dalam atau rangka luar dari zat kapur, namun ada juga yang tidak membentuk rangka. Rongga gastrovaskuler pada Anthozoa bersekat-sekat dan mengandung nematosista. Gonat ada di gastrodermis. Anthozoa memiliki 6.100 spesies diantaranya sebagai berikut...
  • Metridium dan Edwardisia, merayap dengan pedal mirip dengan kaki 
  • Acropor, Fungia, Astrangia, mempunyi rangkai luar dari zat kapur yang disebut dengan karang batu. 
  • Cerianthus,  polip dengan bentuk mirip anemon panjang yang bertentakel banyak dengan dibungkus oleh selubung dari lendir dan pasir yang mengeras. 
  • Antipathes, koral hitam, rangka tersusun dari zat tanduk, dan memiliki bentuk seperti ranting tumbuhan yang bercabang-cabang dengan warna hitama
Kesimpulan,  Ciri-Ciri Anthozoa adalah sebagai berikut....
  • Memiliki bentuk yang menyerupai bunga, mempunyai warna yang beragam 
  • Mempunyai tentakel dengan jumlah yang banyak dan berkelipatan 8 
  • Hewan yang hidup air laut yang jernih
  • Tidak memiliki bentuk medusa dan ada jua yang berbentuk polip namun sangat langka
4. Cubozoa: Dulu, Cobozoa terdapat dalam golongan Scyphozoa, namun setelah ditemukan perbedaan yang mendasar. Kemudian dijadikan kelas tersendiri. Perbedaan tersebut adalah Cubozoa mengalami metamorfosis lengkap dari polip hingga ke medusa payung (ytubuh) berbentuk kotak, dan memiliki lensa mata yang kompleks. Cubozoa merupakan ubur-ubur sejati. Medua memiliki bentuk lonceng dengan empat sisi yang datar, sehingga menyerupai bentuk kubus. Memiliki tinggi lonceng mencapai 17 cm dengan jumlah tentakel 4 buah atau empat rumpun yang panjangnya mencapai 2 m. Cubozoa dapat berenang cepat secara horisontal dengan bagian aboral sebagai anteriornya. Habitat Cubozoa di laut tropis dan subtropis dengan makanan utamanya adalah ikan. Sebagian cubozoa berdampak buruk bagi perenang karena sengatan nematosistanya dapat menyebabkan luka yang sulit disembukan, sampai menyebabkan kematian dalam waktu 3-20 menit. Contohnya pada Chironex fleckeri (sea waspas) di perairan Indo-Pasifik.

Kesimpulan, Ciri-Ciri Cubozoa adalah sebagai berikut...
  • Berbentuk polik dan juga medusa payung, 
  • Memiliki bentuk kotak dan lensa mata yang kompleks. 
  • Mempunyai sis datar yang menyerupai bentuk kubus. 
  • Tinggi lonceng sekitar 17 cm dengan 4 tentakel yang panjang mencapai 2 m. 
  • Berenang secara horisontal.  

Reproduksi Coelenterata  

Cara reproduksi coelentera (cnidaria) adalah dengan cara vegetatif dan generatif. Vegetatif adalah membentuk tunas dan polip. Sedangkan secara generatif adalah persamaan sel telur dan sel jantan pada bagian medusa.

Coelenterata (Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, & Peranan)


Peranan Coelenterata

Terdapat beberapa peranan coelentara (cnidaria) baik yang bermanfaat atau yang mengutungkan maupun yang merugikan bagi kehidupan manusia antara lain sebagai berikut...
  • Sebagai bahan makanan. contohnya pada ubur-ubur, anemon laut/mawar laut
  • Sebagai hiasan di bawah laut atau akuarium air laut
  • Dapat menarik wisatawan dan pengunjang pada wisata laut menyelem jika memiliki terumbu karang yang bagus dan eksotik. Contohnya taman laut bunaken. 
  • Terumbu karang berfungsi sebagai tempat perkembangbiakan ikan-ikan laut dan tempat berlindung satwa laut lainnya
  • Sebagai pelindung pantai dari hantaman gelombang laut
  • Dapat digunakan sebagai perhiasan seperti akar bahar dan koral 
  • Sebagai bahan dapur seperti batu karang
  • Sebagai taman laut untuk rekreasi
Nah itulah pembahasan pada postingan kali tentang tema Coelenterata (Cnidaria). Semoga artikelnya dapat bermanfaat.