Kamis, 25 Agustus 2016

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
link : Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Baca juga


Agustus 2016

Pengertian Spermatogenesis dan Oogenesis 
Gametogenesis adalah proses sel kelamin jantan dan betina (gamet) dimana sperma dan ovum terbentuk, yang setiap dalam gonad pria dan wanita (testis dan ovarium). Gametogenesis terdiri dari dua jenis yaitu Spermatogenesis dan Oogenesis. Berikut pembahasan Spermatogenesis dan Oogenesis.

  1. Spermatogenesis - Spermatogenesis dalam arti luas adalah proses pembentukan dan pematangan sel benih pria atau spermatozoa. Sehingga tujuan utama dari spermatogenesis adalah pembentukan sel benih yang jumlahnya 4 sperma fungsional.  Pembentukan Spermatogenesis dimulai dari tubulus seminiferus, yang sesuai dari jenis mereka yang bentuknya mirip dengan mie kecil, lurus atau bengkok pada testis. Di bagian dalam tubuhlus seminiferus dlapisi dengan sel Sertoli dan Spermatogonia. Sel-sel Sertoli disebut dengan "sel perawat" karena mereka membantu dalam pengembangan sperma dengan memakan bahan limbah dari spermatogenesis dan mengalahkan sel-sel melalui kanal-kanal tubulus. 
  2. Oogenesis - Pada dasarnya, Oogenesis adalah proses pembentukan ovum atau sel telur yang terjadi pada tubuh wanita. Tujuan utama dari Oogenesis adalah membentuk ovum dalam proses pembuahan atau reproduksi. Proses yang berlangsung di organ reproduksi wanita, yakni ovarium, dengan fungsi utama menghasilkan sel telur atau ovum. Pada prosesnya menghasilkan 1 ovum fungsional. Oogenesis terjadi pada spesies dengan reproduksi seksual, dan keseluruhan tahap belum matang sel telur. Untuk matang, sel telur melewati lima tahap pada mamalia. Oogonium, Oosit primer, Oosit sekunder, Ootid, dan Ovum
Umumnya spesies yang mengalami reproduksi seksual, sel telur mengandung setengah materi genetik dari individu dewasa. Reproduksi yang terjadi disaat sel telur dibuahi oleh gamet jantan, atau sperma. Sperma berisi setengah bahan genetik dari individu yang matang, sehingga embrio yang dibentuk oleh fertilisasi berisi set lengkap materi genenik, setengah sel telur dan setengah dari sperma.

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

  • Spermatogenesis adalah produksi sel sperma laki-laki, sedangkan Oogenesis adalah produksi ovum wanita
  • Pada vertebrata, Spermatogenesis terjadi di testis pria, sedangkan Oogenesis terjadi pada ovarium perempuan. 
  • Spermatogenesis dimulai di spermatosit primer, sedangkan Oogenesis dimulai dari Oosit Primer
  • Spermatogenesis menghasilkan empat spermatozoa fungsional dari spermatosit primer. Sedangkan Oogenesis menghasilkan ovum tunggal dari 3 badan polar Oosit primer. 
  • Pada Spermatogenesis, hasil sitokinesis dalam dua sel berukuran sama, sedangkan, pada Oogenesis, menghasilkan dua sel yang sangat tidak setara. 
  • Sel sperma tidak mengandung makanan, misalnya ovum (sel telur)
  • Sel-sel sperma jauh lebih kecil dari sel telur
  • Sel-sel sperma yang motil, sedangkan pada ovum adalah immotile
  • Spermatogenesis selesai sementara di testis. Sedangkan devisi pematangan sekunder Oogenesis terjadi di luar Ovarium atau saluran telur. 
  • Spermatogenesis dimulai di masa pubertas, sedangkan pada Oogenesis dimulai dari sebelum kelahiran, pada tahap perkembangan embrio
  • Spermatogenesis menghasilkan sel spermapada satu waktu, sedangkan pada hasil Oogenesis hanya satu ovum per bulan. 
  • Spermatogenesis melibatkan fase pertumbuhan pendek, sedangkan Oogenesis melibatkan fase yang panjang. 
  • Spermatogenesis terjadi secara terus menerus setelah pubertas, sedangkan pada Oogenesis terjadi dalam pola siklik 
Demikian artikel singkat mengenai perbedaan spermatogenesis dan oogenesis. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.


Pengertian umum Ideologi Terbuka dan Tertutup serta Ciri-Cirinya

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kewarganegaraan, Artikel Sosial, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian umum Ideologi Terbuka dan Tertutup serta Ciri-Cirinya
link : Pengertian umum Ideologi Terbuka dan Tertutup serta Ciri-Cirinya

Baca juga


Agustus 2016

Istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua kata, yaitu idea dan logi. Ideaberarti melihat(idean), sedangkan logi berasal dari kata logos yang berarti pengetahuan atau teori. Jadi, secara umum ideologi dapat diartikan hasil penemuan dalam pikiran yang berupa pengetahuan atau teori. Ideologi dapat juga diartikan suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas, pendapat (kejadian) yang memberikan arah tujuan untuk kelangsungan hidup. Ideologi terbagi mencadi dua,yaitu ideologi Terbuka dan Ideolgi tertutp,perbedaan ideologi terbuka dan tertutup ini sangat mencolok,sehingga dapat dengan mudah dikelompokkan. Pengertian Ideologi Terbuka adalah nila-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya itu sendiri. Pengertian Ideologi Tertutup adalah ajaran atua pandangan dunia yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang ditasbihkan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, tetapi harus diterima sebagai sesuatu yang sudah jadi dan harus dipatuhi. 
  1. Pembahasan Ideologi Terbuka - Ideologi terbuka dapat juga diartikan sebagai ideologi yang tidak dimutlakkan. Ideologi terbuka merupakan ideologi yang dapat berinteraksi dari perkembangan zaman dan dinamika yang sifatnya internal. Ideologi terbuka bersumber dari penjelasan umum 1945 yang berbunyi "... terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan, pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya".
  2. Pembahasan Ideologi Tertutup - Ideologi tertutup dapat diartikan sebagai ideologi yang dimutlakkan. Ideologi tertutup merupakan. Kebenaran dari ideologi tertutup tidak dipermasalahkan dalam nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral yang lain. Ideologi tertutup memiliki sifat yang dogmatis dan apriori. Arti dogmatis adalah mempercayai terhadap suatu keadaan tanpa daya yang valid. Sedangkan arti apriori adalah berprasangka terlebih dahulu terhadap suatu keadaan. Ideologi tertutup memakai pemaksaan dalam pemberlakuan yang dipatuhi setiap masyarakat yang kordinir oleh masyarakat elit atau kelompok masyarakat. hal ini berarti bersifat otoriter yang dijalankan dengan totaliter.
Ciri-Ciri Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup
1. Ciri-Ciri Ideologi Terbuka
  • Cita-cita hidup dalam masyarakat
  • Merupakan hasil dari musyawarah dan konsensus rakyatnya 
  • Nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari diri masyarakat
  • Ideologi terbuka bersifat dinamis dan reformasi
2. Ciri-Ciri Ideologi Tertutup
  • Bukan cita-cita yang hidup dalam diri masyarakat
  • Tidak bersifat nilai atau cita-cita
  • Kepercayaan dan kesetiaan yang sifatnya kaku
  • Terdiri dari tuntutan konkret dan operasional secara mutlak
Dimensi Ideologi
Sebuah ideologi yang telah menjdai keyakinan dalam kehidupan masyarakat dapat menjadi luntur atau pudar seiring perkembangan zaman.Hal tersebut tergantung pada daya tahan Ideologi. Ideologi akan mampu bertahan menghadapi perubahan zaman,apabila mempunyai tiga dimensi,yaitu:
  1. Dimensi Realita - Dimensi ini menunjuk pada kemampuan ideologi untuk mencerminkan realita yang hidup dalam masyarakat, di mana ia muncul untuk pertama kalinya, paling kurang realita pada saat-saat awal kelahirannya
  2. Dimensi Idealisme - Dimensi Idealisme adalah kadar/kualitas idealisme yang terkandung di dalam iseologi atau nila-nilai dasarnya. Kualitas itu menentukan kemampuan ideologi dalam memberikan harapan kepada berbagai kelompok atau golongan yang ada dalam masyarakat untuk mempunyai dan membina kehidupan bersama secara lebih baik dan membangun suatu masa depan secara lebih cerah.
  3. Dimensi Fleksibilitas - Yaitu kemampuan ideologi dalam memengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan atau perkembangan masyarakat. Memengaruhi berarti ikut mewarnai proses pengembangan, sedangkan menyesuaikan diri berarti bahwa masyarakat berhasil menemukan tafsiran-tafsiran terhadap nilai-nilai daasar dari ideologi sesuai dengan realita-realita baru yang muncul dan yang harus mereka hadapi.
Demikian artikel singkat mengenai pengertian umum terbuka dan tertutup serta Ciri-Ciri Ideologi Terbuka dan Tertutup. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.



Senin, 22 Agustus 2016

Pengertian umum Interaksi Sosial serta Contohnya

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Sosiologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian umum Interaksi Sosial serta Contohnya
link : Pengertian umum Interaksi Sosial serta Contohnya

Baca juga


Agustus 2016

Mausia sebagai makhluk sosial mempunyai keinginan dan kebutuhan berinteraksi dengan orang lain. Interaksi itu terjadi karena manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya seorang diri. hubungan sosial antarmanusia terjalin dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup bersama. Dalam hubungan itu satu sama lain saling memengaruhi. Seorang pedagang sayur memmbutuhkan jasa seorang sopir untuk mengangkut barang dagangannya ke pasar. sebaliknya, sang sopir membuuhkan pedagang sayur agar ia dapat memperoleh uang secara halal dengan cara mengantarkannya ke pasar. Hubungan timbal balik seperti itu disebut interaksi sosial.

Pengertian Interaksi Sosial
Secara Umum Pengertian Interkasi Sosial adalah Hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, maupun kelompok satu dengan lainnya. 

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli
  • Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya. 
  • Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.
  • Sedangkan menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interak si sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
  • Menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) interaksi merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.
  • Gilin: Pengertian interaksi sosial menurut gillin bahwa interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yangdinamis yang menyangkut hubungan antarindividu dan kelompok atau antarkelompok.
  • Macionis: Menurut Macionis bahwa pengertian interaksi sosial adalah proses bertindak dan membalas tindakan yang dilakukan seseorang dalam hubungan dengan orang lain.
  • Soerjono Soekanto: Pengertian interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto bahwa interaksi sosial adalah proses sosial mengenai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan hubungan sosial.
  • Broom dan Selznic: Menurut Broom dan Selznic, bahwa pengertian interaksi sosial adalah proses bertindak yang dilandasi oleh kesadaran adanya orang lain dan proses menyesuaikan respon (tindak balasan) sesuai dengan tindakan orang lain.
  • Kimball Young dan Raymond W. Mack: Pengertian interaksi sosial menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack adalah hubungan sosial yang dinamis dan menyangkut hubungan antarindividu, antara individu dengan kelompok maupun antara kelompok dengan kelompok lainnya.
  • Homans: Menurut Homans, pengertian interaksi sosial adalah suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individulain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh yang menjadi pasangannya.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
Bentuk interaksi sosial dibedakan menjadi dua kelompok yaitu bentuk interaksi sosial asosiatif, dan disosiatif, yaitu sebagai berikut.

Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif
  • Kerja Sama (Cooperation), adalah suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 
  • Akomodasi (Accomodation), adalah proses penyesuaian sosial dalam interaksi antarindividu dan antarkelompok untuk meredakan pertentangan. 
  • Asimilasi (Assimilation), adalah proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak dapat merasakan kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. 
  • Akulturasi (Acculturation), adalah proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima unsur budaya asing tanpa menyebabkan kebribadian budaya sendiri hilang. 
Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif
  • Persaingan (Competition), adalah suatu perjuangan dari berbagai pihak yang lomba-lomba untuk mencapai suatu tujuan yang sama. 
  • Kontraversi, adalah suatu bentuk proses sosial yang menunjukkan ketidaksenangan atau ketidakpuasan terhadap pihak lain baik secara sembunyi atau terang-terangan. 
  • Pertentangan/Konflik Sosial, adalah proses sosial antarperorangan atau kelompok masyarakat tertentu akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar sehingga menimbulkan adanya semacam jurang pemisah antara mereka.
Contoh Interaksi Sosial :
Interaksi Sosial, Individu dengan Individu : 
  1. Seorang kakak mengajari adeknya belajar matematika
  2. Indah belajar bermain gitar yang diajar oleh satriawan
  3. Seorang Siswa bertanya kepada Gurunya
  4. Seorang Dokter dengan Pasiennya 
Interaksi Sosial, Individu dengan Kelompok : 
  1. Guru dengan Siswanya 
  2. Khotbah Jumat dimesjid 
  3. Presiden dengan Rakyatnya 
  4. Komandan dengan Anggotanya 
Interaksi Sosial, Kelompok dengan Kelompok :
  1. Polisi dengan TNI saling berkerja sama memberantas preman 
  2. Osis dengan Pramuka saling membantu dalam menyukseskan kegiatan tanam 1000 bibit 
  3. Kelompok A dan Kelompok B saling berdebat atau mendiskusikan sesuatu 
  4. PMR dan PRAMUKa berkerja sama dalam pemberian bantuan
Syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Syarat terjadinya interaksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Proses Interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat bersumber dari faktor imitasi, sugesti, simpati, identifikasi dan empati.
  • Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
  • Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
  • Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
  • Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
  • Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.
Jika proses interaksi sosial tidak terjadi secara maksimal akan menyebabkan terjadinya kehidupan yang terasing. Faktor yang menyebabkan kehidupan terasing misalnya sengaja dikucilkan dari lingkungannya, mengalami cacat, pengaruh perbedaan ras dan perbedaan budaya.

Bentuk-bentuk interak si sosial adalah Asosiatif dan Disasosiatif (Soerjono Soekanto, 2010: 64).
  1. Asosiatif - Asosiatif terdiri dari kerjasama (cooperation), akomodasi (accomodation). Kerjasama disini dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama. Akomodasi merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
  2. Disasosiatif - Disasosiatif terdiri dari persaingan (competition), dan kontravensi (contravention), dan pertentangan (conflict). Persaingan diartikan sebagai suatu proses sosial di mana individu atau kelompok – kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang – bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.
Demikian Artikel singkat Tentang Pengertian Interaksi Sosial, Semoga artikel ini bermanfaat. sekian dan terima kasih.

Pustaka :
Sosiologi,Hal : 41, Penyusun : TIm Dosen Sosiologi Universitas Negeri Yogyakarta, Penerbit : SMK (saka mitra Indonesia)



Minggu, 21 Agustus 2016

Pengertian umum Cuaca dan Unsur-Unsur Cuaca

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Geografi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian umum Cuaca dan Unsur-Unsur Cuaca
link : Pengertian umum Cuaca dan Unsur-Unsur Cuaca

Baca juga


Agustus 2016

Secara umum cuaca adalah keadaan udara di suatu wilayah pada saat tertentu dan jangka waktu yang singkat. jika diartikan secara ilmiah, cuaca memiliki pengertian keaadaan udara pada suatu waktu tertentu dan diwilayah yang relative sempit dan keadaan udara atau cuaca ini bisa berubah setiap harinya. Pada dasarnya, keadaan cuaca mudah sekali berubah-ubah karena ada beberapa factor yang bisa mempengaruhi cuaca, diantaranya ialah tekanan udara, kelembapan udara, suhu, angin, dan curah hujan. 
Jika dilihat sebenarnya pengertian cuaca dan pengertian iklim sangat jauh berbeda. seperti tema diatas kita juga akan membahas unsur-unsur yang terbagi atas 6 unsur yakni suhu udara, tekanan udara, kelembapan udara, awan, angin, hujan, ke enam unsur tersebut sama dengan unsur-unsur iklim, untuk mengetahui penjelasan unsur-unsur cuaca dapat dilihat dibawah ini.. 

Dari pengertian cuaca yang sebelumnya sudah di jelaskan, terdapat unsur-unsur yang bisa mempengaruhi cuaca di suatu tempat
  1. Suhu udara - Suhu udara merupakan keadaan dingin atau panas udara di suatu wilayah atau tempat dan pada waktu tertentu. Suhu udara dipengaruhi oleh panas matahari yang diterima bumi. Mengingat lapisan ozon semakin menipis, maka suhu udara kini sering tak menentu. Dampaknya cuaca ikut tak menentu. Alat untuk mengukur suhu udara ialah thermometer.
  2. Kelembapan udara - Kelembapan udara ialah jumlah atau banyaknya kandungan uap air yang dikandung di udara. Kelembapan udara bisa diukur dengan alat hygrometer. Pada dasarnya, kelembapan udara memiliki tiga jenis kelembapan yakni kelembapan absolute, relatif dan spesifik.
  3. Curah hujan - Curah hujan merupakan titik air hasil dari pengembunan uap air yang jatuh ke dasar bumi dalam satuan mili meter.
  4. Angin - Angin merupakan udara yang bergerak. Angin memiliki berpindah dari daerah yang memiliki tekanan daerah maksimum ke minimum. Arah angin pun berubah-ubah akibat dari perbedaan tekanan udara di tempat tertentu.
  5. Tekanan udara - Udara juga mempunyai tenaga atau massa yang menekan bumi. Penekana udara terhadap bumi ini disebut juga tekanan udara.
  6. Penyinaran matahari - Pinyanaran matahari ini ialah penerimaan yang diterima oleh bumi dari energi matahari dalam bentu sinar dan gelombang pendek yang masuk ke bumi dengan menerobos atmosfer.
Anda perlu tahu juga bahwa cuaca berbeda dengan iklim. Singkatya, cuaca dipengaruhi oleh rotasi bumi sedangkan iklim dipengaruhi oleh evolusi bumi. Pada jaman dahulu, cuaca dan iklim lebih mudah diprediksi lantaran kondisi bumi masih asri, berbeda dengan saat ini yang mana kondisi bumi sudah rusak dan akibatnya perubahan cuaca ekstrem bisa dirasakan setiap hari.

Unsur-Unsur Cuaca 
  1. Suhu Udara - Suhu udara diukur dengan termometer. Keadaan suhu udara sepanjang hari dapat diamati dengna termograf. dan kertas yang berisi catatan suhu disebut termogram. Catatan pada termograf dan termometer dapat menunjukkan adanya perubahan suhu udara sepanjang hari. Biasanya suhu udara terendah terjadi pada jam 13.00 atau 14.00, sedangkan suhu terendah terjadi pada jam 04.00 atau 05.00. Suhu udara didaerah dataran lebih tinggi dari pada didaerah pegunungan. Demikian pula suhu udara di daerah tropis lebih tinggi dari pada didaerah sedang atau dingin (kutup). 
  2. Tekanan Udara - Tekanan udara adalah kerapatan molekul udara sehingga menimbulkan tekanan ke segala arah yang disebut hidrostatis. Besarnya tekanan udara di suatu tempat berbeda-beda. Makin tinggi suatu tempat dari permukaan laut, makin rendah tekanan udaranya. Demikian pula tempat yang panas, udaranya mengembang ke atas sehingga tekanannya rendah. Jika terjadi perbedaan tekanan udara maka akan terjadi gerakan udara dari daerah yang bertekanan udara tinggi (maksimum) menuju daerah yang bertekanan udara rendah (minimum). Gerakan udara ini disebut angin. Tekanan udara diukur dengan alat yang disebut Barometer. 
  3. Kelembapan Udara - Kelembapan udara dibedakan menjadi dua, yaitu kelembapan mutlak (absolut) dan kelembapan relatif (nisbi). Kelembapan mutlak adalah kelembapan yang menunjukkan jumlah uap air yang terkandung dalam udara. Kelembapan nisbi adalah bilangan yang menunjukkan berapa persen perbandingan antara jumlah uap air yang ada dalam udara dan jumlah air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut. 
  4. Awan - Awan adalah kumpulan titik air (kristial-kristal es ) di atmosfer yang terjadi akrena adanya pengembunan atau pemadatan uap air setelah melampau keadaan jenuh. Bentuk awan bermacam-macam tergantung pada keadaan cuaca. Awan dibagi menjadi tiga bentuk, yaitu berlapis (stratus), berserat (cirrus), atau bertumpuk (cumulus). Awan amat tinggi biasanya berbentuk seperti asap, sedangkan awan yang rendah biasanya terbal seperti selimut. 
  5. Angin - perbedaan tekanan udara di beberapa tempat menimbulkan aliran udara. Aliran ini berlangsung dari tempat yang bertekanan udara tinggi (maksimum) ke tempat yang bertekanan udara rendah (minimum). Aliran udara ini disebut angin. 
  6. Hujan - Hujan tetesan air di udara yang jatuh di permukaan bumi. dalam proses terjadinya hujan pertama-tama diawali dengan terbentuknya awan, awan yang semakin padat titik airnya halusnya akan bergabung menjadi satu dengan yang lain sehingga menjadi tetesan air, karena beratnya sehingga air diawan jatuh dan maka jadilah hujan. alat pengukur hujan disebut fluviograf. 
Beberapa kondisi cuaca antara lain cuaca panas, cerah, dingin, berawan, dan hujan.
  • Cuaca Panas - Cuaca panas berarti matahari bersinar terang dan udara terasa panas. Suhu di dataran rendah umumnya berbeda dengan suhu di dataran tinggi. Bila kita berada di dataran rendah, maka udaranya akan terasa panas. Sebaliknya, jika kita berada di dataran tinggi, maka udaranya akan terasa sejuk.
  • Cuaca Cerah - Cuaca cerah artinya langit terang, tidak berawan, dan cahaya matahari bersinar terang. Pada saat cuaca cerah udara terasa hangat. Jika cuaca cerah, manusia dapat melakukan aktivitasnya dengan lebih nyaman.
  • Cuaca Dingin - Cuaca dingin berarti udara terasa dingin. Pada cuaca dingin, suhu udara amat rendah.
  • Cuaca Berawan - Cuaca berawan adalah cuaca yang menunjukkan bahwa di langit banyak terdapat awan. Awan merupakan kumpulan uap air yang terdapat di udara. Uap air ini berasal dari air kolam, air danau, air laut, serta air sungai yang naik ke atas dan bergabung dengan udara karena pengaruh panas matahari.
  • Cuaca Hujan - Cuaca hujan artinya turunnya titik-titik air dari udara. Cuaca hujan terjadi diawali dari air laut yang menguap dan uap air tersebut mengembun karena udara yang dingin. Uap air yang mengembun membentuk butiran air yang saling berkumpul hingga membentuk awan. Setelah butiran air yang terbentuk bertambah besar, maka akan jatuh sebagai hujan.
Hubungan Keadaan Langit dan Cuaca
Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat merasakan cuaca panas, dingin, cerah bahkan hujan. Keadaan tersebut berhubungan dengan kondisi langit, terutama sedang berawan atau sedang cerah.
Saat cuaca sedang berawan, langit diliputi awan. Pada keadaan seperti ini udara akan terasa sangat panas, karena sinar matahari yang mengarah ke bumi terhalang oleh awan. Sedangkan pada saat cuaca cerah, keadaan langit tidak berawan sehingga cahaya matahari bersinar terang dan udara terasa hangat. Pada saat cuaca panas keadaan langit sangat terang. Matahari bersinar sangat terik sehingga udara terasa panas.


Pengaruh Cuaca terhadap Kegiatan Manuiia
Cuaca dapat memengaruhi kegiatan manusia. Untuk menghindari pengaruh cuaca yang buruk, manusia harus melakukan kegiatan yang sesuai dengan keadaan cuaca tersebut.
Pada cuaca cerah manusia dapat melakukan berbagai aktivitas seperti bekerja, bepergian, atau Iainnya. Pada cuaca panas aktivitas manusia dapat dilakukan. Pada saat cuaca berawan dan hujan aktivitas manusia sedikit terganggu.
Ada beberapa kegiatan manusia yang tidak dapat dilakukan pada cuaca tertentu. Pada saat hujan, pendaki gunung dianjurkan tidak mendaki. Pada saat hujan, terjadi kabut tebal yang menyelimuti gunung. Akibatnya, dapat menghalangi pandangan para pendaki.
Keadaan cuaca juga dapat memengaruhi pakaian yang dikenakan manusia. Pada umumnya manusia memakai pakaian yang tipis di musim panas dan berpakaian tebal pada saat musim dingin.

Ilmu yang mempelajari tentang cuaca ialah meteorology. Di Indonesia, cuaca diamati setiap hari oleh badan meteorology dan geofisika. Hasil pengamatan tersebut digunakan sebagai ramalan cuaca yang sangat berguna di bidang penerbanagan, pelayaran dan kegiatan lainnya yang berkaitan atau bergantung pada cuaca.

Demikian artikel singkat tentang Pengertian Cuaca dan Unsur-Unsur Cuaca. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih. 




Pengertian Umum Pantai dan Pesisir Serta Jenis-Jenis Pantai

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Geografi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Pantai dan Pesisir Serta Jenis-Jenis Pantai
link : Pengertian Umum Pantai dan Pesisir Serta Jenis-Jenis Pantai

Baca juga


Agustus 2016

Secara umum Pengertian pantai menurut para ahli bahwa pantai adalah batas antara daratan dengan laut. Batas ini merupakan zona laut sampai dengan kedalaman 200 m (garis isobath 200 m). Jadi, sifat-sifatnya sama dengan daratan yang disebut shelf. Sebelumnya juga telah dibahas pengertian pantai dan pesisir serta perbedaanya, mengapa pesisir dikaitkan dengan pantai ??. karna terkadang banyak orang yang sulit mengartikan pesisir dan membedakan pantai dengan pesisir. pembahasan selanjutnya yakni macam-macam pantai yang akan dijelaskan dibawah ini.

Bentuk permukaan pantai tidak selalu tetap, tetapi senantiasa mengalami perubahan, yang disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
  1. Gelombang, arus, dan pasang surut merupakan tenaga pengikis, pengangkut, dan pengendapan material di pantai.
  2. Perubahan ketinggian relatif permukaan laut, karena pembekuan atau pencairan es, dan penaikan atau penurunan bagian litosfer.
  3. Pengaruh kegiatan manusia seperti pembuatan pelabuhan, pengeringan rawa-rawa, dan pengerukan muara sungai.
Jenis-Jenis Pantai 

Dalam pengertian pantai menurut definisi para ahli dan macam-macam pantai atau jenis-jenis pantai menurut bentuknya yakni terbagi atas 4 macam, pantai landai, pantai curam, pantai bertebing (flaise), dan pantai karang. Menurut bentuknya ada empat macam pantai, yaitu pantai landai, pantai curam, pantai bertebing dan pantai karang. 

  1. Pantai Landai - Pantai landai, yaitu pantai yang permukaannya relatif datar. Termasuk pantai jenis ini adalah pantai mangrove, pantai bukit pasir, pantai delta. dan pantai estuari. 
  2. Pantai Curam - Pantai curam biasanya bergunung-gunung. Karena peretakan yang memanjang sejajar pantai dan terkikis ombak yang besar, terjadilah tebing-tebing curam dan laut dalam. Contohnya, pantai di selatan pulau Jawa dan barat Pulau Sumatera. 
  3. Pantai Bertebing (Flaise) - Pantai bertebing (Flaise) adalah pantai yang curam di muka tebing karena adanya pegunungan melintang tegak lurus terhadap pantai. Di pantai ini sering dijumpai laut yang dangkal. Terjadinya flaise karena penimbunan hasil perusakan tebing pantai itu sendiri yang disebabkan oleh abrasi atau erosi marine. 
  4. Pantai Karang - Pantai karang terjadi jika di dasar laut sepanjang pantai terdapat terumbu karang, misalnya pantai di pulau sulawesi, maluku, dan nusa tenggara. Pantai seperti ini biasanya dijadikan objek wisata laut. Misalnya, Taman Bunaken di Manado. 
Pesisir
Pesisir adalah bagian dari pantai yang tergenang pada waktu air laut pasang, dan kering pada waktu air laut surut. Daerah ini pada waktu kering dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, dan tambak (udang dan garam) oleh masyarakat sekitar.
Pesisir merupakan daerah yang meliputi pantai dan perluasannya ke arah darat sampai batas pengaruh laut tidak ada. Dilihat dari zonasinya, pesisir ini termasuk zona litoral karena kadang daerah pesisir tergenang air ketika pasang dan kering ketika surut. Pesisir dibagi menjadi tiga yaitu pesisir daratan, dataran aluvial, dan pulau penghalang. Pesisir daratan adalah pesisir yang mengalami proses pengangkatan yang semula berada di bawah laut menuju bekas paparan benua. Pesisir dataran aluvial adalah pesisir yang terbentuk oleh pengendapan material aluvium yang berasal dari daratan. Pesisir pulau penghalang adalah pesisir dengan perairan dangkal lepas pantai yang luas dan terpisah dari lautan oleh pulau penghalang.


Demikian artikel singkat tentang Pengertian pantai dan pesisir serta jenis-jenisnya. semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. sekian dan terima kasih.


Pengertian Inovasi dan Kreatif Secara Umum

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Ekonomi, Artikel Psikologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Inovasi dan Kreatif Secara Umum
link : Pengertian Inovasi dan Kreatif Secara Umum

Baca juga


Agustus 2016

Pengertian inovasi dan pengertian kreatif berbeda, namun memiliki kesamaan. Secara umum, Pengertian Inovasi adalah melakukan proses pembaharuan/pemanfaatan/pengembangan dengan menciptakan hal baru yang berbeda dengan sebelumnya. Sedangkan Secara umum, Pengertian Kreatif adalah kemampuan mengembangkan/menciptakan ide dan cara baru yang berbeda dari sebelumnya. Jika dilihat pengertian keduanya sama saja, namun jika diamati terdapat perbedaan diantaranya. Berikut pembahasan mengenai inovasi dan kreatif.

A. Kajian Inovasi

1. Pengertian Inovasi
Inovasi adalah proses pembaharuan/pemanfaatan/pengembangan dengan menciptakan hal baru yang berbeda dengan sebelumnya. Inovasi juga dapat diartikan penemuan baru dalam teknologi atau kemampuan dalam memperkenalkan temuan baru yang berbeda dari yang telah ada sebelumnya. Orang yang melakukan inovasi disebut dengan inovator. Inovasi harus lah bermanfaat bagi sang inovator atau orang lain. Inovasi dibedakan menjadi dua macam antara lain sebagai berikut...
  • Inovasi yang terjadi karena sengaja (invention) : Inovasi invention adalah proses munculnya suatu hal baru dari kombinasi hal-hal lama yang telah ada. 
  • Inovasi yang terjadi tanpa sengaja  (discovery) : Inovasi discovery adalah penemuan hal baru, baik berupa alat ataupun gagasan. Discovery dapat menjadi invention, ketika masyarakat mengakui dan dapat memanfaatkan hasil inovasi tersebut. 
2. Syarat-Syarat Inovasi
Dari pengertian inovasi yang terdapat diatas, sesuatu yang dapat dikatakan inovatif ketika memenuhi beberapa syarat, antara lain sebagai berikut,... 
  • Baru 
  • Berbeda dari sebelumnya atau yang telah ada
  • Memberikan manfaat bagi inovator dan orang lain
3. Ciri-Ciri Inovasi
Terdapat 4 ciri-ciri inovasi antara lain sebagai berikut..
  • Memiliki ciri khusus
  • Memiliki unsur pembaharuan
  • Program inovasi melalui program yang terencana 
  • Memiliki tujuan
4. Pengertian Inovasi Menurut Definisi Para Ahli
Dalam pengertian inovasi, terdapat beberapa ahli yang mendefinisikan pengertian inovasi antara lain sebagai berikut...
  • Everet M. Rogers : Menurut Everet M. Rogers, pengertian inovasi adalah gagasan, ide, rencana, praktek atau benda yang diterima dan disadari sebagai hal yang baru dari seseorang atau kelompok untuk di implementasikan atau diadopsi. 
  • Stephen Robbins : Menurut Stephen Robbins, pengertian inovasi adalah gagasan atau ide baru yang diterapkan untuk memperbaiki suatu produk atau jasa 

B. Kajian Kreatif

1. Pengertian Kreatif
Kreatif adalah kemampuan mengembangkan/menciptakan ide dan cara baru yang berbeda dari sebelumnya. Sedangkan Pengertian Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan hal baru, barik berupa gagasan, karya nyata, dalam bentuk aptitude atau non aptitude, kombinasi dari hal yang telah ada atau relatif berbeda dari yang telah ada sebelumnya. Kreativitas merupakan naluri yang ada sejak lahir namun, kreativitas tidak dapat berkembang dengan sendirinya, tetapi membutuhkan rangsangan dari lingkungannya.

2. Ciri-Ciri Kreativitas
Terdapat beberapa ciri-ciri kreativitas antara lain sebagai berikut.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang luas dan mendalam
  • Memiliki daya imajinasi yang tinggi
  • Selalu memberikan gagasan atau usulan terhadap suatu masalah 
  • Melihat suatu masalah dalam berbagai sudut pandang
  • Orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah 
3. Alat Ukur Kreativitas
Menurut Utami Munandar (2009:68-70) tes untuk mengukur kreativitas adalah sebagai berikut...
  • Tes kreativitas verbal : Konstruksi tes kreativitas verbal berdasarkan model struktur intelek dari guilford sebagai kerangka teoritis. Tes terdiri dari enam sib-tes yang semuanya mengukur operasi berfikir divergen
  • Tes kreativitas figuran (TKF) : Tes yang memungkinkan penyelesaian dalam waktu singkat dan dapat diberikan dalam kelompok. Tes ini mengukur aspek kelancaran, kelenturan, orisinalitas, dan elaborasi dari kemampuan berfikir kreatif. 
  • Skala sikap kreatif : skala sikap kreatif terdiri dari 32 butir pertanyaan yang disusun untuk siswa SD, dan SMP setiap pertanyaan dijawab "ya" atau "tidak". Tes dioperasikan dalam dimensi : keterbukaan dalam pengalaman baru, kelenturan dalam berfikir, kebebasan dalam ungkapan diri, menghargai fantasi, minat terhadap kegiatan kreatif, kepercayaan terhadap gagasan sendiri, dan kemampuan mandiri dalam memberi pertimbangan. 
  • Skala penilaian anak berbakat oleh guru :  Tes yang terdiri dari 4 sub skala yang mengukur intelektual umum, motivasi, kreativitas, dan kepemimpinan
4. Pengertian Kreativitas Menurut Definisi Para Ahli
Dari pengertian kreativitas diatas, terdapat juga beberapa pendapat para ahli yang mendefinisikan pengertian kreativitas antara lain sebagai berikut.
  • Widayatum : Menurut Widayatum, pengertian kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaan secara penuh untuk berkembang.  
  • Asep : Menurut Asep, pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berpikir mencapai produk yang beragam dan baru, baik dalam bidang keilmuan, seni, sastra, dan bidang lainnya, dimana produk bisa diterima dan disukai oleh masyarakat sebagai sesuatu yang berguna
  • James R. Evans : Menurut James R. Evans, pengertian kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua konsep atau lebih konsep yang telah tercatat dalam pikiran. 
  • Santrock : Menurut Santrock, pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik. 
  • Yatin Rianto (2012: 233) : Menurut Yatin Rianto, pengertian kreativitas adalah sesuatu yang baru bagi diri sendiri dan tidak harus merupakan sesuatu yang baru bagi orang lain atau dunia pada umumnya,  
  • Semiawan (1987) : Menurut Semiawan, pengertian kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menetapkannya dalam pemecahan masalah. 
  • Harris : Menurut Harris, pengertian kreativitas adalah kemampuan, sikap dan proses menghasilkan ide-ide baru dengan mengombinasikan, mengubah, atau menerapkan kembali ide-ide yang telah ada.   
  • Utami Munandar (1995: 25) : Menurut utami munandar, pengertian kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya
  • Imam Musbikin (2006: 6) : Menurut imam musbikin, pengertian kreativitas adalah kemampuan memulai ide, melihat hubungan baru, atau tak diduga sebelumnya, kemampuan memformulasikan konsep yang tak sekedar menghafal, menciptakan jawaban baru untuk soal-soal ada, dan mendapatkan pertanyaan baru yang perlu di  jawab. 
  • Woolfook (1984) : Menurut Woolfook, pengertian kreativitas adalah kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu (hasil) yang baru atau asli atau pemecahan masalah.  
  • Freedam (1982) : Menurut Freedam, pengertian kreativitas adalah sebagai kemampuan untuk memahami dunia, menginterpretasi pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli. 
  • Selo Sumarjan : Menurut Selo Sumarjan, pengertian kreativitas adalah kemampuan yang efektif dalam menciptakan sesuatu yang baru, yang berbeda dalam bentuk susunan, gaya, tanpa atau dengan mengubah fungsi pokok dari sesuatu yang dibuat itu. 

C. Perbedaan Inovasi dan Kreatif

  • Kreativitas adalah naluri sejak lahir
  • inovasi dapat muncul ketika diasah dan dikembangkan terus menerus 
  • Kreativitas adalah proses timbulnya ide-ide baru, sedangkan inovasi adalah melakukan/mengimplementasikan ide yang terdapat dalam kreativitas. 
  • Inovasi menjadikan ide tersebut mendapat nilai komersil. 

D. Persamaan Inovasi dan Kreatif

Persamaan inovasi dan kreatif adalah mengenai menciptakan ide-ide baru, gagasan baru, metode baru, cara baru dalam memecahkan masalah dan peluang yang berbeda dari sebelumnya.


Demikian artikel sederhana mengenai pengertian Inovasi dan kreatif secara umum. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Pustaka
Riani, Asri Laksmi., dkk. 2005. Dasar-Dasar Kewirausahaan. Surakarta : UPT Penerbitan dan Percetakan UNS (UNS Press)
Sunaryo. 2002. Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Munandar,Utami. 2004. Pengembangan Emosi dan Kreativitas. Jakarta ; Rineka Cipta


Pengertian umum Pankreas serta Fungsi dan Strukturnya

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian umum Pankreas serta Fungsi dan Strukturnya
link : Pengertian umum Pankreas serta Fungsi dan Strukturnya

Baca juga


Agustus 2016

Secara umum, Pankreas adalah organ aksesoris di sistem pencernaan dengan dua fungsi utama yakni menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksorin dan menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin. Pankreas merupakan kelenjar yang panjangnya 12-15 cm dan lebar 4 cm yang terdapat dalam perut atas yang memanjang ke arah kiri, dan bagian kepalanya nampak menempel di duodenum (usus 12 jari) jika digambarkan.  Produk enzim yang berasal dari pankreas disalurkan ke duodenum melalui saluran pankreas utama. 

A. Fungsi Pankreas
Pankreas adalah organ dengan fungsi utama yakni fungsi eksorin dan fungsi endokrin. Berikut penjelasan mengenai kedua fungsi pankreas... 
1. Fungsi Pankreas Sebagai Organ Eksorin
Disaat makanan keluar dari lambung akan menuju ke duodenum (usus 12 jari), duodenum kemudian menghasilkan hormon Kolesistokinin yang merangsang pankreas untuk mengeluarkan enzim-enzimnya (getah pankreas) melalui duktus pankreatikus. Enzim-enzim pencernaan (getah pankreas) dihasilkan oleh Asini. Asini adalah kumplulan sel Pankreas. Macam-macam kandungan getak pankreas adalah sebagai berikut...
  • NaCHO3: NaCHO3 adalah cairan dengan fungsi memberikan suasana basa di makanan yang masuk ke dalam duodenum, karena makanan berasal dari lambung yang sifatnya asam akibat pengaruh dari asam lambung. Jika makanan terus bersifat asam melewati usus, hal ini dapat melukai dinding usus dan menyebabkan enzim dari getah pankreas tidak aktif. 
  • Lipase Pankreas: Lipase pankreas adalah enzim dengan fungsi memecah lemak menjadi asam lemak + gliserol. Tidak hanya itu, enzim lipase juga berperan mengatur simpanan lemak untuk tidak terlalu berlebihan dalam tubuh. 
  • Tripsinogen: Tripsinogen adalah komponen Proteinase (pemecah) protein yang belum aktif, dan ketika katif, dia akan berupa menjadi enzim tripsin yang berfungsi memecah pepton menjadi beberapa asam amino. 
  • Amilase Pankreas: Amilase pankreas adalah enzim dengan fungsi mengubah amilum yang merupakan polisakarida menjadi monosakarida (zat gula yang sangat sederhana). Hal ini dapat terjadi karena tubuh hanya mampu menyerap gula dalam bentuk monosakarida. 
  • Enzim Karbohidrase Pankreas: Enzim karbohidrase pankreas adalah enzim dengan fungsi untuk memecah gula dalam makanan. Enzim berfungsi memecah disakarida menjadi 2 monosakarida (bentuk gula paling sederhana). Sebab tubuh hanya dapat menyerap gula pada bentuk monosakarida. Contohnya adalah laktase, sukrase, maltase, dll. 
Kesimpulan, Fungsi Pankreas Sebagai Organ Eksorin: Secara umum fungsi pankreas sebagai organ eksorin adalah sebagai berikut... 
  • Meneralkan pH makan yang masuk ke duodenum agar dalam suasana basa. Sehingga makanan tidak bersifat asam, jika makanan bersifat asam dapat melukai usus. dan membuat enzim pankreas tidak berfungsi. 
  • Menghasilkan berbagai enzim yang mencerna makanan masuk ke usus halus. Berbagai enzim dengan fungsi yang sama yaitu memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana agar dapat diserap tubuh. 
2. Fungsi Pankreas Sebagai Organ Endokrin
Pankreas manusia memiliki pula langerhans yang berperan dalam menjalankan fungsi Endokrin pankreas. Pula langerhans adalah kelompok sel-sel kecil yang tersebar di seluruh pankreas yang kaya dengan pembuluh darah dan menyusun 1-2% seluruh dari masa pankreas. Pulau langerhans terbagi atas 4 jenis sel, yang setiap selnya menghasilkan hormon yang beragam, dan setiap hormon mempunyai fungsi yang bergam.  Macam-macam sel tersebut adalah sebagai berikut...
  • Sela Alfa Pankreas: Sela alfa pankreas adalah sel dengan fungsi menghasilkan hormon glukagon. Fungsi hormon glukagon adalah untuk meningkatkan kadar gula dalam darah, dan memecah cadangan gula dalam hati lalu dibawa ke darah. 
  • Sel Beta Pankreas: Sel beta pankreas adalah sel dengan fungsi menghasilkan hormon insulin. Fungsi hormon insulin adalah untuk menurunkan kadar gula dalam darah, jika gadar gulam dalam darah berlebihan, maka insulin akan menyimpan gula berlebih tersebut ke dalam hati. Jika hormon ini tidak ada, atau kurang, maka orang itu akan terkena penyakit diabetes militus. 
  • Sel F Pankreas (Sel Gamma Pankreas): Sel f pankreas adalah sel dengan fungsi menghasilkan polipeptida pankreas. Fungsi polipeptida adalah untuk memperlambat penyerap makanan. Fungsi utama belum ditemukan.  
  • Sel Delta Pankreas: Sel delta pankreas adalah sel dengan fungsi menghasilkan somatostatin. Fungsi hormon hematostatin adalah untuk menghambat sekresi Glukagon oleh sel alfa pankreas, dan menghambat sekresi insulin oleh sel beta pankreas, serta menghambat produk polipeptida oleh Sel F pankreas. 
Kesimpulan, Fungsi Pankreas Sebagai Organ Endokrin : Fungsi pankreas sebagai organ endorin secara umum adalah sebagai berikut...  
  • mengontrol kadar gula (glukosa) dalam darah.
B. Fungsi Pankreas Secara Umum
Setelah membahas mengenai dua fungsi utama pankreas, berikut fungsi umum pankreas.... 
  • Sebagai kelenjar eksorin atau kelenjar mensekresikan zat-zat tertentu tanpa dengan melalui pembuluh darah
  • Sebagai kelenjar endokrin atau kelenjar yang mensekresikan zat-zat tertentu melalui pembuluh darah
  • Mempunyai peran menjaga keseimbangan kadar gula tubuh
  • Menghasilkan cairan pankreas untuk proses pencernaan dalam saluran pencernaan 
  • Berperan untuk menjaga keseimbangan lemak tubuh
  • Memiliki peran metabolisme baik dengan anabolisme atuapun kataboisme gula dan bentuk lainnya
  • Berfungsi dalam metabolisme lemak
  • Sebagai penghasil berbagai protease seperti tripsin, amilase, dan lipase dalam membantu proses pencernaan. 
C. Bagian-Bagian Pankreas
Struktur pankreas terdapat dalam 4 bagian utama yaitu kepala, leher, badan, dan ekor.
  • Kepala Pankreas: Kepala pankreas adalah bagian yang terlibat menempel pada usus halus, kepala merupakan bagian terluas dari pankreas. 
  • Leher Pankreas: Leher pankreas adalah bagian pankreas dengan ukuran panjang sekitar 2,5 cm dan terletak diantara kepala dan badan. 
  • Badan Pankreas: Badan pankreas adalah bagian yang berada diantara leherdan ekor, hal ini merupakan bagian paling penting pada pankreas.  
  • Ekor Pankreas: Ekor pankreas adalah bagian meruncing yang ada di perut kiri. Bagian ekor merupakan bagian terakhir dari tubuh pankreas. 
  • Saluran Pankreas (Duktus Pankreatikus): Saluran pankreas adalah saluran pankreas yang menyatu dengan duktus koledukus (saluran empedu) dan bermuasa di usus 12 jari (duodenum). Saluran pankreas mengeluarkan sejumlah enzim dari pankreas dalam membantu sistem pencernaan. 

Demikian artikel singkat mengenai Pankreas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. 


Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Kewarganegaraan, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
link : Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Baca juga


Agustus 2016

Makna pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila dapat menyesuaikan dan diterapkan dari dinamika di Indonesia dan didunia. Tetapi tidak merubah nilai-nilai dasar Pancasila itu sendiri. Sehinga pancasila dapat digunakan dan diterapkan dalam berbagai zaman.

A. Syarat- Syarat Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka - Pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka, karena telah memenuhi syarat-syarat sebagai Ideologi terbuka antara lain sebagai berikut...    
  • Nilai Dasar, adalah nilai dasar yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 yang tidak berubah 
  • Nilai Instrumen, ialah nila-nilai dari nilai dasar yang dijabarkan lebih kreatif dan dinamis ke bentuk UUD 1945, ketetapan MPR, dan peraturan perundang-undangan lainnya 
  • Nilai Praktis, adalah nilai-nilai yang dilaksanakan di kehidupan sehari-hari, baik di masyarakat, berbangsa dan bernegara. Nilai praktif bersifat abstrak, seperti mengormati, kerja sama, dan kerukunan. Hal ini dapat dioperasionalkan ke bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari.
B. Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka - Ideologi Pancasila memiliki 3 dimensi penting yaitu sebagai berikut... 
1. Dimensi Realitas adalah mencerminkan kemampuan ideologi untuk mengadaptasika nilai-nilai hidup dan berkembang dalam masyarakat
2. Dimensi Idealisme adalah idealisme yang ada dalam ideologi mampu menggugah harapan para pendukugnya 
3. Dimensi Pendukung adalah mencerminkan atau menggambarkan kemampuan suatu ideologi untuk memengaruhi dan menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat. 

C. Ciri-Ciri Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka - Dalam fungsinya sebagai Ideologi, pancasila menjadi dasar seluruh aktivitas bangsa Indonesia. Sehingga pancasila tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ciri-ciri pancasila sebagai Ideologi terbuka adalah sebagai berikut.
  • Pancasila mempunyai pandangan hidup, tujuan dan cita-cita masyarakat Indonesia yang berasal dari kepribadian masyarakat Indonesia sendiri. 
  • Pancasila memiliki tekat dalam mengembangkan kreatifitas dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional 
  • Pengalaman sejarah bangsa Indonesia
  • Terjadi atas dasar keinginan bangsa (masyarakat) Indonesia sendiri tanpa dengan campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang. 
  • Isinya tidak operasional 
  • Dapat menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Pancasila 
  • Menghargai pluralitas, sehingga diterima oleh semua masyarakat yang berlatakng belakang dan budaya yang berbeda. 
D. Faktor Pendorong Pemikiran Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Menurut Moerdiono bahwa terdapat faktor-faktor atau bukti yang mendorong pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka antara lain sebagai berikut... 
  • Proses pembagunan nasional berencana, dinamika mayarakat indonesia yang berkembang sangat cepat. Sehingga tidak semua permasalahan kehidupan dapat ditemukan jawabannya secara ideologis.  
  • Runtuhnya Ideologi tertutup, seperti marxisme-leninisme/komunisme. 
  • Pengalaman sejarah politik terhadap pengaruh komunisme sangat penting, karena dari pengaruh ideologi komunisme yang bersifat tertutup, Pancasila pernah merosot dan kaku. Pancasila tidak tampil sebagai pedoman, tetapi sebagai senjata konseptual untuk menyerang lawan-lawan politik. Kebijaksanaan pemerintah disaat itu menjadi absolute. Akibatnya, perbedaan-perbedaan menjadi alasan untuk secara langsung dicap sebagai anti Pancasila. 
  • Tekad untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Pengertian, Makna & Ciri-Ciri Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka



Objek Permasalahan Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Objek Permasalahan Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan
link : Objek Permasalahan Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

Baca juga


Agustus 2016

Terdapat berbagai masalah dalam bidang biologi pada semua tingkatan organisasi kehidupan, mulai tingkat molekul sampai tingkat biosfer. Permasalahan di tingkat organisasi kehiupan saling memengaruhi dan berkaitan dengan tingkat organisasi lainnya. Macam-macam permasalahan jika dikaji dan dipecahkan dengan menerapkan ilmu dari cabang-cabang biologi yang berkaitan. Macam-macam permasalahan biologi dari berbagai tingkat organisasi kehidupan adalah sebagai berikut.

Objek Permasalahan Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan
  • Permasalahan Biologi Tingkat Molekul, seperti terjadinya kelainan pembentukan molekul hemoglobin darah sehingga dapat menyebabkan penyakit anemia sel sabit. 
  • Permasalahan Biologi Tingkat Sel, seperti terjadinya lisis sel darah merah saat terinfeksi bakteri atau virus 
  • Permasalahan Biologi Tingkat Jaringan, seperti penyakit osteoporosis yang menyebabkan hilangnya massa tulang keras sehingga tulang rapuh dan mudah patah
  • Permasalahan Biologi Tingkat Organ, seperti kelainan organ mata hemerolopi (rabun senja). 
  • Permasalahan Biologi Tingkat Sistem Organ, seperti gangguan bernapas akibat penyempitan saluran napas bagi penderita asfiksia
  • Permasalahan Bologi Tingkat Individu, seperti seorang penderita AIDS (aquired immunodeficiency syndrome) yang mengalami gangguan sistem imum dan membuatnya mudah terinfeksi penyakit. 
  • Permasalahan Biologi Tingkat Populasi, seperti penyebaran AID yang dari satu orang ke orang lain dalam satu populasi 
  • Permasalahan Biologi Tingkat Komunitas, seperti dampak penangkapan pada burung secara liar terhadap kelestarian hidup lainnya dalam rantai makanan 
  • Permasalahan Bioloti Tingkat Ekosistem, seperti penggundulan hutan untuk perkebunan kelapa sawit yang dapat mengancam habitat satwa liar yang terdapat didalamnya
  • Permasalahan Biologi Tingkat Bioma, seperti dampak kebaran yang terjadi di hutan hujan tropis
  • Permasalahan Biologi Tingkat Biosfer, seperti dampak dari menipisnya lapisan ozon di atmosfer terhadap kehidup makhuk hidup yang ada dibumi
Contoh Permasalahan Biologi
  • Tingkat molekul: terjadinya kelainan pembentukan hemoglobin darah sehingga menyebabkan penyakit anemia bulan sabit
  • Tingkat sel: terjadinya lisis sel darah mrah saat terinfeksi baktri atau virus
  • Tingkat jaringan: penyakit osteoporois yang menyebabkan hilangnya massa tulang keras sehingga tulang rapuh
  • Tingkat organ: kelainan pada organ mata seperti rabun senja
  • Tingkat sistem organ: gangguan bernafas karena penyempitan saluran nafas pada pendrita asfiksi
  • Tingkat individu: seorang penderita AIDS yang mengalami gangguan sistem imun dan membuatnya mudah terinfeksi penyakit
  • Tingkat populasi: penybaran AIDS dari satu orang ke orang lain
  • Tingkat komunitas: dampak penangkapan burrung secara liar terhadap kelestarian makhluk hidup lainnya dalam suatu rantai makanan
  • Tingkat ekosistem: pengundulan hutan untuk perkebunan kelapa sawit mengancam habitat satwa liar
  • Tingkat bioma: dampak kebakaran hutan hujan tropis
  • Tingkat biosfer: dampak penipisan lapisan ozon di atmosfer terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi.
Demikianlah Artikel singkat mengenai Objek Permasalahan Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.


Pustakab:
Irananingtyas. 2013. Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmua Alam. Jakarta: Erlangga. Hal: 29-30


Pengertian Umum Arthropoda Beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, dan Peranannya

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Arthropoda Beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, dan Peranannya
link : Pengertian Umum Arthropoda Beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi, dan Peranannya

Baca juga


Agustus 2016

Secara umum Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas, berukuku dan bersegmen. Istilah Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari dua kata yaitu arthro yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Arthropoda merupakan hewan tripoblastik selomata dan bilateral simetris. Tubuh Arthropoda terdiri dari kepala, dada, dan abdomen yang keseluruhan dibungkus oleh zat kitin dan kerangka luar (eksoskeleton).  Umumnya diantara ruas-ruas terdapat bagian yang tidak memiliki zat kitin sehingga ruas-ruas tersebut mudah untuk digerakkan. Di waktu tertentu kulit dan tubuh Arthropoda mengalami pergantian kulit (eksdisis)

A. Sistem Organ Arthropoda 

  • Sistem Pencernaan Arthropoda: Pencernaam Arthropoda merupakan sistem pencernaan yang sempurna dengan dilengkapi alat pencernaan lengkap yang terdiri dari mulut, kerongkongan, usus, dan anus . Mulut dilengkapi dengan alat-alat mulut dan anus terdapat di segmen posterior
  • Sistem Peredaran Darah Arthropoda: Peredaran darah Arthropoda adalah terbuka dan darahnya berwarna biru, karena mengandung hemosianin. 
  • Sistem Pernapasan Arthropoda: Arthropoda memiliki sistem pernapasan berupa trakea, insang, paru-paru buku atau melalui seluruh permukaan tubuhnya. 
  • Sistem Ekskresi Arthropoda: Arthropoda memiliki sistem ekskresi yang berupa kelenjar hijau atau dengan pembuluh malpigih yang berupada pada usus belakang
  • Sistem Saraf Arthropoda: Sistem saraf arthropoda berupa tangga tali dan alat peraba yang berupa antena. Ganglia berfungsi sebagai pusat refleks dan pengendalian seluruh kegiatan 
  • Sistem Reproduki Arthropoda: Reproduksi Arthropoda dilakukan secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis). Sistem reproduksi Arthropoda adalah terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada juga hewan betina. 

B. Ciri-Ciri Arthropoda 

Berikut ciri-ciri/karakteristik umum dari arthropoda yaitu sebagai berikut... 
  • Mempunyai 3 bagian tubuh utama yakni tubuh bersegmen (ruas), rangka luar (eksoskeleton) keras, dan ekor. 
  • Tubuh yang terdiri dari caput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut) yang bersegmen-segmen 
  • Tubuh terbungkus kutikula sebagai kerangka luar yang terbuat dari zat protein dan zat kitin 
  • Memiliki ukuran tubuh yang beragam 
  • Bentuk tubuh simteris bilateral 
  • Sifat hidup arthropoda adalah parasit, hetertropik, dan hidup dengan bebas
  • Memiliki alat pernapasan yang berupa trakea, insang, dan paru-paru (berbuku) 
  • Bereproduksi secara aseksual dan seksual 
  • Alat pencernaan yang sempurna atau lengkap mulai adri mulut, kerongkongan, usus, dan anus 
  • Arthropoda hidup di air tawar, darat, laut, dan udara
  • Sistem peredaran darah arthropoda adalah terbuka dengan darah yang tidak mengandung hemoglobin melainkan hemosianin

C. Klasifikasi Arthropoda

Berdasarkan struktur tubuhnya, Arthropoda dibedakan dalam 4 kelas antara lain sebagai berikut... 

1. Crustacea (Udang-Udangan)

Crustacea merupakan hewan akuatif (air) yang terdapat di air laut dan air tawar. Crustacea memiliki tubuh yang bersegmen (beruas) dan terdiri dari sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Di bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan pada posteriornya (ujung belakangnya) sempit Di bagian kepala Crustacea terdapat beberapa alat mulut yang berupa sepasang antena, pasang mandibula (untuk mengigit mangsanya), pasang maksilia, pasang maksilibed. Alat gerak Crustacea berupa kaki (kaki satu pasang dalam setipa ruas di abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak dan menempel di dasar perairan. 

a. Sistem Organ Crustacea 
  • Sistem Pencernaan Crustacea:  Crustacea memiliki alat pencernaan berupa mulut yang berada di bagian anterior tubuhnya, sedangkan esofagus, lambung, usus dan anus berada di bagian posterior. Crustacea mempunya kelenjar pencernaan atau hati yang berada di kepala-dadad di kedua sisi dari abdomen. Sedangkan untuk sisa pencernaan dibuang di anus, selain itu dibuang melalui alat ekskresi yang disebut kelenjar hijau yang berada di dalam kepala. Crustacea memakan hewan-hewan kecil. 
  • Sistem Peredaran Darah Crustacea: Crustacea disebut dengan peredaran darah terbuka. Peredaran darah terbuka adalah darah yang beredar tanpa dengan melalui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin, melainkan dengan hemosianin dengan daya ikatnya terhadap O2 (Oksigen) renda. 
  • Sistem Saraf Crustacea: Susunan crustacea berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan pada alat indera ialah antena sebagai alat peraba, statocyst sebagai alat keseimbangan dan mata majemuk (facet) yang bertangkai
  • Sistem Pernapasan Crustacea: Crustacea bernafas dengan insang. Kecuali dengan Crustacea yang bertubuh sangat kecil bernapas di seluruh permukaan tubuhnya. 
  • Sistem Reproduksi Crustacea: Alat reproduksi crustacea umumnya terpisah, kecuali pada sebagian crustacea rendah. Alat kelamin betina terletak di pasangan kaki ketiga. Sedangkan pada alat kelamin jantan terletak di pasangan kaki kelima. Pembuahan terjadi secara ekskternal (diluar tubuh). 
b. Ciri-Ciri Crustacea 
  • Mempunyai dua pasang antena
  • Memiliki kepala yang menyatu dengan dada (sefalotoraks) 
  • Crustacea memiliki tubuh yang terdiri dari sefalotoraks dan abdomen 
  • Mempunyai eksoskeleton dari zat tanduk/kitin
  • Tidak mempunyai pembuluh darah kapiler
  • Dapat mengalami pelepasan kulit dari tubuhnya 
  • Pertukaran udara terjadi secara difusi
  • Sebagian dari pernapasan menggunakan insang 
c. Klasifikasi Crustacea: Berdasarkan dari ukuran tubuhnya, Crustacea dikelompokkan dalam beberapa macam antara lain sebagai berikut... 
1). Entomostraca (Udang Tingkat Rendah): Umumnya kelompok Entomostraca adalah penyusun zooplankton, yang melayang-layang di dalam air dan sebagai makanan ikan. Adapun pembagian ordo yang termasuk dalam Entomostraca adalah sebagai berikut... 
  • Branchiopoda, Contohnya adalah Daphnia pulex dan Asellus aquaticus yang disebut dengan kutu air dan salah satu penyusun zooplankton, dengan perkembangbiakan secara parthenogenesis
  • Ostracoda, Contoh adalah Cypris candida, codona suburdana, yang hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, dengan tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena. 
  • Copepoda, Contohnya adalah Argulus indicus, Cylops, hidup di air laut dan air tawar, dan merupakan hewan planton dan parasit dengan segmentasi tubuh yang jelas. 
  • Cirripedia, Contohnya adalah lepas atau bernake, Sacculina yang dengan kepala dan dada yang ditutupi oleh karapaks yang berbentuk cakram dan hidup di laut dengan melekat pada batu atau benda lain.
2). Malakostraca (Udang Tingkat Tinggi): Malakostraca adalah hewan dengan kebanyakan hiduip di laut, dan juga di air tawar dengan tubuh yang terdiri dari sefalotoraks serta perut (abdomen). Malakostraca terbagi dalam 3 ordo antara lain sebagai berikut... 
  • Isopoda, bentuk tubuh pipih, dorsiventral, dengan berkaki sama. Contohnya Onicus asellus (kutu perahu) dan Limnoria lignorum yang keduanya adalah pengerek kayu
  • Stomatopoda, Contohnya adalah squilla empusa (udang belalang) yang hidup di laut, dengan bentuk mirip belalang sembah dan memiliki warna yang mencolok. Di bagian belakang kepala terdapat karapaks. Kepala yang dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena. 
  • Decapoda, Contohnya adalah udang dan ketam. Hewan yang mempunyai kaki sepuluh dan merupakan kelompok dari udang yang memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia yang digunakan sebagai sumber makanan kaya akan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan. 
d. Peranan Crustacea Bagi Kehidupan Manusia 
1). Peranan Crustacea yang menguntungkan: 
  • Sebagai bahan makanan yang kaya akan protein tinggi, seperti udang, lobster, dan kepiting 
  • Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong dengan zooplankton menjadi sumber bagi makanan ikan, seperti anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda. 
2). Peranan Crustacea yang merugikan: 
  • Sebagai perusak galangan kapal (perahu) dari anggota Isopoda 
  • Sebagai parasit ikan, kura-kura, seperti pada anggota Cirripedia dan Copepoda 
  • Sebagai perusak pematang sawah atau saluran irigasi seperti ketam

2. Myriapoda (Hewan Berkaki Banyak)

Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda yang tubuh beruas-ruas dari setiap ruasnya memiliki satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh yang dibagi-bagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan yang dijumpai berada di daerah tropis yang berhabitat di darat khususnya yang banyak mengandung sampah seperti kebun dan dibawah batu-batuan. 

a. Sistem Organ Myriapoda 
  • Sistem Saraf Myriapoda: Sistem saraf myriapoda disebut dengan tangga tali dengan alat penerima rangsang yang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena digunakan sebagai alat peraba. 
  • Sistem Pencernaan Myriapoda: Pencernaan Myriapoda adalah lengkap dan memiliki kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi yang beracun pada segmen pertama, sedangkan pada Diplopoda bersifat herbivor dengan pemakan sampah dan daun-daunan. 
  • Sistem Pernapasan Myriapoda: Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang berada di kanan kiri di setiap ruas, kecuali di Diplopoda yang terdapat dua pasang di tiap ruasnya. 
  • Sistem Peredaran Darah Myriapoda: Myriapoda memiliki peradaran darah yang bersifat terbuka. Organ transportasi yang berupa jantung dengan panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Di Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Dengan darah yang tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan dengan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jatung darah kemudian dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah). 
  • Sistem Reproduksi Myriapoda: Myriapoda melakukan reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi iinternal). Myriapoda ada yang vivipar dan ovipar. 
  • Sistem Ekskresi Myriapoda: Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang berugas dengan mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N). 
b. Ciri-Ciri Myriapoda 
  • Di bagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus) 
  • Terdapat penambahan jumlah segmen yang terjadi di setiap pergantian kulit 
  • Memiliki tubuh yang memanjang mirip dengan cacing
  • Setiap segmen tersebut terdapat lubang respirasi yang disebut dengan tentakel 
  • Memiliki alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda dengan satu sepasang kaki disetiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda memiliki dua sepasang kaki di setiap segmen perut, kecuali pada segmen terakhirnya
c. Klasifikasi Myriapoda: Myriapoda dibedakan dalam dua sub kelas antara lain sebagai berikut... 
1). Kelas Chilopoda: Contoh dari kelas Chilopoda adalah Scolopendra morsitans, dan Lithobius forticatus atau yang mencakup berbagai macam jenis lipan (kelabang). Ciri-ciri Chilopoda adalah sebagai berikut..
  • Tubuh agak gepeng 
  • Terdiri dari kepala dan badan yang beruas-ruas dari 15-73 ruas. dari setiap ruas memiliki satu pasanng kaki, kecuali ruas (segmen) di bagian belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. 
  • Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang "taring bisa" (masiliped) yang berfungsi untuk membutuh mangsanya. 
  • Pada kepala terdapat sepasang antena yang terdiri dari 12 segmen, dengan dua kelompok mata tunggal dan mulut. 
  • Hewan yang memangsa hewan kecil yang berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya
  • Bersifat karnivora 
  • Habitat dibawah batu-batuan/timbuna tumbuhan yang telah membusuk 
2). Kelas Diplopoda: Contohnya pada kaki seribu (julus nomerensi). Ciri-ciri diplopodia adalah sebagai berikut...
  • Pada umumnya mempunyai 30 pasang kaki atau lebih
  • Memiliki bentuk tubuh yang siinder (bulan memanjang), 
  • Terdapat sebagian segmen yang menyatu dengan di setiap segmen terdapat 2 pasang kaki
  • Hidup sebagai karnivora, 
  • Banyak dijumpai dibawah serasah, bebatuan, atau dalam tanah dan selalu menghindar dari cahaya 
  • Memiliki gerakan yang lambat dan jika terdapat getaran, tubuhnya akan membentuk melingkar dengan bentuk spiral atau bola 
  • Di bagian kepala terdapat sepasang antena, dua pasang mata tunggal, dan alat mulut tanpa taring bisa
d. Peran Myriapoda Bagi Kehidupan Manusia 
Myriapoda tidak memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia. Bahkan dianggap mengganggu walau tidak membayakan. Namun, Myriapoda ternyata memiliki andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus. 

3. Arachnoidea

Kata Arachnoidea berasal dalam bahasa Yunani dari kata arachno yang berarti laba-laba yang disebut dengan kelompok laba-laba. Arachnoidea meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atua caplak. Umumnya Arachnoidea bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan. Ciri-ciri Arachnoidea adalah sebagai berikut... 

a. Sistem Organ Arachnoidea 
  • Sistem Pencernaan Arachnoidea: Makanan ditangkap dengan jaringa tepi dan ada juga yang diisap dari inangnya oleh Arachnoidea yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut mulai dari mulut, perut, usus halus, usus besar, kantung, feses, dan anus. Alat pencernaan juga dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang berada di bagian depan dan hati di bagian abdomen. 
  • Sistem Peredaran Darah Arachnoidea: Peredaran darah Arachnoida memiliki sistem peredaran darah terbuka dan menggunkana jantung pembuluh serta arteri. Jantung pembuluh terdiri atas kantung otot yang mempunyai ostium pada setiap ruas. 
  • Sistem Pernapasan Arachnoidea: Organ respirasi Arachnoidea adalah dengan paru-paru buku yang beradai di daerah perut depan. 
  • Sistem Syaraf Arachonidea:  Arachnoidea berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut dengan sistem saraf tangga tali. 
  • Alat Indera Arachnoidea: Arachnoidea memiliki depalan buah amta yang secara sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip dengan antena. 
  • Sistem Reproduksi Arachnoidea: Arachnoidea berkembangbiakan secara seksual yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi dalam tubuh betina (fertilisasi internal). Hewan jantan dan betina terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar. 
b. Ciri-Ciri Arachnoidea
  • Tubuh bersegmen yang terdiri dari sefalotoraks dan abdomen (tidak beruas). 
  • Mempunyai enam pasang anggota gerak 
  • Hidup di darat, air laut, dan ada juga yang parasit.  
  • Memiliki jumlah mata yang beragam 
  • Di bagian kepala-dada tidak terdapat antena, namun memiliki sebagian pasang mata tunggal, mulut kelisera dan pedipalpus
c. Klasifikasi Arachnoidea: Arachnoidea diklasifikasi dalam 3 ordo antara lain sebagai berikut... 
1). Scorpionida: Scorpionida merupakan kelompok hewan kala dan tertua dari seluruh anggota Arthropoda darat. Contoh jenis Scorpionida adalah kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp) dan Ketonggeng (Buthus). Ciri-ciri ordo Scorpionida adalah sebagai berikut...
  • Memiliki perut yangberuas-ruas dan ruas terakhir berupa menjadi alat pembela diri 
  • Mempunyai pedipalpus yang berbentuk mirip catut yang besar 
  • Mempunyai chelisera yang kecil 
  • Memiliki sengat
2). Arachneida: Arachneida merupakan kelompok laba-laba dan mampu membentuk sarang (jaring) dengan benang-benang sutera karena memiliki spinneret. Spinneret merupakan organ yang ada didepan anu. Contoh jenis Arachneida misalnya Nephilla maculata (laba-laba raksasa), Gasthero cantha (laba-laba berduri), Heteropoda venatoria (laba-laba pemburu), Myangale javanica (laba-laba burung). Ciri-Ciri Arachnida adalah asebagai berikut...
  • Tubuh terdiri dari cephalithorax dan abdomen. 
  • Di sefalotoraks terdapat 6 alat tambahan seperti 1 pasang kalisera yang mengandung racun, 1 pasang pedilpalpus, 4 pasang kaki jalan. 
  • Badan tiadk bersegmen 
  • Memiliki spineret
  • Alat ekskrei berupa tabung Maphigi yang menuju ke anus 
3. Acarina: Acarina merupakan kelompok caplak/tungau yang memiliki tubuh yang tidak berbuku-buku yang pada umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Contoh jenis Acarina adalah Dermosentor andersoni (tungau), Sarcoptes scabei (cablak kudis), Dermotex folicurum (caplak rambut pada manusia), Rhipicephalus sanguincus (caplak anjing), Cermanyssus galinae (tungau ayam), Boophilus annulatus, Trombicula deliensis (tungau), Tarsonemus transhicens (tungau kuning parasit pada tomat). Ciri-ciri acarina adalah sebagai berikut...
  • Tubuh tidak bersegmen
  • Abdomen menyatu dengan sefalotoraks 
  • Pernapasan dengan difusi pada seluruh permukaan tubuh/trakea
  • Bersifat parasit 
  • Mempunyai mulut yang dapat menusuk dan menghisap. 
d. Peranan Arachnoidea 
Arachnida bermanfaat dalam pengendalian populasi serangga terutama pada serangga hama. Namun pada hewan-hewan, Arachnida lebih banyak merugikan teurtama hewan-hewan acarina

4. Insecta/Hexapoda (Serangga)

Insecta berasal dari bahasa latin yang berarti Insecti yang berarti serangga. Insecta adalah satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang. Penyebaran insecta sangat luas dengan keanekaragaman tinggi di antara kelas-kelas yang lain dari perairan hingga puncak gunung dari khatulistiwa hingga ke kutub. Jumlah spesies Insecta cukup banyak yang sedikitnya didunia sekitar 750.000 spesies yang dikelompokkan ke dalam 100 suku dan 26 ordo. Cabang ilmu biologi yang mempelajari serangga adalah Entomologi.

a. Sistem Organ Insecta
  • Sistem Pernapasan Insecta: Insecta memiliki organ pernapasan berupa trakea yang berspirakel dengan terletak di kanan-kiri pada tiap ruas yang sebagian larva bernapas dengan insang trakea pada bagian perutnya. 
  • Sistem Pencernaan Insecta: Dibeberapa jenis serangga terjadi di mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus dan anus (dubur). Makanan yang dicerna secara mekanis di lambung otot dan secara kimiawi di lambung kelenjar. 
  • Sistem Syaraf Insecta: Insecta memiliki sistem saraf yang berupa tangga tali dengan penerima rangsangan berupa mata faset (majemuk, antena alat pembuat suara dan alat pendengar. 
  • Sistem Peredaran Darah Insecta: Insecta memiliki tipe sistem peredaran darah terbuka yang tidak memiliki pembuluh balik (vena). Darah tidak mengandung hemoglobin (Hb) sehingga tidak mengangkut oksigen atau karbondioksida tetapi berfungsi sebagai pengangkut makanan. 
  • Sistem Ekskresi: Insecta memiliki pengeluaran zat sisa melalui pembuluh malphigi. 
  • Sistem Reproduksi Insecta: Insecta terkadang mengalami partenogenesis maupun paedogenesis. Arti Partenogenesis adalah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid. Seerti lebah. Sedangkan arti Paedogenesis adalah partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva. Seperti Diptera. Dalam perkembangan ke dewasa. Insecta mengalami perubahan bentuk luar dan dalam dari fase telur ketingkat dewasa yang disebut dengan metamorfosis. Fertilisasi secara internal yang artinya pembuahan sel telur oleh spermatozoid yang berlangsung dalam tubuh induk betina. 
b. Ciri-Ciri Insecta/Hexapoda (Serangga)
  • Tubuh yang tersusun dari kepala, dada, dan perut 
  • Mulut yang bertipe pengigit, penghisap, dan penelan 
  • Mempunyai 3 pasang kaki
  • Sebagian dari besar hidup di darat
  • Tubuh insecta beruas-ruas yang terdiri dari segmen: kepala (cephalo) yang ada di sepasang mata faset (majemuk), Dada (toraks) terdapat di sepasang kaki yang beruas-ruas, Perut (abdomen) terdiri dari 11 ruas. 
c. Klasifikasi Insecta (Serangga): Berdasarkan dari ada atau tidaknya sayap. Insecta dibedakan menjadi dua macam subkelas antara lain sebagai berikut...
1). Apterygota (tak bersayap): Berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan mempunya antena panjang. Contohnya: hewan kelas ini adalah kutu buku
2). Pterygota (bersayap):  merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut dengan Eksopterigo. Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut dengan Endopterigota.

Berdasarkan tipe mulutnya, anggota Pterygota terbagi menajdi beberapa tipe antara lain sebagai berikut..
  • Tipe mulut penjilat, Contoh hewan tipe mulut penjilat adalah Ordo Diptera, seperti lalat (Musca sp).  
  • Tipe mulut penghisap, Contoh hewan tipe mulut penghisap ialah Ordo Lepidoptera, seperti Attacus sp
  • Tipe mulut penggigit-penghisap, Contoh hewan tipe mulut penggigit-penghisap yaitu ordo hymenoptera, seperti lebah madu (apis mellifera)  
  • Tipe mulut penggigit-pengunyah, Contohnya adalah Ordo Orthoptera, seperti belalang (Valanga sp). 
Berdasarkan proses metamorfosis, Pterygota dibedakan dalam 2 kelompok antara lain sebagai berikut...
  • Hemimetabola: Hemimetabola adalah kelompok serangga yang memiliki sayap dan mengalami metamorfosis yang tidak sempurna. Kelompok yang terdiri dari 14 ordo, diantaranya adalah Orthoptera, Hemiptera, dan Homoptera. Contohnya dari Hemimetabola adalah belalang (Valanga sp), walang sangit (leptocoriza sp), Capung merah (Crocotermis sp), dan Tonggeret (Dundubia mannifera). 
  • Holometabola: Holometabola adalah kelompok serangga yang memiliki sayap dan metamorfosis sempurna. Kelompok holometabola terdiri atas 9 ordo, seperti coleoptera, Hymeroptera, lepidoptera, dan Diptera. Contoh holometabola adalah kunang-kunang (Photinus sp), undur-undur (mymeleon frontalis), lalat rumah (musca domestica), dan kupu-kupu jeruk (papilio memmon) 
d. Peranan Insecta
Peran Insecta yang menguntungkan
  • Insecta merupakan golongan kupu-kupu dan lebah yang sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga 
  • Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Seperti lebah madu (Apis mellifera). 
  • Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang menghasilkan sutra (contoh. Bombix mori). 
  • Untuk obat-obatan tradisionl. seperti madu (apis dorsata, apis indica, apis melifera). 
  • Sebagian dari insecta tanah berperan sebagai traktor alami
Peran Inseta yang merugikan 
  • Menularkan sebagian macam bibit penyakit seperti kolera, kecoak, disentri oleh lalat, dan tifus. Penyakit demam berdarah dan malaria yang disebarkan oleh nyamuk 
  • Sebagai perusak tanapan budidaya manusia seperti pada belalang, ulat, dan kumbang kelapa.
  • Menyebabkan penyakit pada tanaman seperti: Nilapervata lugens (wereng) yang menyebabkan penyait virus tungro, belalang (walang sangit) yang menghisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso. 
  • Sebagai parasit pada manusia (mengisap darah). seperti nyamuk, kutu busuk, dan kutu kepala
  • Dapat merusak bahan bangunan, seperti rayap dan kumbang kayu 
  • Dapat merusak bahan makanan yang disimpan seperti kedelai, dan tepung dari berbagai coleoptera, seperti kepik, kumbang beras.

Demikian artikel singkat mengenai Pengertian umum Arthropoda beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi dan Peranannya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

Referensi:
Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.


Pengertian Umum Annelida Beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi dan Peranan

Agustus 2016 - Hai Teman-Teman Sekalian Kumpulan Pelajaran Indonesia, Pada Artikel yang kalian baca kali ini yang berjudul Agustus 2016, Saya Sudah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk kalian baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Biologi, yang saya tulis ini dapat kalian pahami. ok, selamat membaca.

Judul : Pengertian Umum Annelida Beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi dan Peranan
link : Pengertian Umum Annelida Beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi dan Peranan

Baca juga


Agustus 2016

Annelida adalah kelompok hewan dengan bentuk tubuh seperti susunan cincin, gelang-gelang atau ruas-ruas. Istilah kata Annelida berasal dari bahasa Yunani dari kata annulus yang berarti cincin, dan oidos yang berarti bentuk. Annelida merupakan cacing dengan tubuh bersegmen, tripoblastik dengan rongga tubuh sejati (hewan selomata) dan bernapas melalui kulitnya. Terdapat sekitar 15.000 spesies annelida dengan panjang tubuh mulai dari 1 mm-3 m. Filum Annelida hidup di air tawar, air laut, dan di tanah. Umumnya annelida hidup secara bebas, meskipun ada yang bersifat parasit.  

A. Ciri-Ciri Annelida (Cacing Gelang) 

Annelida memiliki ciri-ciri/karakteristik antaralain sebagai berikut... 
  • Memiliki tubuh bersegmen (beruas-ruas yang mirip dengan cincin) dan memiliki otot. 
  • Bersifat tripoblastik selomata, simetri bilateral, dan metameri
  • Mempunyai sistem pencernaan sempurna (mulut, kerongkongan, perut otot, tembolok, usus, dan anus). 
  • Tubuh dilapisi dengan kutikula tipis dan lembab
  • Sistem respirasi melalui permukaan kulit dan berlangsung difusi
  • Sistem saraf berupa ganglion otak dan tali syaraf yang tersusun dari tangga tali. 
  • Sistem peredaran darah annelida adalah tertutup dengan tersusun dari pembuluh darah yang mempunyai hemoglobin
  • Sistem ekskresinya berupa nefridia atau nefrostom 
  • Sifat kelamin annelida adalah hermaprodit, jadi reproduksi secara generatif dengan cara konjugasi, dan secara vegetatif dengan fragmentasi/ generasi (mempunyai daya regenerasi yang tinggi) 

 B. Cara Hidup Annelida 

Umumnya Annelida hidup bebas, tetapi ada juga yang hidup dengan parasi menemel dan bergantung pada inangnya. Kebanyakan dari Annelida hidupnya di perairan laut dan air tawar, dan sebagian lagi hidup ditanah dengan tempat lembab. 

C. Sistem Organ Annelida 

  • Sistem peredaran darah: Annelida memiliki sistem peredaran darah tertutup dan pada pembuluh darah mengandung hemoglobin, sehingga darah berwarna merah. Fungsi pembuluh darah annelida adalah menghantarkan nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Di bagian kulit, terdapat sejumlah pembuluh darah kecil, karena bernafas melalui kulit
  • Sistem pernafasan: Annelida dalam sistem pernafasan berlangsung di seluruh kulit permukaan tubuhnya, tetapi ada sumber yang menyatakan bahwa, ada juga spesies yang melalui insang.  
  • Sistem pencernaan: Annelida memiliki sistem pencernaan lengkap yang teridir dari mulut, faring, esofagus, usus, dan anus.  
  • Sistem ekskresi: Annelida memiliki organ ekskresi berupa nefridia (organ ekskresi yang merupakan saluran), nefrostom (corong bersilia dalam tubuh), dan nefrotor (pori tubuh tempat kotoran keluar). Setiap segmen memiliki organ ekskresinya masing-masing. 
  • Sistem reproduksi:  Annelida memiliki sistem perkembangbiakan secara seksual. Satu Annelida mempunyai 2 alat kelamin yaitu jantan dan betina (hermafrodit),  tetapi reproduksi secara aseksual tetap membutuhkan dua individu yang akan mengatur dirinya sedimikian rupa sehingga dapat menukarkan sperma. Lalu, dari hasil sperma tersebut, akan dilepas dari kepala cacing, tinggal dan berkembang dalam tanah. Sebagian annelida bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi diikuti dengan regenerasi. 

D. Klasifikasi Annelida 

a. PolyChaeta 
PolyChaeta merupakan kata yang berasal dari Bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu Poli yang berarti banyak, dan Chaeta berarti rambut. Sehingga PolyChaeta adalah kelas dengan rambut paling banyak di filum Annelida. PolyChaeta memiliki bagian tubuh yang terdiri dari kepala, mata, dan sensor palpus. Sedangkan hidup PolyChaeta hidup di air. PolyChaeta mempunyai tubuh bersegmen dengan struktur mirip daging yang bentuknya mirip dayung, hal ini disebut Parapodia (tunggal =parapodium). Berfungsi sebagai alat gerak. Sebagian besar dari PolyChaeta, memiliki Parapodia berfungsi sebagai insang karena terdapat pembuluh darah halus. Di setiap parapodium terdapat rambut halus yang sifatnya kaku yang biasanya disebut seta, rambut dilapisi kutikula sehingga licin. Umumnya ukuran tubuh PolyChaeta adalah 5-10 cm.

Annelida (Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi & Peranan)
Contoh Jenis PolyChaeta 
  • Eunice viridis (Cacing Palolo), sebagai bahan makanan (mengandung protein tinggi)
  • Lysidice oele (Cacing Wawo), sebagai bahan makanan (mengandung protein tinggi) 
  • Nereis domerlili, Nereis Virens, Neanthes Virens (cacing air laut). 
  • Arenicola sp, 
Ciri-Ciri PolyChaeta 
  • Berambut banyak 
  • Hidup di laut dan dapat dibedakan antara jantan dan betina 
  • Mempunya parapodia (alat gerak) 
  • Memiliki panjang tubuh sekitar 5-10 cm, dengan diameter 2-10 mm. 
  • Tinggal dalam tabung dan ada juga hidup bebas
  • Tubuh dapat dibedakan menjadi prostomium (kepala) dan peristomium (segmen pertama). 
b. OligoChaeta
OligoChaeta berasal dari bahasa Yunani dari kata Oligo yang berarti sedikit, dan Chaeta yang berarti rambut. Kelas OligoChaeta merupakan kelas filum Annelida yang mempunya sedikit rambut. Banyak anggota dari OligoChaeta yang hidup di dalam tanah atau tempat lembab, tetapi ada juga yang hidup di air. Karena mempunyai sedikit rambut seta dan tidak mempunyai parapodia, sehingga kepalanya kecil, tidak memiliki alat peraba, dan tidak memiliki bintik mata. Pada lapisan kulit terdapat bagian saraf dengan fungsi untuk menerima rangsangan.

OligoChaeta bersifat hermaprodit/monoceus dengan perkembangbiakan secara generatif dengan perkawinan, dan secara vegetatif dengan regenerasi. Terdapat Kitellum (Selzadel) yang berfungsi sebagai alat reproduksi. Pada ruas 9-11 terdapat receptaculum seminis yang berfungsi sebagai penampung sel-sel spermatozoa.

Annelida (Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi & Peranan)
Contoh Jenis OligoChaeta
  • Moniligaster houtenil (Cacing tanah sumatra) 
  • Tubifex sp (Cacing air tawar/sutra), berperan sebagai indikator pencemaran air. 
  • Lumbricus terestris, Pheretima sp (Cacing Tanah), berperan membantu aerasi tanah sehingga menyuburkan tanah
  • Perichaeta musica (C.Hutan)
Ciri-Ciri OligoChaeta
  • Tidak mempunyai parapodia 
  • Mempunyai seta pada tubuhnya yang bersegmen 
  • Memiliki sedikit rambut
  • Kepala berukuran kecil, tanpa alat peraba/tentakel dan mata 
  • Mengalami penebalan antara segmen ke 32-37, yang disebut dengan klitelum.
  • Telur terbungkus oleh kokon
  • Daya regenerasi tinggi 
  • Hidup air tawar atau darat
  • Hermafrodit 
c. Hirudenia
Hirudenia merupakan kelas filum Annelida yang tidak memiliki seta (rambut) dan tidak memiliki parapodium di tubuhnya. Tubuh Hirudinea yang pipih dengan ujung depan serta di bagian belakang sedikit runcing. Di segmen awal dan akhir terdapat alat penghisap yang berfungsi dalam bergerak dan menempel. Gabungan dari alat penghisap dan kontraksi serta relaksasi otot adalah mekanisme pergerakan dari Hirudinea. Kebanyakan dari Hirudinea merupakan ekstoparasit yang sering didapati di permukaan luar inangnya. Ukuran Hirudinea beragam dari 1-30 cm.

Hirudinea hidup pada inangnya untuk menghisap darah dengan cara menempel. Sebagian mereka membuat luka pada permukaan tubuh inang sehingga dapat menghisap darahnya, sedangkan sebagian lain mensekresikan suatu enzim yang dapat melubangi kulit, dan jika itu terjadi maka waktunya mensekresikan zat anti pembeku darah, kebanyakan tidak terasa saat kelas ini menempel pada inangnya karena ia menghasilkan suatu zat anastesi yang dapat menghilangkan rasa sakit. Jenis ini dikenal dengan sebutan lintah.

Annelida (Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi & Peranan)
Contoh Jenis Hirudenia
  • Heaemodipso zeylanice (Pacet), hidup di darat, tempel lembab, dan menempel pada daun
  • Hirudo javanica (lintah yang terdapat di pulau jawa). 
  • Dinobdelia Ferox (lintah yang terdapat di India) 
  • Hirudo medicinalis (lintah), hidup di air tawar. 
Ciri-Ciri Hirudenia
  • Tidak memiliki parapodia dan seta di segmen tubuhnya 
  • Ukuran tubuh beragam mulai dari 1-30 cm. 
  • Tubuhnya pipih dengan ujung anterior dan posterior yang meruncing.
  • Hidup air tawar, darat, dan air laut. 
  • Memiliki zat antikoagulasi 

E. Peranan Annelida 

Annelida memiliki beberapa peran yang dapat dimanfaatkan atau menguntungkan dan merugikan kehidupan manusia. Peran annelida adalah sebagai berikut.. 
a. Peranan Annelida yang mengutungkan/bermanfaat
  • Makanan manusia, karena cacing memiliki sumber protein yang berpotensi dimasukkan sebagai bahan makan manusia seperti halnya daging sapi dan ayam 
  • Bahan baku ternak, memiliki kandungan protein, lemak dan mineral yang tinggi, cacing tanah dimanfaatkan sebagai makanan ternak misalnya unggas, udang, kodok, dan ikan. 
  • Bahan baku obat, Cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.  
  • Bahan baku kosmetik, Cacing tanah diolah untuk dgunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik. 
  • Lintah digunakan untuk membersihkan nanah pada luka yang telah terinfeksi 
  • Hirudin bermanfaat menyimpan darah untuk keperluan transfusi darah 
b. Peranan Annelida yang merugikan
  • Menimbulkan penyakit cacing pita, cacing darah, cacing hati, cacing perut, cacing kremi, cacing tambang, cacing filaria. 
  • Menyebabkan anemia, seperti cacing darah, cacing tambang, pacet, dan lintah. 

Demikianlah artikel singkat mengenai Pengertian Annelida beserta Ciri-Ciri, Klasifikasi, Reproduksi dan Peranannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. 

Pustaka.
Karmana, Oman. 2007. Cerdas Belajar BIOLOGI. Bandung : GRAFINDO Media Pratama.
Aryulina, Diah, dkk. 2007. BIOLOGI 2 SMA dan MA kelas X. Jakarta : ESIS/Erlangga.
Abdurahman, Denden. 2008. BIOLOGI Kelompok Pertanian dan Kesehatan Kelas X SMK. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Amin , Hasan Drs . 1982. Mahluk Hidup Hewan. Jakarta : PN BALAI PUSTAKA.
Susilowarno, R. Gunawan. 2009. Siap Menghadapi UN SMA 2010 BIOLOGI. Jakarta : Grasindo.
Neil. A Champbell, dkk. 2003. BIOLOGI. Jakarta : Erlangga.